Thursday, June 15, 2017

Menikmati Tari Perut sambil lunch di Nile Cruise

6/15/2017 03:37:00 PM Posted by shofie syamwiel , , , , No comments


Mungkin karena pengaruh novel-novel kang abik, makin mendekati nil saya berasa makin ngayal. Ngayal jadi mas Furqan sedang berada di pojok kamar sebuah hotel kamar suite. Belajar tentang Usluhuddin atau Fiqih. Sambil sesekali menikmati tenangnya Nil. Nil yang menjadi perantara keselamatan Musa kecil dari Firaun. Nil yang terasa akan membuat takjub tapi ternyata alam pikiran menolak hayalan. Jadi berasa sedang motoran dari Karah ke arah Wiyung, dengan kanan kiri kali Brantas apa Kalimas? Eaak... hayalan mendadak absoulutely failed. πŸ˜†πŸ˜†

Sungai Nil yang membelah Mesir

Tapi walaupun hayalan menolak kenyataan, jangan salah..sungai Nil adalah salah satu sungai yang ditunjukan oleh Allah SWT ketika nabi Muhammad dalam perjalan israk mikraj. Dan juga salah satu sungai yang nantinya akan diangkat ke surga ketika hari akhir tiba.

Selain itu, Sungai Nil juga terpanjang di dunia. Panjangnya 6.696km dengan melewati 9 negara yaitu : Mesir, Tanzania, Kenya, Zaire, Uganda, Ethiopia, Sudan, Rwanda, dan Burundi. 

Nile, The given of God


Mesir adalah pemberian sungai Nil (egypt is the gift of the nile) mungkin karena semua peradaban mesir kuno berasal dari dataran sungai Nil.

Kisah yang paling heroik adalah tentang surat Umar bin Khattab kepada sungail Nil : Dengan nama Allah, Maha pengasih, Maha Penyayang. Dari hamba Allah, Umar, Amirul Mukminin kepada Nil Mesir. Wahai Nil Mesir! Apabila kamu itu mengalir karena kamu dan keinginanmu, maka janganlah kamu mengalir lagi, karena kami tidak memerlukan kamu. Namun, apabila kamu mengalir itu karena perintah dan ketentuan Allah yang Tunggal dan Maha Gagah, dan memang Dialah yang telah mengalirkan kamu, maka kami memohon kepada Allah untuk mengalirkan kamu kembali. 

Surat itu dilempar ke sungai Nil oleh Amru bin Ash (Gubernur Mesir saat itu). Dan begitu malam tiba sungai Nil pun kembali mengalir dengan deras dan banyaknya.

Oke mari lanjut ke kisah lunch sambil nikmati tari Perut  ala Timur Tengah.

Nile Cruise 

Jadi makan siang di Nile Cruise ini adalah trip terakhir selama sepuluh jam kita di Mesir. Lokasinya juga ndak seberapa jauh dari Old Cairo dan bandara. Begitu menuju kesini bayangan akan sungainya sudah wau gitu, ngira bakal kayak di Europe atau Korea area bantaran sungainya. Jebul ndak jauh beda sama Surabaya. Hehe...

Menu makan siang yang saya ambil dari meja prasmanan, cukup spageti dengan lauk ikan dori dan daging unta saja.

Begitu sampai ke Nile Cruisenya juga begitu, cruisenya ndak seberapa gede. Masih lebih gede kapal ferry penyeberangan Kamal - Perak. Cuman bedanya, ini kapal murni untuk penumpang, dalamnya juga tampilan ala resto-resto kebanyakan gitu. Dan tentu saja, disertai dengan live musik! Live musiknya berupa tarian, awale ngira bakal tari perut gitu yaaa... ternyata yang nari mas-mas! 


Tuesday, June 13, 2017

amlop lucu buat lebaran hasil save dari pinterest

6/13/2017 04:15:00 PM Posted by shofie syamwiel , , No comments
lebaran rasanya ndak afdhal ya kalau ndak bagi angpo sama bocah-bocah. yah walau nominalnya ndak seberapa. tapi yang penting bocah-bocah itu seneng.

entah sejak kapan ada tradisi angpo gini, tapi yang pasti keinget dari jaman kecil paling seneng kalau lebaran salim-salim terus pulangnya dikasih uang. dan begitu sudah kerja, juga berkeiginan bikin para bocah seneng seperti saya seneng waktu kecil.

jadi ndak perlu lah diperdebatkan ya.. ya.. ya...

selain itu, angpo juga identik dengan uang baru. iya, uang baru yang masih keluar dari bank, tampilannya masih kinyis-kinyis bau uang baru. kalau istilah saya masih 'ngetak' itu duitnya. makanya seiring dengan suka ngasih angpo akan seiring sejalan dengan nuker uang baru. entah nuker ke bank langsung, nitip ke temen yang kerja di bank yang sudah inden dari awal-awal ramadhan, atapun bisa juga nuker sama bagian keuangan di kantor yang juga otomatis juga inden dari jauh-jauh hari yang begitu gajian atau thr-an bisa langsung nuker saat itu juga. 

