Thursday, February 22, 2018

Degdegannya ngurus Visa Korea Selatan


Lagi asyik gegulingan nonton drakor sembari ngerajut mendadak ada pesan masuk di whatsapp : Malam kak shofie.. Untuk berkas visanya sudah bisa disiapkan dari sekarang yah kak.. Mohon bantu info ke kak xxx dan kak xxx.. Tolong diusahakan max tgl 7 feb ya kak 😊 terima kasih.. Aku ke embassy nya jumat tgl 9 jadi at least tgl 7 sudah dikirim..

Setelah baca itu perut rasanya langsung melilit. Dan ndak butuh waktu lama pesan itu aku fowardkan ke WAG Oppa, Anyeong! Setelah itu mulai mpreteli lagi peryaratan berkas yang terdiri dari (sekalian mari kita pindai berdasar mana yang ada dan ndak, buat ngatur prioritas mana yang diurus pertama kali) :

  1. Paspor asli <<< ada 
  2. Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi) Jangan digunting, biarkan seperti bentuk kertas aslinya <<< ada . Untuk poin ini saya ndak hanya ngasih fotokopi visa/cap negara yang dikunjungi tapi juga halaman endorsment. Di sini ada penambahan nama saya yang awalnya satu kata jadi tiga kata.
  3. Formulir Aplikasi Visa à download di website Korean Embassy idn.mofa.go.kr (tinggal download dan isi)
  4. Pas foto background putih ukuran 35mm x 45mm sebanyak dua lembar, jangan ditempel. Awalnya mau pakai foto sisa ngurus visa buat umroh tahun kemaren. tapi foto sudah ketempel di visa. jadi ndak mungkin dong. salah satu cara ya foto lagi. yang untuk ini saya minta tolong teman kantor buat ngefoto saya pake hape. terus saya edit sesuai keperluan. print deh pake kertas foto.
  5. Fotokopi Kartu Keluarga <<< ada scanannya tinggal print
  6. Fotokopi KTP. Jangan digunting, biarkan seperti bentuk kertas aslinya <<< ada scanannya tinggal print
  7. Fotokopi NPWP. Jangan digunting, biarkan seperti bentuk kertas aslinya <<< ada scanannya tinggal print
  8. Surat Keterangan Kerja asli, dalam Bahasa Inggris, ada kop surat kantor. <<< belum ada. dan mikirin buat ini langsung mules. secara manajer HRDnya baru
  9. Fotokopi Bukti Keuangan : 
  • Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) <<< belum lapor
  • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir, harus minta di bank dengan cap dan tanda tangan pihak bank, bukan print di internet banking. <<< belum ada
  • surat referensi bank dalam bahasa Inggris. <<< belum ada
Visa dapat dipakai maksimal 3 bulan setelah diterbitkan
Lama stay maksimal di Korea adalah 30 hari setelah entry date di Korea.

Dan setelah saya pindai berdasar ada tak ada. Yang perlu diurus adalah bukti keuangan yang mana ini ngurusnya di jam kerja (bisa juga jam istirahat) serta surat keterangan kerja berbahasa inggris. dan yang jadi prioritas saya pertama kali adalah ke bank ngurus referensi dan rekening koran. Untuk SPT bisa online, untuk surat keterangan kerja tinggal cari format di google.

30 Januari 2018. Siang-siang jam ishoma segera milipir ke bank Mandiri dekat kantor. Ternyata untuk surat referensi itu yang bisa ngeluarin adalah bank cabang tempat kita pertama buka rekening. bisanya hanya ngeprintkan rekening koran saja.


31 Januari 2018. Siang-siang lagi saya melipir ke bank cabang Pemuda, tempat pertama kali dulu saya buka rekening. Kantor - Mandiri Pemuda itu it taked masing-masing sekitar 30 menitan. PP berarti sejam. Begitu sampe Mandiri Pemuda jam sudah menunjukkan jam setengah satu. Pas mau ambil antrian kata pak satpam ndak usah ambil antrian karena untuk surat referensi beda sendiri. 

Kemudian pak satpam nunjuk ke meja bertuliskan manager cabang. Ada dua meja di situ. Dua-duanya masih ada nasabah. Kata pak Satpam kalau meja sebelah kanan sudah selesai saya bisa kesitu. Karena bapak meja sebelah kanan yang bagian ngurusin surat referensi. Ya sudah saya sabar nunggu. Tapi... sejam dua jam kok yang bapak kanan ndak kelar-kelar ya.Malah saya sempat kena serobot karena ga ada nomor antrian. pas protes ke pak satpam katanya yang sabar dulu. Dan saya sudah esmosiiiiiiiiii... hahaha. dua jam bok, wes kelaperan, kena serobot antrian dan pak satpam ndak kooperatif ituuu... rasanya pingin tak makan bulet-bulet.

