Sunday, June 16, 2013
semanggi berdaun empat
Dan jebul banyak kisah yang tak temukan di binder kui. Terutama coretan-coretan pas stress ga dapat ide buat nyelesaiin tugas perancangan. Dan ini salah satu coretan temen saya di binder saya. Berupa komik edisi serial cantik. :*
Sofi, aku punya satu permintaan, tolong yaa...
Dulu, aku ingin sekali pergi ke hokkaido, katanya di sana ada bunga semanggi berdaun empat. Aku ingin sekali memikilikinya.
Karena itu, maukah kau membawakannya untukku? Soalnya aku ingin operasiku nanti berhasil.
Kak.. kakak... maafkan aku, aku belum sempat mengabulkan permohonanmu. Tetapi kakak.... T_T
Friday, June 14, 2013
job desk
oke, turun ke bawah kenalan sama orang-orang procurement dan sebagian orang proyek yang munculnya entah kapan. mereka udah kayak jelangkung aja. datang ndak dijemput pulang juga ndak diantar. *eh =)) kantornya juga sepi, ndak seheboh kantor lama yang ramenya subhanallah. o iya, di bawah juga ada pantry yang otomatis mulai saya jajah di hari kedua buat bikin kopi, anehnya.. ini orang-orang kantor kok ndak seberapa doyan ngopi ya? saya jadi ndak punya partner *eh =))
oke, balik lagi ke atas, ngadep komputer terus dijelasin nanti selama di sini tugas saya apa aja. jadi tugas saya di sini itu adalah :
- membuat harga penawaran ke owner
- membuat harga realisasi pekerjaan
- membuat progress pekerjaan
- membuat project request
- menghitung volume RAB versus volume Gambar
- menghitung pekerjaan tambah kurang
june here i am
dan sekarang, ndak kerasa sudah berjalan dua minggu saya berkutat dengan tantangan baru itu. iyap.. tantangan baru itu adalah saya resign dari kantor lama, dan pindahan ke kantor baru. kalau di kantor lama berkutat dengan dokumen tender tapi lebih ke user-nya, sekarang saya pindah ke bidang baru yaitu sebagai seorang planner di sebuah perusahaan kontraktor yang berlokasi di surabaya bilangan timur. dan kerjaan baru ini seru punya. semoga saya istiqomah di sini ya.
dan june, here i am. terhitung 3 juni saya sudah ngantor di kantor baru. walau di minggu-minggu pertama saya masih harus wira-wiri kantor lama-kantor baru sebagai resiko kepindahan yang terlalu mendadak. segala pilihan ada konsekuensi kan? dan sekarang.... saya sudah bisa full total di kantor baru. hwaiting !! (chop)
Wednesday, May 29, 2013
They will find their destiny
Aku menarik napas yang dari tadi tertahan. Entah, kenapa saat ini aku butuh sekali untuk menarik nafas panjang-panjang. Ku seduh lagi kopi di depanku yang sudah dingin dari tadi.
Menahan diri untuk tetap biasa-biasa saja, seakan tiba-tiba susah sekali aku lakukan saat ini. Tapi.. bukankah aku sudah terlatih melakukannya?
Gimana? Pertanyaanku kok ndak mbok jawab to? Itu pertanyaan yang keluar dari bibirnya. Setelah berteman cukup lama, dia tiba-tiba merasa ingin tahu. Ingin tahu lebih jauh tentang ini.
Kita berteman cukup lama, tapi bahkan siapa pacarmu saja aku tidak tahu. Entah kau memiliki pacar ataupun tidak aku tidak tahu. Oh... c mon!! Tidakkah sekali ini saja kamu itu mau membuka diri?
Kutarik nafas lagi dengan sangan dalam.
Kamu tahu jung? Menyukai seseorang secara diam-diam itu layaknya candu. Memabukkan. Hingga pada titik tertentu kamu akan merasa yang namanya ketergantungan. Ketergantungan akan rasa suka itu sendiri.
Ketergantungan yang lama-lama berubah menjadi rasa perih.
Orang yang kamu sukai tidak tahu bahwa kamu menyukainya.
Di setiap pertemuan-pertemuan kau bersikap biasa saja.
Ketika kamu merindukannya, kau tidak bisa mengatakan bahwa kamu rindu.
Kau tersedak mendengar kalimat-kalimat yang meluncur begitu saja dari mulutku.
Hei.. ini sudah tidak jamannya lagi kamu menyimpan rasa. Kenapa tidak kamu ungkapkan? Paling tidak itu akan membuatmu lega.
Tidak seperti itu jung. Aku menikmati rasa ini paket lengkap. Lengkap dengan semua suka sekaligus duka. Yang rasa sakitnya tak cukup untuk digambarkan. Aku hanya punya keyakinan. Bahwa setiap rasa akan bermuara. Dia akan menemukan takdirnya sendiri. Begitu juga dengan rasa ini. They will find their destiny.
Kau menggeleng-geleng.
Aku tak bisa memahami jalan pikiranmu. Bagaimana rasa itu akan menemukan takdirnya jika kau menyimpannya terlalu rapat?
Tidak seperti itu. Tidak.
*apakah kau tidak menyadari jung? Semua rasa ini.. semua rasa yang aku harap nantinya bermuara ini. Aku harap itu kamu. Tapi kamu tak menyadarinya.
Menepi untuk berteduh
'wes lama yo? kene ga metu mangan bareng?'
jleeeeb....
berusaha untuk tetap menunjukkan respon yang normal, walau hati rasanya sudah semacam mau melompat. 'iya, sampean wes lali ambe aku' tapi yang terloncat dari mulut cuman senyuman dan kalimat 'o iya ya?' seakan rasa itu tak pernah ada. seakan semuanya baik-baik saja.
memang semua baik-baik saja. di kamu. tapi tidak di aku.
trying to keep it normal. but i can't.
yap.. aku hanya perempuan biasa yang terkadang terlalu larut dalam rasa.
walau serigkali logika berlawanan arus dengan laju hati.
bukan dia orang yang aku ingini untuk berbagi. tapi entah.. terkadang rasa itu terlalu melambung. walau terkadang dia jatuh lebih dalam daripada dasar bumi.
-----------------------------------------------------------menepi hanya untuk berteduh--------------------

