dan ini amplop-amplok lucuk hasil save dari pinterest. dan temanya selera saya banged.  o iya, ngeprintnya gampang banged. bisa langsung print image atau bisa juga dicopy paste dulu ke word. terus satu A4 bisa muat dua pict. dengan catatan pictnya dirotate jadi landscape dulu. oke check it out :

Seri Antariksa


Seri Kucing Putih

Seri Mawar

Sering kucing ngumpul

Seri dedaunan

Seri Antariksa hitam putih

Seri Kaki Hewan

Seri Micky

Seri Semanggi

Seri warna warni

Seri Flora fauna

Seri Pooh

Seri Kucing Lagi
Gimana lucu kan? kalau ada yang nyasar di blog ini monggo bisa langsung di print. o iya, dengan catatan bukan untuk tujuan komersil ya. karena ini saya juga copas semena-mena dari pinterest. ^^

Dan setelah dicetak jadinya kayak gini :

Amplopnya tinggal kasih nama 

Thursday, April 13, 2017

Game of Thrones ala Shalahuddin Al Ayyubi

4/13/2017 01:49:00 PM Posted by shofie syamwiel , , , , No comments
Si Benteng berdiri megah dari balik pagar


Begitu kelar di Khan El Khalili kita mlelanjutkan perjalanan menuju Pyramid Giza. Awalnya ngira bakal mampir ke Al Azhar atau paling ndak berhenti sebentar di plangnya Al Azhar buat foto-foto. Ternyata hanya bisa lewat dadah-dadah.

di sepanjang perjalanan melewati beberapa spot. Diantaranya adalah benteng Shalahuddin Al Ayyubi. Benteng ini dibangun pada tahan (antara) 1176 s/d 1183 Sebelum Masehi. Dibangun di bukit Muqattam dengan ketinggian sekitar 10 meter dan lebar 3 meter. Konon benteng ini terdiri dari tiga bagian demi taktik perang. Saya jadi bayanginnya kayak peperangan di Game of Thrones yang mana waktu itu Kings Landing dibawah Klan Lannister diserang sama Stannis dari klan Baratheon tapi kemudian si raja Jofrey menang karena taktik perang yang cemerlang dari pamannya si Tyrion Lannister.



Kira-kira begitulan imajinasi saya jaman dulu dalam membayangkan Benteng Shalahuddin ini. Secara benteng ini menghadap ke tiga kawasan yaitu utara (Syiria dan Palestina), timur (semenanjung arab) dan barat (Mesir).

Apalagi benteng ini dibangun setelah Shalahuddin juga mengalahkan dinasti Fatimiyah yang juga menjadi runtuhnya masa kebesaran ajaran syiah di mesir, afrika utara (tunisia, aljazair, libia), syam (suriah), lebanon, palestina, dan yordania. Imajinasi saya itu negara-negara yang paham syiahnya runtuh semacam menjadi klan-klan yang akan menyerang kings landing. Dimana Kings Landing ini adalah Mesir dan klan sisa seperti Taegaryan, Stark, Greyjoy dkk adalah negara-negara yang dulunya dibawah dinasti Fatimiyah.

Begitulah imajinasi saya beranalogi. errr... sepertinya imajinasi saya jadi kemana-mana. =))

Oh iya, back to topic : Shalahuddin, kemudian menjadi pendiri dan penguasa dinasti Ayyubiyah.

Dan didalam benteng ini terdapat beberapa objek wisata antara lain masjid muhammad ali pasha, museum angkatan perang mesir, bekas penjara dan taman-taman yang indah.

Selain hal diatas yaitu ancaman dari beberapa kalangan kaum muslim yang terpecah belah jadi beberapa kekuasaan.  Shalahuddin juga mendapatkan ancaman dari tentara Salib yang waktu itu bertujuan untuk menaklukkan dan mengambil alih Baitul Maqdis.

Mungkin begini kira-kira percakapan antara Shalahuddin (Sha) dan perdana mentrinya (PM)

Eh, kayaknya musuhku bakal banyak ini. You knowlah sudah berapa negara yg wes tak taklukkan.

PM : dhalem sultan

Sha : ojo ojo dhalem-dhalem wae, aku ki takon kowe ada ide rak?

PM : ehm... pripun kalau kita bikin benteng aja sultan? Benteng pertahanan gitu.

Sha : wah boleh juga. Enaknya bikin dimana ya?

PM : di pulau ini sultan, strateginya kayak perak khandak gitu tapi kita ndak perlu gali parit, kan udah lautan gitu.

Sha : wah ide lu boleh juga. Terus terus...

PM : iya jadi kita bikin benteng setinggi 10 meter, lebar tiga meter. Strateginya gini. Pasukan panah sampe lapis ketiga.

Sha : tapi kalau pake taktik itu. Ntar kita kalah dong. Kayak di Games of Thrones

Pm : ya ampun sultan. obrolan ini ada jauh sebelum Games of Thrones muncul di tipi.

Sha : oh iya yaaa *kayang*

...