 

Saya gelisah, kaki sudah gerak-gerak ga karuan tanda nahan kesel. bapak meja sebelah kiri ngeliat. tapi dia juga sepertinya bingung mau bilang apa. atau juga mbatin ngapain saya duduk lama sedang di tempat dia sudah kosong dari tadi. saya wes tak sabar, akhire protes ke satpam satunya, si satpam kayae wes ndak enak ngelihat saya udah kayak ayam cacingan karena nunggu lama, terus diarahkan ke bapak meja kiri siapa tahu bisa membantu. dan ternytaaaaaaaaaaa.... bapak-bapak sebelah kiri ini bisa langsung kelar ga sampe 10 menit urusan minta surat referensi. Surat pengajuan saya di cek terus dibilang kena biaya 150 ribu yang langsung dipotong dari tabungan. berhubung sudah sore kan ya? saya diminta untuk balik besok paginya.

Hati wes lega, tapi yang namanya mood kadung amburadul karena wes berjam-jam ngacang dalam keadaan lapar. Sepulang dari sini langsung take away KFC dan kopi Chatime. Padahal bayangannya yaaa... mikirnya di Mandiri Pemuda cuman 10 menit, terus duduk-duduk ngemol dulu ngabisin jam istirahat. Taunya eh molor... au ah gelap. Balik kantor masik kondisi kesel. wakakaka...


Eh sampe kantor kebetulan ketemu pak Dirut di depan. terus belionya minta diprintkan bla bla kerjaan yang lumayan kudu ubek-ubek folder tahun kemaren. Eh pas lagi bek-ubek folder mendadak pikiran tercerahkan, kenapa ndak sekalian aja minta surat keterangan kerja buat visa ini?

O iya, surat keterangan kerja bukan untuk menunjukkan kalau kita kerjaannya baik tapi untuk menekankan bahwa : kita tidak akan mencari kerjaan atau stay permanent di Korea serta akan langsung pulang setelah trip berakhir


Yess!! Alhamdulillah!! hari ngeselin sehabis bete dari mandiri langsung ambyar. Berubah jadi happy ending. Hahaha...



1 Februari 2018. Pagi-pagi sekali sebelum jam 8 saya sudah berangkat motoran dari kosan menuju Mandiri Pemuda. O iya tidak lupa sebelumnya ijin datang siang karena ada keperluan ke bank. Sampai sana bapak yang sebelah kiri mejanya kosong. Tapi bapak yang sebelah kanan ada. Terus kemudian bapake ngasih tanda buat saya ke tempatnya. Sepertinya si bapak sadar saya kemaren nunggu terlunta-lunta lama, si bapak kemudian minta maaf atas ketaknyamanan pelayanan. Saya bilang ndak papa, sepertinya si pak satpam aja yang sepertinya kurang paham alur SOPnya. Oke, surat referensi dan rekening koran sudah di tangan. Saatnya balik kantor. 

Di jalan mendadak kepikiran lagi, keinget postingan di blog yang bilang jangan ada masukan uang dalam jumlah besar mendadak ke rekening. Karena nanti dikira hasil pinjaman atau utangan. Ottoke ottokee.. di rekening mandiri emang ada dadakan lebih dari biasanya, tapi itu bukan utangan. Mendadak kepikiran buat mampir BCA, buat minta referensi dan rekening koran. Yah walau di BCA jumlahe sitik karena emang gaji numpang lewat tapi paling ndak rekeningnya itu sehat. Pemasukan tiap bulan di situ.

Di BCA lumayan lama sekitar sejam. Karena emang bca langsung dibuat saat itu juga sama mba cs nya. Dan saya juga bolak balik paraf. Pokoe mba BCA ini teliti banged. O iya di BCA nominalnya ditulis sekian-sekian. Bisa sik ga pake nominal tapi nunggu beberapa hari. Saya wes ya wes rak masalah ada nominal wes babah.

akhirnya jam 10 kurang rekening koran tiga bulan terakhir dan referensi bank sudah di tangan. O iya ini untuk bulan januari tapi belum bisa ngeprint jadi yang saya dapat itu rekening koran bulan Desember-Nopmeber-Oktober. Dan sampe kantor karena ya kan masik degdegan akhire ngeprint mutasi rekening Klik BCA selama Januari. 

o iya, kalau ada yang mikir buat apaan sik pake referensi bank segala? kan wes ada rekening koran sama SPT? Jadi referensi bank itu ya semacama surat keterangan yang menjamin rekening ini wes ada dari tahun sekian dan tak ada masalah (disurat ref berbahasa inggris ini tertulis). 

Nyampe kantor ati wes rada adem, dokumen yang bikin nyut-nyutan sudah teratasi. 


Ok Next step tinggal pasfoto sama SPT tahunan. Untuk dua ini ndak perlu drama tinggal diurus dalam senyap. Dan tak butuh waktu lama semuanya sudah teratasi dan siap dikirim. O iya, ini saya ndak ngurus sendiri tapi pake jasa mbak Sarah TLW Project. Insyaallah kalau tak ada aral ke Koreanya nanti juga pakai jasa mbaknya. 

Dan Tanggal 3 Februari semua dokumen kelengkapan saya kirim ke mbak Sarah. Sisanya tinggal berdoa. Karena diapprove ndaknya Visa hanya Allah dan petugas imigrasi yang tahu. 

Tanggal 4 Februari 2018
---
---
---
Tanggal 19 Februari 2018. Nerima pesan di whatsapp dari mba Sarah yang berisi foto..... VISA APPROVED! Thanks Lord. Suwun Ya Allah.... 