Wednesday, April 12, 2017

Niatnya ngunjungin ustad ilyas Tapi ternyata...

4/12/2017 12:15:00 PM Posted by shofie syamwiel , , , , , No comments
Ustad ilyas ndak terimo KCB 1 dan KCB 2 the movie, tapi lanjut KCB sinetron yang seabis itu malah nikah sama mba alisa soebandono dan bikin kueh kekinian Jogja Scrummy yang didapuk sebagai oleh-oleh khas Jogja. Lah?....

Terus kudu ngapain dong kalau orang yang pingin didatangin jebul ternyata sudah pulang ke tanah air? Ya mending jalan-jalan menyusuri cairo mesir dong ya? Kemana aja? Yuk mari kita kemon mulai kisah petualangannya.

...

Jadi kalau dengar kata Mesir apa yang ada di kepala kita? Luxor? Zuma? Alexandria? Huruf Hieroglyph? Firaun? Nabi Musa? Piramid? Sphinx? Terusan Suez? Sungai Nil? Cairo? Al Azhar? mas Fahri? mas Azam? Eaaaa...

...

Kalau menurut Wikipedia, Kairo (bahasa Arab: Ψ§Ω„Ω‚Ψ§Ω‡Ψ±Ψ©, dialihaksarakan sebagai al-Qāhirah) adalah ibu kota Mesir. (Qāhirah sekilas kebaca sebagai Gua Hira' yaaa...). Daerah Kairo Raya memiliki penduduk sekitar 16 juta jiwa. Kota ini adalah kota terbesar di benua Afrika dan juga Timur Tengah. Kota ini adalah satu-satunya kota di Afrika yang memiliki sistem metro. Oleh penduduk setempat, kota ini disebut Misr atau Masr (dalam bahasa Indonesia diserap menjadi "Mesir"). Kairo Islam, salah satu daerah di Kairo, adalah sebuah warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1979.

Jalanan keluar bandara nan gersang
Jalanan yang biasanya hanya bisa dinikmatin di film-film atau google street view sekarang bisa merasakan sendiri. 
...

Terdengar suara flight attendance announcement untuk mengencangkan sabuk pengaman, melipat meja, membuka jendela karena pesawat dengan nomor penerbangan SV307 tujuan Mesir akan segera mendarat. Saya yang waktu itu tidur-tidur ayam segera melek. Melihat kebawah yang tampak hanya padang pasir bergaris-garis panjang, yang ketika hampir mendarat saya tahu garis-garis panjang itu adalah jalanan.

Gersang dan juga sesekali sekumpulan bangunan.

Bisa dibilang penerbangan ini agak memakan waktu yang lama dari yang dijadwalkan karena ternyata sempat terjadi turbulensi. Turbulensinya kerasa sekali. Kopi di meja saya hampir tumpah muncrat miring-miring. Yang juga mengakibatkan perut terasa juga ingin ikutan berontak.

Di depan terminal dengan cuaca cerah nan semriwing
Seturunnya dari pesawat cuaca semriwing mulai kerasa, saya cepat-cepat menuju bis biar ndak terlalu kerasa dinginnya. Sesampai di terminal kedatangan kita langsung menuju antrian imigrasi. Yang ketika antri jebul mas Arie sudah mengisikan form imigrasi buat se-grup. Syukurlah. Karena tadi pas ngisi form agak bingung pada pilihan tinggal di mana? Selain bingung mau tinggal di mana (address in egypt) pilihannya juga dalam bahasa arab dan huruf arab. Dan diantara beberapa pilihan cuman satu kata yang bisa saya baca yaitu dirosat. Lainnya jangan tanya. =)) eh bisa baca sitik-sitik deng walau ga tau artinya, secara itu dalam tulisan arab gundul dan saya bisanya arab pegon *eh =))

nyaiiik... anakmu nyampe Mesir, Benua Afrika! =)) 
Proses imigrasi juga tak ada kendala berarti karena kita kalau ndak salah pakai visa on arrival dan juga sudah diurusin sama travel yang nampung kita di mesir. Bahkan sebelum masuk imigrasi masnya sudah nungguin kita. Petugas juga langsung stempel-stempel tanpa ditanya-tanya.

Pas menuju baggage claim kok berasa aneh ya? Ini bandara apa bandara? Sepi amat. Padahal katanya Bandara Internasional Cairo ini adalah bandara terbesar kedua di Benua Afrika. Bayangin yaa.. kelas terbesarnya sudah kelas benua! Di baggage claim yang antri berasa hanya rombongan kita aja. Entah apa hanya perasaan saya mungkin.

Baggage Claim
Begitu kelar urusan bagasi, koper-koper kita diangkutin semua keluar terminal. Dan ternyata di depan sudah ada satu bus yang sudah nunggu. Dan ternyata jugaaa....jreeeng... ga cuman seeorang tapi sekompi mas-mas (berzambang) tentara dengan senjata berlaras panjang.

Yang kalau di instagram saya nulis gini :

Touchdown egypt demi mengunjugi makam ahjussi firaun. Begitu mendarat dengan syantik rasa capek ples jetlag rasanya kebayar sudah. Tapi.. tapi.. bandaranya kok sepi sekali ya. Terus-terus begitu keluar bandara rasa dingin langsung menusuk untung sudah sok-sokan ala eun tak style pake pasmina dijadiin syal. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Terus-terus langsung lemes rasanya disambut dengan sekompi mas-mas (berzambang) dengan senjata laras panjang di tangan. Tambah lemes lagi begitu ada temen @hanisiti1407 turun dari bus dan foto di hapenya dihapus. Astagaaa masnya sampe segitunya GRnya *eh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ dan ternyata itu tentara yang akan mengawal kita seharian selama eksplor Kairo. Sampe segitunya yaaaa.. tak kira karena abis ada revolusi atau apalah apalah. Ternyata kata mas guide (yang jebul lulusan salah satu pesantren ternama di Sumenep Madura) pendapatan terbesar Mesir itu dari pariwisata, makanya negara concern bener sama keamanan para turis. Jadi ndak bayangin kalau eksplor Mesirnya solo karir, njuk piye rasanya dikintilin mas-mas (berzambang) dengan senjata laras panjang.

Flat-Flat dengan tampilang eksterior seakan penuh debu. FYI di sini Badai Debu sudah kayak hujan kalau di tanah air.
Dan menurut info dari hasil gugeling ternyata mesir dalam kondisi krisis pasca diturunkannya Hosni Mubarak melalui revolusi mesir. Bahkan kondisi di Januari 2017 katanya lagi krisis-krisisnya, banyak penculikan elit politik. Dan kita ke mesir Februari 2017 coba. Opo ndak serem. Pantes ya tentara bersenjata laras panjang dengan santainya ada di ruang publik, pasti ndak mungkin kalau ndak sedang genting. Itu kata teman saya.

Eh tapi jangan salah, negara boleh dalam keadaan krisis poitik. Tapi warga Mesir itu warga paling bahagia no 5 di dunia loh. Memang ya, yang namanya kebahagiian itu dari hati terdalam ndak kepengaruh lingkungan. Laah.. simbak malah taujiyah...

Terus balik keatas lagi. Kudu ngapain dong kalau orang yang pingin didatangin jebul ternyata sudah pulang ke tanah air? Ya mending jalan-jalan menyusuri cairo mesir dong ya? Kemana aja? Yuk mari kita kemon mulai kisah petualangannya.

Khan el khalili + Masjid Al Hussain dan Al Azhar (dari kejauhan)

Khan El Khalili yang berorientasi ke dalam
Eksterior Khan El Khalili
Awalnya khan el khalili bukan merupakan pasar tapi semacam penginapan bagi para pedagang mancanegara atau caravanserai (begitu kata mbah gugel).  Makanya kemaren agak gimana gitu pas masuk ke kawasan ini, desainnya kayak desain sebuah flat, tempat tinggal bertingkat. Dengan void di tengahnya. Seperti kamar-kamar berjejer dengan teras di depannya. Tapi dengan konsep ke dalam bukan keluar. 

Suasana Khan El Khalili
Terus pas di pasar ini imajinasi saya juga melayang ke telenovela-telenovela di SCTV jaman dulu. Kayak merasakan kondisi apartemen mba Maria Marcedes kayak pasar Khan el khalili ini, dari segi desain dan juga keramainnya. Iya sepi...ndak patio ramai. Hanya ada beberapa penjual yang menggelar dagangan. Entah karena apa waktu itu masih pagi kali ya? Dan kita juga masuknya ke toko yang sudah dengan harga deal atau pas jadi tak ada tawar-menawar lagi. 

Sebagian barang jualan yang juga bercorak kuno
Mata uangnya pounds mesir agak susah didapatkan di money charger tanah air, jadi pas kesini saya bawa uang US dollar dan ketika pas mau bayar, Jedeeeerrrr... uang saya kurang. Dan untungnya mas penjual mau nerima uang rupiah. selain itu kita juga bisa tarik di ATM. 

We Are Plurk!
Selepas belanja-belanja di Khan El Khalili kita balik menuju bus yang tadi kita turun, pas depan taman masjid Al Hussain. Masjid ini konon sebelumnya adalah makam (kepala) Hussain setelah terjadinya perang di Karbala. Yang sampai sekarang erat kaitannya dengan sejarah Sunni-Syiah di masa silam. O iya, sepertinya di daerah jazirah arab yang erat kaitannya sama jaman nabi ada style makam yang kemudian dibangun masjid. Maka ndak kaget ada masjid Abu Bakar, masjid Amr bin Ash, dsb. 


ndak tahan kalau ndak pose ala-ala
Untuk masjid Al Hussain sendiri style bangunannya agak-agak gotik mirip kastil dengan menaranya menjulang. terus di depannya ada payung-payung seperti di masjid Nabawi yang waktu itu kondisi payungnya lagi tutupan. Nah untuk di dalamnya saya kurang tahu karena ndak masuk. 


mode panorama : Khan El Khalili bersebelahan dengan masjid Al Hussain


Masjid Al Hussain
Al Azhar adalah masjid pertama yang didirikan di tengah kota Kairo. Konon, nama masjid ini berasal dari nama putri Nabi Muhammad Saw., Fatimah Az Zahra. Nama yang memiliki arti “kegemilangan.” Dan ternyata juga waktu Al Azhar pertama berdiri, kampus ini juga berpaham Syiah yang seiring dengan keruntuhan dinasti Fatimiyah, Al Azhar juga berubah menjadi kampus berpaham Sunni. 



to be continued...