Biaya Pengurusan Visa dan Pritilannya :
  1. Referensi Bank Mandiri 150.000 
  2. Print Rekening Koran 2.500 x 2 lembar = 5.000
  3. Referensi Bank BCA 50.000
  4. Print Rekening Koran 5.000 x 3 bulan = 15.000
  5. Jasa JNE + Asuransi = 18.000 + 5.000 = 23.000
  6. Jasa Urus Pasport = +/- 800.000
TOTAL = Rp1.043.000,00



Wednesday, February 7, 2018

Koridor; Surabaya Coworking Space



Jadi kemaren beberapa waktu lalu sempat ikutan pelatihan Gapura Digital Gratis punyae Google. Materinya itu berupa Siap Digital, Handal Digital dan Kelas Berbagi. Sebagai permulaan kemaren saya ikut yang kelas Siap Digital yang dibagi menjadi empat kali pertemuan. Yaitu ada Panduan Dunia Digital, Google untuk Bisnimu, Tips Website Efektif serta terakhir Pengenalan SEO (Search Engine Optimazion) dan SEM (Search Engine Marketing) 

Pas daftar ternyata alamat pelatihan di Koridor Surabaya Coworking Space. Yang dari penjelasan di web ternyata lokasinya berada di gedung ex Siola. Sering lewat tapi seumur-umur belum pernah masuk. Nah kebetulan pas dapat voucher gojek, jadi kesana saya ndak motoran dewe tapi pake gojek. #bilangajamalasmotoranmbak

Terus-terus, sebenarnya saya baru tahu kalau di gedung ex Siola ini ada coworking space, awalnya cuman ngira di daerah spasio atau loop aja. Mungkin saya berselancarnya memang kurang banyak ya. jadi rada gaptek dan ndak uptodate. 

Nah, untuk ke coworking ini kita ndak bisa masuk seenak hati. Karena ini pertama kali saya kesini saya isi semacam google form terus nyerahin KTP dituker sementara sama ID pengunjung. O iya, itu ID jangan lupa dipakai ya. Soalnya saya kemaren kan ID tak taruh di tas, terus blusukan foto-foto ditanyain satpam. Dan ternyata saya dinyuruh pakai ID biar ketahuan sebagai pengunjung terdaftar. Dan kalau misal ndak terdaftar pasti disuruh daftar dulu. 

Kemaren saya pelatihan di ruang Sesrawungan.Semacam ruang meeting gitu. Dengan tatanan meja ngadep ke arah si pemateri. Terus yang kedua ruang komunal bersama gitu. 

Foto di atas adalah tampilan pertama ruang Sesrawungan pas saya pelatihan. terus kalau yang di bawah ini saya moto ruang baur yang merupakan ruang komunal itu. 

Ruang Baur

Ruang Baur
Terus ada ruang Paduraksa. Kemaren di ruang ini pas ada pameran lukisan gitu. 


Kursi ayunnya menggoda sekali buat tidur dan berasa diayunin


Terus untuk koridornya sendiri juga lucu, kita bisa duduk-duduk sore sembari menikmati macetnya lalu lintas Surabaya di bawah kita. Koridor ini lumayan hijau, yang kalau misa hujan suasananya kerasa sendu. Selain itu juga banyak kata motivasi bertebaran di dinding-dindingnya. 



Koridor luar nan hijau

Kalimat motivasi Bung Karno




Koridor dalam
O iya, Koridor ini buka 24 jam loh. dan kalau misal penasaran bisa ceki-ceki di webnya langsung : https://www.koridor.space/


Wednesday, January 24, 2018

Oppa-oppa Berponi Lucu

Jadi sebenernya udah lama sik, nemu potongan poni lucu rambut pa-oppa ini. Yang paling tak inget dulu itu rambutnya Jang Hyuk di Fated To Love You. Terus makin kesini kok makin banyak ya? ga cuman Jang Hyuk tapi aktor lain juga. Jadi nyari ulang gegara liat foto Lee Min Ki. Itupun juga ga sengaja pas nyari film Shoot Me In The Heart, dan jadilan bek ubek mbah gugel demi nyari potongan rambut serupa. Apalagi juga lagi nonton Wise Prison Life kan, model poninya mirip walau tak sama. Dan Here We Go : 










Update 2 Februari 2018




Saturday, October 21, 2017

7 Tipe Pembeli (menyenangkan yang menguji kesabaran) di @esenaroma #secondhandbook

Saya pendatang baru di dunia online shop, maksudnya pendatang baru sebagai seller. Kalau sebagai pembeli sik sudah lama, yang sudah saya beli mulai dari terkecil-terbesar, sampai termurah sampai termahal. termurah terkecil mulai dari pernak pernik usb yang bisa dijadiin gelang, handuk portable sekali pakai, sampai beli koper, mesin jahit hingga HP. Dan Alhamdulillah, belum ada kendala yang berarti. 


Setelah menjajal sebagai seller, saya bisa menyimpulkan 7 tipe pembeli (menyenangkan) di @esenaroma #secondhanbook punya saya. Oke mari kita kenang keseruannya bakulan online. 