Friday, March 3, 2017

umroh cara mandiri apa umroh backpacker?

arek iki sempel, koen ga wedi hilang nang negoro uwong ta?
umroh kok backpacker, terus nginap-nginape piye? ibadahe piye?
arek iki ngawur bin nekat, tapi patut dicontoh.
eh gimana itu caranya sik?
kok bisa umroh backpacker?
abis berapa sik totalnya?

itulah sedikit rangkuman komentar dari beberapa teman saya terkait kepulangan dari umroh kemaren. iya sepulangnya karena menjelang keberangkatan juga minim ada yang tahu. ya masak mau umroh kok pake woro-woro, niatnya sik mau posting poto jalan-jalan aja sik. yang walau akhirnya tetap aja posting poto jalan-jalan di Mekah dan Madinah. dyaaaaaar!!

jadi begini pemirsa sebangsa setanah air (ambil mik, mulai press conference). lagi asik-asiknya nonton drama korea makbeduduk dapat pesan wa dan serangan telegram dari yang namanya mas Arie. siapa mas Arie? mas Arie adalah temen yang awalnya tahu di internet (apaaaa? internet?) biasa aja kaleeee... jadi saya sama mas Arie ini tahu di yang namanya forum myquran, islam for dummies. saya yang tahu mas Arie, mas Arienya ga tahu saya.  terus pernah dengar dari teman kalau mas Arie ini juga suka jalan-jalan. tahun berlalu akhirnya ketemu mas Arie dalam sebuah acara buka bersama kalau ndak salah. dan dari itu beliau cerita tentang umroh backpacker. ih kok keren! kan jadi pengen. nah abis itu suka minta dikabarin ke mas Arie kalau dia ada acara umroh backpacker lagi.

beberapa waktu berlalu akhirnya mas Arie ngabarin kalau dia mau umroh backpacker lagi. tapi waktu itu saya kebanyakan galau aka ga punya duit. jadinya skip. dan kok makbeduduk di awal Nopember 2016 mas Arie ngirim pesan wa dan telegram lagi. isinya gini (tak copas langsung aja ya) :

Umrah Cara Mandiri + Cairo. 14 – 25 Februari 2017.
1 hari Cairo, 4 hari Madinah, 5 hari Mekkah.
Tiket Saudi Airlines KUL > CAI > JED > CGK = 5,764,100 saat ini dan bisa berubah.
Perkiraan akomodasi Cairo, Madinah dan Mekkah ± 650 - 700$
Akomodasi termasuk :
- bus
- hotel Madinah *3 ± 250m
- hotel Mekkah *3 ± 450m
- mutowif (guide)
- tour leader
- catering
- transit Cairo sehari (hotel, bus, guide, visa Cairo) dan city tour Cairo.
- visa umroh. *Tidak termasuk bagi yang sudah pernah Umrah sebelumnya*
Tidak termasuk :
- tiket ke KUL dan biaya transit (makan & minum masing-masing).
- tiket dari CGK pulang ke kota masing-masing.
- perlengkapan Umrah, silahkan beli sendiri sesuai selera.
Pembelian tiket lewat CC insya Allah bisa dibantu tanpa biaya tambahan.
Info lebih lanjut
Arie (pas ini diposting belum minta ijin apa boleh naruh kontak beliau)
Biaya fix akomodasi insya Allah nanti setelah pendaftaran ditutup.
Melebihkan biaya sebagai persiapan dan tindakan jaga-jaga tentu lebih baik.

abis baca itu jadilah galau akut. tiketnya murah euy. tapi-tapi kalau ditotal sementara itu berapa duit dulu? sambil otak mikir kemana-mana saya cuman mbales : sek mas, tak semedi dulu. 

beberapa hari kemudian mas Arie ngirim pesan lagi, jadi ndak? hatik sudah jadi tapi galau ga ada teman. (lumayanlah, sebagai kado buat diri sendiri juga. jadi awalnya keputusan iya, berawal dari keputusan impulsif) akhirnya ngirim pesan wa ke beberapa teman. yang respon iya cuman mba Nina. dia jawab ayuk Chop, kamu gimana? kalau mba ikut, aku ikut. piye mba? iya ikut aja Chop. abis itu langsung bales mas Arie bilang mau ikutan sama satu teman. ndak berapa lama mas Arie telpon ngajak ketemuan dia mau njelasin bla blanya, tapi sayang waktu itu sudah siap-siap berangkat kondangan. terus mas Arie ngajak ketemuan lagi besok malamnya. katanya info yang dia sampaikan langsung akan beda penerimaan dari pada hanya dia jelasin pake wa atau telpon. dan sayangnya lagi besok malamnya saya juga ada kondangan ke Jogja. mas Arie desperate terus bilang, ya wes mending besok bolos aja kerjanya. ketemu saya tak jelasin terkait teknisnya. dan jadilah besoknya saya bolos? oh tidaaak... saya kan karyawan telatan ya, jadi ke kantor absen dulu terus keluar ke tempat mas Arie terus ijin datang telat. #muleks 

nah seabis ketemu mas Arie, diminta ngirim paspor by wa buat keperluan beli tiket. secara saya kan ga punya credit card. nah seabis ngirim pasport mas Arie telpon lagi. itu beneran namamu cuman satu kata? iye mas. terus ini mending kamu tambah nama pasport dulu aja deh baru beli tiket. tapi ya itu, tiket bisa naik atau turun selama kamu ngurus proses tambah nama. dan saya lempeng aja jawab, pake satu nama dulu aja gapapa kayae mas, kemaren ke Singapore lolos kok walau satu nama. ntar nama depan sama belakang dibuat sama aja, jadi Shofiyatun Shofiyatun. dan alhamdulillah proses ticketing ini kelar. pas tanggal 6 Nopember saya sudah bisa gegulingan di manage booking Al Furtsan punya Saudia. 

seabis itu kelar? tentu tidak. selain puyeng ini gimana cara ngumpulin duit buat bayar biaya umrohnya? karena hasil itung-itungan total paling ndak kata mas Arie nyiapin duit sekitar 17 juta untuk angka amannya. 5 juta sudah untuk tiket. terus 12 juta piye ngumpulinnya selama tiga bulan? ya weslah dipikir sambil jalan saja. kalau memang takdirnya semoga ada rejeki. kalau bukan takdirnya nanti tinggal refund tiket aja. kelebihan mas Arie dalam hal ticketing adalah dia nyariin tiket promo yang bisa refund. baik yaaa...

sekarang mari abaikan dulu perkara perduitan, seabis tiket munculah pritilan lain lagi. ngurus visa Arab ga bisa dengan nama dalam satu kata yaitu Shofiyatun. dan untuk ngurus penambahan nama di passport harus pake travel yang menerangkan bahwa beneran akan berangkat umroh dengan nama travel itu. sedang saya kan ndak ada. bironya mas Arie Safar Jazira juga ndak bisa ngeluarin surat keterangan. akhirnya jalan satu-satunya adalah pake jasa pasport. dan itu bayar 400 ribu. dan begitu pasport kelar ternyata penambahan nama hanya diketik biasa di bagian endorsements. tau gitu ketik aja sendiri napa? plaaaaak!! 

sehabis urusan pasport kelar, sama mas Arie dipaksa diminta ngurus perubahan nama di ticket Saudia, diminta ngurus sendiri ke konter Saudia di Wisma Darmala aka Intiland Tower. karena males motoran panas-panas kesana, akhirnya email-emailanlah sama customer servicenya Saudia yang mana bisa dilakukan penambahan nama di ticket tapi kena biaya yang saya lupa berapa. duh gusti duit lagi. 

akhirnya karena saya penghematan ketat eman dong ya ngeluarin duit lagi. jadilah akhirnya meluncur ke Intiland Tower demi rename nama di tiket. Sampai sana ternyata ndak bisa rename. tapi bisanya ngasih keterangan bahwa ticket atas nama Shofiyatun nanti terbaca sebagai Shofiyatun Samwil Sihabuddin. (seperti penambahan nama di passport. by the way nama baru saya itu tiga generasi loh!) Sebenarnya agak-agak malas sebenarnya urus nama di ticket ini. tapi kata mas Arie, timbang kamu nanti bermasalah di negeri orang hanya perkara nama mending dari sebelum berangkat sudah fix duluan ketimbang nanti berabe. prepare worse case lebih baik ketimbang nanti kena masalah. oke fine!

urusan tiket kelar, urusan nama di pasport kelar. makbeduduk disela lembar lembur dapat wa teror lagi yang isinya : kamu mau vaksin kapan? hyaaaaa....  

dari kemaren-kemaren agak kucing-kucingan sama kantor perkara ijin-ijinan. kok kayae piye ngono bolak balik ijin sitik-sitik ada keperluan. akhirnya ceritalah ke pak manajer, kalau mau umroh backpacker. jadi mohon maaf kalau bolak balik ijin ngurus pritilan. alhamdulillah pak menejer baik kali, saya diumbar-umbar terkait perijinan selama kerjaan ndak kebengkalai. jadilah besoknya pas kerjaan lagi rada senggang ijin ga masuk setengah hari demi keperluan vaksin. dan ternyataaaa... antriannya panjang, saya yang datangnya agak siang gegara safety riding menerobos macet jadi ga dapat antrian. untungnya di sana ada mas Arie dan mas Wawan yang ngambilin antrian buat saya.  o iya, untuk vaksin kena biaya 300 ribu. 