1. LABIL AKAN PRIORITAS

Kenapa saya nyebutnya labil? Karena sebenarnya dia ada kebutuhan yang lebih utama ketimbang beli buku di saya, tapi sepertinya dia juga tak kuat nahan jari buat belanja (buku). Percakapan antara saya dan mbaknya begini : 

Simbak : Mbaa, Ini xxx yg td komen di IG
Saya : iya mba, mau yang mana aja? biar saya ceknya. soale bukunya kan stoknya cuman satu-satu
Simbak : Wonderful muslimah, Sakinah bersamamu
Saya : dua aja mba? dikirim kemana? biar sekalian saya cekkan ongkirnya
Simbak : Andai aku jalan kaki, Bntr mba.. ngliatin atu2 ini 😂 SBY mba. Jln xxx Surabaya
Saya : siap.. take your time mba. temennya mba xxx ya mba
Simbak : Iyaah, Sama melawan miskin pikiran. 4 dlu mba.. klo ada yg baru boleh dicolek2. Emba jg tmne xxx kah. Eh mba aku punya stok buku2 nya ustadz Yusuf Mansyur. Bisa titip jualkan.. gmn syaratnya mba.
Saya : nanti yg ini tak kabarin lagi ya mba. emang mbaknya gpapa dijual 20ribuan bukunya? oke siyap mba.. tak hitungkan dulu ya. 4x20K+7K (ongkir) = 87K ya mba. bisa ditransfer ke rek BCA xxx atau Mandiri xxx.atas nama shofiyatun
Simbak : Ya gpp mba.. nanti klo pas luang ku bongkar2 dlu y. Okay tggu konfirmasi ku y
Saya : oke mba

TIGA HARI KEMUDIAN

Saya : Mbake, ini bukunya jadi ndak? Kalau ndak mau tak kasihkan ke yang lain. Ada yang mau beli soalnya
Simbak : Iya mb.. aku lupa. Masih di jalan ngurus surat2 ini mba
Saya : oke mba
Simbak : Bentar y mba

DAN TAK ADA KABAR SAMPAI BESOKNYA...

Simbak : Mb. Mohon maaf.. ksh tmn nya dlu aja gpp. Aduh anakq in dsuruh beli buku soal2 ujian disekolah nya. Maap yaa
Saya : Oke mba

ANTIKLIMAKS!!!

2. POKOKNYA MAUNYA SEKARANG!


Simbak : Ini masih ada ya?
Saya : masih kak
Simbak : Mau tapi bisa kirim hari ini?
Saya : baru bisa kirim nanti malam kak
Simbak : Oh, saya mau bawa pergi hari kamis soalnya
Saya : iya kak, ini bisa kirimnya baru nanti malam kak.
Simbak : Oke gpp deh, kirim pake jne yes aja xxx
Saya : oke bentar saya cek kan ongkirnya ya mba. Devils wear prada (20 K) + JNE yes (10 K) = 30 K ya kak. bisa ditransfer ke rek BCA xxx atau Mandiri xxx.atas nama shofiyatun
Simbak : Sy udah transfer ya
Saya : oke mba
Simbak : Ongkirnya kayanya 15rb ke menganti jd sy trf 35rb 😊 (BAIK YAAA... MBAKNYAAA...)
Saya : oke siyap mba
Simbak : Tlg dikirim nti ya. Makasih

3. TEST THE WATER

Ini tipikal pembeli yang nanya barangnya ada apa ndak, tapi ndak ada kejelasan mau beli apa ndak. 

4. KALAH CEPAT

Kalau ini belinya di Tokopedia. Dan ini tipikal Test The Water, nanya-nanya dulu barangnya ada apa ndak, dan kemudian baru memutuskan order SEPULUH HARI KEMUDIAN! Terus pesanannya tak tolak kan, karena selain kalah cepat, stok buku juga cuman satu. Eh abis itu masih nanya gimana dengan uang yang sudah dibayarkan. ASTAGAAA... UANGNYA BALIK OTOMATIS KALEEEE....

5. HIT AND RUN

Ini tipikal pembeli, sudah bilang iya mau beli. tinggal nunggu dia konfirm barang tinggal dikirim, tapi ga konfirm-konfirm. BYE! 
6. NAWAR, PHP, TERUS CURHAT TAK BERJODOH 

Ini mirip sama No. 4, bedanya adalah dia nawar harga buku dan paket ekspedisi. Padahal jelas-jelas saya naruh pilihan J&T dan POS Indonesia saja. Tapi sebenarnya barang yang sudah dia tanyakan itu sudah kebaca stock kosong dan berakhir dia CURHAT dan bilang GA berJODOH (yaelah kak, sudah jelas-jelas milik orang, mau nikung tapi ga niat eh malah bilang ga JODOH) *eh

7. TOO MUCH INFO DAN DRAMA


Simbak : Pagi. Saya yg mau order bukunya tdi di ig. Saya mau ambil Dear you Tea for two Singgah Nayla. Itu aja dulu. Kirim ke sidoarjo
Saya: Atas nama siapa kak? 4 buku x 20000 = 80.000 plus ongkir 9ribu. Total 89.000 kak
Simbak : xxx. Ongkirnya kok mahal. Pke apa (PADAHAL INI SUDAH JELAS DI GAMBAR PAKE J&T)
Saya: Bisa ditransfer ke Shofiyatun rek BCA xxx atau Mandiri xxx. Pakai j&t kak
Simbak : Aduh. G bs pke wahana aja