ndak jeda berapa lama dari vaksin kelar, dapat wa teror lagi. kapan beli tiket ke KL? hyaaaaaaa.... duit lagiiii... memandang nanar klik bca dengan angka mengenaskan. akhirnya belilah tiket ke KL dari maskapai Airasia seharga 700 ribu sekian yang ternyata saya melakukan kedodolan dengan ndak beli bagasi. jadilah pas mau berangkat harus beli bagasi seharga 340 ribu. 

urusan tiket Saudia kelar, urusan nama di pasport kelar, urusan vaksin kelar, urusan tiket ke KL kelar, urusan tiket Jakarta Surabaya kelar. akhirnya beranjak ke urusan VISA. karena saya berangkatnya single fighter dan butuh muhrim akhirnya dibuatin surat muhrim dengan bayar 100 ribu. sama asuransi perjalanan 75 ribu. sama kemudian photo dengan tampak wajah 80 persen dan tanpa kacamata. urusan photo saya selfie sendiri di kamar terus diprint dicetak photo. 

oke semua pritilan kelar. waktunya nyicil bayar untuk LA Cairo, LA umroh dan beserta pritilannya termasuk nanti penginapan di KL selama dua hari. yang kemudian keluarlah angka sebesar 514$ . ndak jadi 700 us dollar. Alhamdulillah ya Allah...


terus-terus kok ya pas dapat giliran arisan sama bonusan kantor cair. yang awalnya pucing pala belbi jadi hepi bisa segera bayar lunas. ternyata kalkulus rejeki ndak bisa diitung dengan nalar dan logika yaaaa.... maturnuwun gustiiii.

menjelang sebulan sebelum keberangkatan visa umrah sudah jadi. bahkan kita juga dapat keplek tanda pengenal. o iya, ada aplikasi umroh cerdas punya Depag yang bisa diinstall di hp android. jadi buat tahu apakah semua administrasi kita sudah beres apa ndak. kita tinggal masukkan no pasport aja. maka nanti akan muncul terkait teknis keberangkatan kita. berangkat kapan pulang kapan. naik apa? di Mekah dan Madinah tinggal di hotel apa? nama Muasasahnya siapa? nama Mutowifnya siapa? jumlah rombongan berapa orang? lengkap euy! Jadi ya, kita jadinya umroh mandiri secara cerdas! eaaaaaaaa... 

Jadi totalnya kena berapa bok? yang awalnya diminta saving money di angka 17 juta. yang kepake hanya sekitar 14.799.000 (anggap 15 juta) dengan rincian sebagai berikut :
  1. tiket Airasia Sub-KL 752 ribu
  2. bagasi Airasia 340 ribu
  3. penginapan di KL 110 ribu
  4. tiket Saudia KL-Jeddah-Kairo-Jeddah-Jakarta 5 juta (tepatnya 4.9 juta sekian)
  5. hotel Kyriad dekat Soetta 250 ribu
  6. Sriwijaya Jakarta-Sub 178 ribu
  7. bagasi Sriwijaya 294 ribu
  8. surat muhrim 100 ribu
  9. vaksin 300 ribu
  10. tambah nama pasport 400 ribu
  11. asuransi 75 ribu
  12. biaya umroh seperti broadcast di atas sebesar 514$ (setara dengan kurang lebih 7 juta) 

ini dari segi biaya ya. sekarang segi lain-lainnya. Umroh cara Mandiri ini kita beneran (disiksa) dituntut untuk mandiri. Jadi jangan harap kita hanya tinggal melenggang kakung terima beres. NO! semua sendiri. Mulai dari urusan check in, bagasi, beli air zam zam dan juga waktu. Jadi kalau kita tidak disiplin ya wes ditinggal. 

terus-terus kok bisa murah gitu? tinggalnya di mana? di hostel-hostel atau ngemper di terninal gitu? NO! selama di Mekah dan Madinah kita kayak jamaah umroh reguler kok, tinggalnya juga di hotel normal kayak jamaah kebanyakan. kenapa murah? karena ada pemangkasan biaya gitu deh. kita ga ada seragam. ga ada mukena/ baju ihram seragam, ga ada koper seragam, ga ada porter. Jadi murni semua dilakukan sendiri secara mandiri. 

terus-terus ada manasik ndak? Kemaren kita ada, bahkan saya yang ndak datang pas manasik pertama diteror di kirim pesan wa lagi buat harus datang di manasik kedua. 

dan untuk yang belum pernah umroh jangan hanya ngandalin manasik, tapi harus belajar sendiri secara mandiri. kitab gugel sama youtube 24 jam ada kok. 

oke, sepertinya sekian dulu. cerita tentang jalan-jalan umrohnya nanti yaaa... dipostingan selanjutnyaaa.... 