SIMBAK MULAI CURHAT

Simbak : Paket sy sjk awal bulan aja di jnt msh nyantol smpe skrg say. Maap2 ni...kapok jdinya. Maaf wahana ndak bisa kak. Aduh. Yaudahlah gpp wis. Ak bru bs trf bsok pagi gpp tah
Saya: iya ndak apa-apa kak. berarti ini saya keep dulu bukunya buat kakak ya. kalau besok ndak jadi. baru saya lepas ke yang lain.
Simbak : Iya say. Klo seumpama nnti sore sempet ya ak trf sore. Klo gak smpet ya bsok pagi jam9an
Saya: oke siyap kak
Simbak : Mksh y
Saya: sama-sama kak

DAN BESOKNYA...

Simbak : Say. Kyknya ak bru bs trf ntar mlm ni,plg kerja. Ni krjaan g bs dtgal. Gmn? No rek selain bca ada? Oh ada mandiri sih. Maaf gk kebaca

12 JAM KEMUDIAN. DIATAS JAM 21.00 WIB

Simbak : Udh ak trf y
Saya: Okeh siyap mbake. Besok insyaallah dikirim. Minta alamatnya mba
Simbak : Ni ak mau kluar kota. Kirim senin aja gmn?? Iya gpapa mba

DAN DUA HARI MULEKS INI SIMBAK JUGA BELUM KASIH ALAMAT 

Saya: Minta alamatnya ya
Simbak : Bntr ak ksh alamat. xxx . Mksh y
Saya: Okeh siyap mba. Makasih yaaa
Simbak : Krm senin atau selasa aja gpp. Ak kabarin klo ak udh drmh. Siyap mba


TIGA HARI KEMUDIAN...

Simbak : Say? Alamat penerima diganti aja bisa?
Saya: bisa Kak.
Simbak : Kirim ke sby aja..ak msh agak lama diluar kota soalnya Bisa gak?
Saya: bisa Kak. Nama, Alamat + No Hape
Simbak : Oke,bentar. xxx Ongkir g usah nambah kan?
Saya: ga usah kak. Insyaallah tak kirim nanti malam ya Kak
Simbak : Oke. Mksh yaaa
dan jadi pingin nyanyi lagunya mbak Taylor : The world moves on, another day, another drama, drama. But not for me, not for me, all I think about is karma. And then the world moves on.

Saturday, October 14, 2017

potrehkoneng, working space!

Iseng-iseng malam minggu gegulingan buka laptop. jomblo ya mbak? sebenarnya emang diniatin dari tadi siang sik, gegara abis blogwalking kebeberapa blog yang difollow di wordpress sama blogger. terus nemu ini. Akhirnya tadi siang sehabis baca blog itu langsung foto-foto area kerja sendiri. Terus sembari tadi nunggu di J&T pas kirim buku ngedit foto yang sudah diambil tadi siang. 

oke, check it out! 

Dan ini adalah my working space, di sebuah kontraktor syariah di surabaya!

Sebenarnya dalam setahun, meja kerja saya bisa berubah sampai dua-tiga kali. Ini terjadi ketika harus keliling ke proyek. Biasanya menjelang akhir tahun dan awal tahun saya ngantor di lapangan. Jangan tanya kalau kondisi ngantor di lapangan. 

Dalam satu buah direksi kit bisa isi sampai 10 sampai dengan 15 orang. Jadi mejanya dusel-duselan. Tapi untung karena saya kalau di proyek hanya sebentar saja, jadi ngantornya di ruang meetingnya direksi kit. duduk di meja dan kursi panjang. 

Dan kalau ini adalah permanen meja saya yang di kantor. 



Bisa dilihat meja kerja saya seperti di gambar. Disebelah kiri saya itu adalah printer A3, terus depan saya itu ada jendela. Depannya itu adalah teras, terus void terus seberangnya lagi ruang meeting. Dan teras depan jendela itu difungsikan sebagai tempat buat foto kopi dan segala pritilan ATK. Jadi kalau ada yang wira-wiri foto kopi dia berarti seliweran depan saya. 

Terus ada PC yang dua tahun sekali di upgrade, karena ngikutin perkembangan CAD yang juga selalu update. Yang kalau misal ndak diupdate secara keseluruhan palingan ditambahin HD sama RAMPnya saja. Sepertinya ini mengikuti kondisi finansial kantor. Yang kalau misal diupdate secara keseluruhan berarti saya PC baru. Sedang PC saya ini bergeser ke lapangan.

Terus agak ke kanan atas itu ada kalender dinding, biasanya saya buat oret-oret terkait deadline kerjaan dan jadwal tender. Penjelasan kapan, muncul Addendum kapan, berita acaranya muncul kapan, pemasukan kapan sampai kira-kira pengumuman pemenang kapan. Tapi lebih seringnya hanya ngewarnai buat batas pemasukan dokumen penawaran saja. Karena ini yang paling fatal buat saya. saya bisa diumbah sama pak boss kalau hitungan ndak kelar. 

Terus sisi kanan saya agak kesana, adalah co-worker aka rekan kerja. Terus dibelakangnya lagi adalah kabinet terkait dokumen dan pritilan lainnya. 


Yang kalau di zoom jadi kayak di atas areanya. sebelah kiri saya antara layar komputer dan printer A3 ada kertas print-printan oret-oretan dan beberapa brosur di bawahnya. Biasanya setelah saya nerima update-an harga terbaru, entah dari divisi logistik maupun subcon biasanya saya oret-oret. Ini juga ampuh kalau misal pak boss nanya progress dadakan. Karena kalau sudah kerja di sheet seribu sekian terus dapat telpon ditanya-tanya butuh waktu beberapa detik buar search. Belum lagi iya kalau yang ditanya adalah kerjaan yang pas saya kerjain, kadang baru aja close kerjaan A beralih ke B eh beberapa menit kemudian ditelpon ditanya progress A. Walau kadang juga sering buka beberapa windows kalau lagi hectic. 

Atau kadang penuh dengan gulungan gambar A3 kalau mata saya sudah siwer kalau harus buka dua windows Excel dan Cad. atau belum lagi kalau mendadak harus cek dokumen biddingnya. sampe atas printer akan penuh tumpukan kertas. 

sebelah kanan ada teh kemasan dari jaman baheula. Yang gelas itu pemberian bu kost waktu silaturrahmi sehabis lebaran. Yang botol kayae didapat sehabis kondangan. entah bulan apa sudah lupa. Terus ada minyak kayu putih juga. =))))


Sebelah kanannya geser lagi ada hand & body citra. Kulit kalau mendadak berasa kering suka pake itu. Tapi sampe detik ini dari beli belum dipake setetespun. =))

Terus ada tumpukan majalah proyek, ada kalender meja, biasanya buat ngitung progress pekerjaan ketika bikin time schedule. Semisal, ada proyek masa pelaksanaan 180 hari kalender. Maka sebelum buat Kurva S, saya akan cek ada berapa minggu. Mulainya di minggu keberapa bulan apa. Tanggal merahnya di minggu ke berapa. Selesainya diperkirakan bulan apa minggu keberapa. 

Terus itu juga ada wingko (tadi mba OB ngider ngasih jatah seorang dua bungkus wiko) terus ada kopi sachet. Kebetulan lagi pengen. O iya kemaren di meja ini juga ada sekotak tupperware kopi hitam tapi sudah saya bawa turun ke pantry. sama sebelah lagi ada botol tupperware isi air putih. Biasanya itu saya refill sampai dua kali.

Oke sekian... Mungkin ada yang mau gabung buat moto working spacenya?? 

Saturday, August 5, 2017

E01. Perjalanan menuju Mu

A post shared by shofiyatun syamwil (@potrehkoneng) on

Sedari awal tidak ada rencana untuk muterin Kuala Lumpur, sampai kemudian dapat whatsapp dari mas Arie, nanyaian tentang rencana di KLnya bagaimana. Saya yang waktu itu spanneng kerjaan karena mendadak harus turun ke lapangan selama beberapa bulan manut aja, tak jawab ngikut aja. tiket-tiketan sama hotel manut.

Yang ternyata rombongan mas arie ke KL-nya sehari sebelum penerbangan ke Jeddah, dan saya akhirnya juga ikutan. Mau jalan-jalan kemanapun manut aja. Secara niat awal di KL hanya transit tidur bukan jalan-jalan. Tapi apa daya, saya manutan kalau diajak jalan-jalan. Padahal bayar sendiri apalagi gratis? =))

Kasturi Walk
Akhirnya dibookingkan sama mas Arie hostel di jalan Hang Kasturi (yang ternyata dekat sama Kesturi Walk), namanya Fren Loft Hostel. Semacam hostel backpacker, yang bikin rada kaget karena ternyata hostelnya bertangga bukan pake lift. (Ya elah mba, kalau mau nyaman di hotel aja sono!) Dikarenakan ini pertama kali nginep di hostel backpacker jadi rada kaget pas dikasih kunci kamar. Saya sama mba Nina dapat kamar di lantai tiga. Begitu sampe lantai tiga rada kaget, secara hostelnya kayak diblog-blog, seruangan besar dengan tempat tidur tingkat berurutan sebelahan. Dyaaaar... bayangannya sudah kayak diblog-blog, piye kalau ntar di sebelah ada yang iya-iya? hyaaa.... (mbak-mbak, yang mbok baca itu blog backpacker apa blog mesum sik? =)) eh becanda deng, tapi lebih ke mikir iki piye ntar? secara kan kalau kebuka gitu ga mungkin lepas jilbab kan? terus juga ndak mungkin tidur jilbaban, yang ada pulang-pulang bisa kutuan. =))

Lobby Hostel
Mbak-mbak Malaysia ngedrakor martahon pas depan hostel, sepertinya sambil nunggu kendaraan. Simbak daebak memanfaatkan waktu seproduktif mungkin. Tanggunga drakor ongoing banyak ye mba? *eh 
Terus begitu cek lagi bukti booking, ternyata kamar saya ndak di situ, tapi di sebelahnya lagi ada kamar yang untuk sekamar berdua saya dan mbak Nina. Dan begitu sampe sini ternyata belum boleh langsung check in, nunggu jam sebelasan dulu baru boleh, akhirnya kita gegoleran aja dilobby sambil nikmatin wifi gratisan sambil nyemilin lunpia dan tahu bakso semarang bawaan mba Nina.