Tuesday, February 7, 2017

tentang ganti kartu

2/07/2017 03:41:00 PM Posted by shofie syamwiel 1 comment

beberapa waktu lalu, saya dengan sukarela tur terpaksa akhirnya ganti simcard baru dengan nomor lama. sekalian biar ada alasan buat ganti di jaringan 4G juga.

pertanyaanya adalah kenapa sukarela tur terpaksa, ya karena awalnya sok-sokan mau motong kartu sendiri yang sudah mini jadi nano, njuk makbeduduk simnya ndak kedetect. padahal ya.. kayae gampang gitu tinggal sret-sret pake gunting kelar. yang ternyata berujung simcard juga kelar. jadi terpaksa dong ya datang ke xl center dengan sukarela. kalau ndak sukarela kudu terima nasib sak nomor-nomornya mati.

mungkin kalau orang lain, halah.. tinggal beli nomor baru aja rak wes. entah kenapa urusan nomor-nomoran saya ndak bisa sesimpel itu.

pernah kapan hari saya diteror seseorang karena kesalahan teman saya yang bikin geger sedivisi, terus teman saya dengan entengnya bilang. halah mba. ganti nomor rak wes. ga bakal diteror lagi. dan saya langsung dengan nyolotnya bilang kenapa harus ganti nomor? wong saya ga salah. dan saya pingin ngepruk teman yang buat kesalahan tapi ga merasa berbuat salah itu.

lah mba.. kok malah cerita kemana-mana. intine sama nomor aja saya setia. apalagi sama kamu nanti, mas... eaaaak (haha)

dulu saya punya pengalaman sama, kartu m3 saya sempat ndak kedetect. dan prosesnya juga cepat. jadi pas berangkat ke XL center Margorejo sudah pede aja proses juga bakal cepat. namun kenyataan ternyata ndak sesuai harapan. nyampe sana antriane lumayan panjang. saya nomor antrian 807 dari 801. lumayan antri enam orang. begitu sampai giliran saya.

mba cs : selamat siang ibu, bisa dibantu?
saya : ini mba, kartu saya ndak kedetect. sekalian ganti yang 4G ya mba.
mba cs : (dengan gestur gak acuh) sekarang semuanya sudah 4G kali mba
saya : oke
mba cs : boleh minta nomor sama ktp mba?
saya : nyebutin nomor sama ngasih ktp
mba cs : ibu, ini nama di nomor sama ktp ndak sama
saya : lo iy ta? seingat saya sama dulu pas tak daftarin
mba cs : ibunya beli di konter ya?
saya : iya (sambil mbatin kalau ndak beli di konter njuk kudu beli nomor di mana coba? ) emang kebaca sebagai siapa mba?
mba cs : (nyebutin kumpulan huruf) ibu, ini saya butuh waktu dua hari buat kroscek data, karena nama sama nomor ndak sama
saya : segitu lamanya ya mba? emang mau kroscek data apaan sih?
mba cs : data yang ada sama data yang di saya (ngembalikan ktp)
saya : (ndak mudeng mana data yang ada sama data di saya) terus berari saya senen balik ke sini mba? bisa langsung kelar ndak itu mba?
mba cs : ga bisa ibu, ibu nanti harus isi form-form dulu, terus saya kroscek.
saya : (sudah ga betah lama-lama ngadepin mba cs) oke de mba, makasih ya.

karena masih gregetan masak sih sampe segitu lamanya? saya mengarahkan motor ke pom bensin ngisi bahan bakar dulu, sehabis itu masih dengan perasaan radan mangkel langsung menuju xl center yang di jalan pemuda. sampainya di sana antrian juga lama, tapi karena slot meja cs-nya banyak jadi ndak perlu seantri kayak di margorejo. ga jeda berapa lama giliran saya di panggil.

mba cs : ada yang bisa dibantu mba?
saya : nomor saya ndak kedetect mba, mau ganti kartu
mba cs : dengan mba siapa? dan nomornya berapa?
saya : nyebutin nomor
mba cs : terakhir ngisi pulsa brapa mba?
saya : sepertinya 50 mba, saya agak lupa-lupa ingat
mba cs : biasa pake paket data apa?
saya : beberapa bulang terakhir sempat 6gb yang 100 ribu, terus sebulan terakhir pake yang 3gb 50 ribu, terus yang tambahan kuota jadi 6gb 80ribu kalau ndak salah mba. (terus mikir oh jangan-jangan ini yang dianggep kroscek data ya, terus nambahin lagi) terakhir saya isi pulsanya di tokopedia mba, sebelumnya gojek sebelumnya lagi pake atm bca sama mandiri (sambil mbatin too much info ga ya? (haha))
mba cs : bawa kartunya mba? sama boleh minta ktp?
saya : nyerahin kartu sama ktp
mba cs : (ngasih kartu baru, terus nempelin kartu lama di sebuah form yang saya ttd. terus memfoto ktp) ini ktp mba, dan ini kartu baru mba.
saya : kena biaya berapa ini mba?
mba cs : free mba. ada yang bisa saya bantu lagi?
saya : ga ada mba. terima kasih ya...


saya... horeee. kartu baru. dan langsung kasih rating bintang empat di review google map. (haha)