Dari rooftop hotel subuh-subuh
O iya, yang namanya mata rasa antara melek dan ndak, tapi tetep dikuatin buat melek sik ya. piye ndak ngantuk coba? kita penerbangan pertama Sub-Kul. mba Nina dari semarang sore, sampe surabaya jam tujuh delapan malam. saya sampe bandara jam sepuluhan malam. terus ngobrol sama temen sampe jam 11an (yang sudah dari jam tujuan nemeni mba Nina di bandara), sekitar jam satuan keluarga dari madura nyusul, terus jam tiga udah check in, lari-lari ke dalam nerobos kerumunan jamaah umroh. begitu check in ternyata masih harus beli bagasi (awalnya ngira free bagasi, secara bawaan cuman satu koper dan backpack yang beratnya ndak seberapa). Berdua sama mba Nina 700K. O iya ini juga pertama online checkin, tak kira tinggal kode booking aja ternyata pake scan pasport segala.

Mau cerita sedikit selama nunggu rombongan dari madura datang, awalnya mau nunggu di dalam tapi ternyata diminta keluar karena bandara tutup. Jadilah kita menuju ke musholla, pas di musholla ini ada mbak-mbak yang datang setelah kita. dari gestur tubuh sudah tak tenang. bolak balik nerima telpon. terus akhire sepertinya mbake ndak kuat buat ndak cerita, bahwa bapake di malaysia sakit, jadi dia tadi buru-buru dari probolinggo ngejar penerbangan paling malam tapi udah ga kekejar. akhire dapat tiket penerbangan paling pagi sama kayak saya dan mba Nina. gegoleran bareng di musholla. eh begitu rombongan dari madura datang saya sama mba Nina keluar dari musholla langsung ke ruang antar, eh mbaknya ngintilin. sepertinya mbake takut ketiduran dan ga bangun. secara penerbangan pertama kalau kebablasan ga lucu yekaaaan?? =))

Rombongan jamaah umroh reguler
Oke, check in kelar waktunya antri imigrasi. Lihat mas Arie mas Onny kayae lancar aja cepet ga pake ditanya-tanya. pas giliran saya eh ditanya-tanya, tujuan kemana ini di KL? tak jawab kalau di KL hanya nginep semalam aja, karena besok pagi ada flight ke Mesir. Masnya mandengin saya kayak ga yakin gitu. hampir aja bilang ini tiketnye kalau ndak percaya mase.. eh belum juga ngomong saya dipersilakan lanjut.

Juanda Terminal 2
Lolos imigrasi sudah, dilanjut kita sholat gantian. yang sholat pertama cowok-cowoknya dulu. Begitu ada satu kelar saya dan mba Nina langsung menuju musholla. baru aja kelar sholat, masih benerin kerudung udah kedengeran suara mas Arie buat segera gabung naik ke pesawat. Oke mas, karepmuu.. aku manuuuut =)))

Begitu mendaratkan pantat di kursi pesawat, pasang sabuk pengaman, ambil posisi wenak, langsung wes ndak merhatikan mbak pramugari hilir mudik. Bangun-bangun mendadak lapar, pas lirik bau makanan menyeruak. Ternyata pas sebelah saya yaitu jebul pak Didit (yang nantinya serombongan juga) lagi enak sarapan. saya pura-pura tidur ayam sambil nahan lapar. haha

Hore sampai KL!

Antri Imigrasi 
dan akhirnya perjuangan nahan ngiler selama bangun tadi berakhir juga. pesawat mendarat dengan manis di KLIA. begitu turun dari pesawat pingin segera nyari toilet, tapi mending imigrasi-imigrasian dulu aja, biar nanti tenang improvisasi lama-lama di toilet. Kita disuruh baris bareng rang-orang, tapi kalau yang transit aja macam jamaah umroh reguler yang seragaman bisa langsung tanpa baris langsung lolos aja kayaknya. di imigrasipun tak ada kendala berarti.

Lengang Euy
Juga masih lengang di KLIA2
kemudian kita istarahat di ruang tunggu sembari nungguin rombongan bu endang dari jakarta dan saya swafoto sama poster mas lee min ho, untungnya mas Onny bawa Surabaya Snow Cake dan mba Nina bawa Lunpia serta Tahu Bakso, jadilah itu makanan jadi korban saya. Sedang yang lain pada ke kantin cari nasi, sedang saya sementara cukup dengan ini saja, maklum kalau ndak karena lapar banged, di bawah jam sepuluh pagi agak susah buat masuk nasi.

Swafoto sama mas Lee Min Ho
tak jeda berapa lama rombongan bu endang mendarat juga. salim-salimlah kita, cipika-cipiki, sambil nebak-nebak dalam hati, yang ini siapa, yang itu siapa. oh iya, sembari saliman pake acara ngenalin diri dengan nyebut nama, secara sebelumnya hanya berkomunikasi via grup wassap saja, eh pas saya nyebut nama shofi, loh ini mba shofi ta? bayangan saya mbaknya itu tinggi besar, eh malah mungil gini. dan entah dapat komentar gitu dari siapa aja. dalam hati saya nyaut : segede ini mungil apalagi kalau ndak mungil. haha.

Peta Rute
sehabis kenalan yang cuman take a time few minutes itupun kita misah sesuai misi masing-masing. Saya dkk menuju ke Fren Loft, sedang bu Endang dan keluarga menuju penginapannya sendiri. Dari KLIA ke hostel kita naik kereta, lupa ongkosnya berapa. Cara bayarnya sama kayak kita kalau naik KRL atau subway gitu, cuman ini ndak berupa card tapi berupa koin warna biru. ini hanya perjalanan aja. O iya, stasiunnya ndak jauh beda kayak Indonesia kok. Malah saya sempat nyium bau pesing pas mau naik tangga. Pemandangan selama perjalanan pun juga tak jauh beda sama di Indonesia. Agak sebelas-dua belas lah ya.

Uri Tiket
Nunggu KRL
cie mbaknya
Kurang lebih dua jam sampailah kita di hostel. Mandi sholat, dkk. Waktu itu mas Arie ndak bilang berapa lama durasi istirahatnya, tapi yang pasti saya mba Nina sukses ketiduran. hahahaha. bangun-bangun sudah sekitar setengah tigaan, njuk di hape panggilan dari mas Arie sudah entah berapa panggilan. Terus mas Arie bilang agar kita langsung ke lobby aja. Begitu sampe lobby eh mas Arienya ga ada. ya udah kita turun cari-cari di jalan depan hostel ga ketemu juga. mendadak hape bunyi lagi tanda panggilan dari mas Arie lagi. Dimana? Loh ini aku wes di bawah mas, depan hostel. Lah? tadi tak suruh nunggu di lobby kok malah ke bawah? Lah sampean nya ga ada gitu di lobby, tak cari-cari ndak ketemu. Saya kan lagi di toilet. panggilan diputus. oke mas, karepmuuuu... sambil istighfarrr... hahaha.

dan ternyata yang lain sudah ada di warung nasi lemak sebelah hostel. lah kok dari tadi ndak keliatan. hahaha. ya udah akhirnya saya gabung sama mba Nina, saya pesan nasi lemak ples paru serta teh tarik. yang ternyata jebuleeee... mbak yang jualan orang madura. taretan dibik dimana-mana =))

Nasi Lemak lauk Paru!




























Friday, July 21, 2017

merindukan MADINAH

Pesawat Saudia SV302 rute Cairo (Cairo International) Terminal 1 Tujuan Jeddah mendarat dengan sempurna di Jeddah (King Abdul Aziz International) Terminal S. Kita mendarat sekitar tengah malam. Dan saya langsung deg degan koen. Kita disuruh baris antrian. Saya segera nyari-nyari mas Onnie selaku muhrim saya di visa. 

Karena kenapa? agak trauma ketika mau check in di Cairo ndak bisa kalau ndak sama muhrim. Dan waktu itu saya kepisah sama mas Onnie yang lagi shalat. Sudah bilang ke petugaspun kalau mas Onnienya lagi sholat, petugas konter check in tetep ndak ngebolehin check in. Dan yang ketika mas Onnie sudah kelar sholat, check in tak ada masalah tanpa ditanya-tanya lagi setelah check pasport. Yang ternyata dramanya belum selesai. Ketika di imigrasi, boarding pass mas Onnie hilang, entang hilang entah belum ke print. Saya lolos imigrasi, mas Onnie masih lari-lari ke konter check in yang lumayan jauh karena harus naik turun lift dan eskalator. 

Hati deg-deg seer.. tetiba ada petugas teriak-teriak ndak ngebolehin temen yang kepisah karena tadi masih ke toilet, pasportnya dia ada di tas yang lagi dibawa anaknya. Bilang gitu ke petugas juga tetep ndak dibolehin antri disuruh keluar. Untunglah si anak akhirnya lari-lari nganterin tas si mamak yang berisi pasport. Belum kelar deg-degan ternyata sudah giliran saya maju.

Are you moslem? Kata mas imigrasi berzambang.
Saya (kaget) : What?? 
Are you moslem? Tanyanya sekali lagi.
Saya (belum kelar kaget jawab) : Yess. Insyaallah. saya mbatin lah masak saya kerudungan sek ditanya moslem apa ndak, iki mase gpapa ta? 

(yang kemudian saya tahu, di Mekah dan Madinah masih ada area yang bisa buat non moslem masuk. kecuali tanah haram. Dan ini ada batas-batasnya berupa posko dan plang-plang. Nantilah tak posting sendiri terkait ini) 

Masih belum kelar juga rasa terheran akan pertanyaan masnya, eh si mas berzambang nanya lagi : Are you, Sunni?
(duh mas saya ndak cuma sunny tapi shining *eh) Saya : Eh? Pardon?
Masnya lagi : Yess, Are you, Sunni?
Saya : Oh Yess. Insyaallah I am Sunni.
Si mas petugas : Oke, you can go to the next counter (sambil nunjuk konter temennya) terus ngasih passport ke saya.
Saya di counter sebelah : Excuse me (sambil ngasih pasport) terus mas konter nerima passport, ndak bilang apa-apa, stempel-stempel. terus ngasih kode saya buat segera masuk. yang artinya saya lolos. duh hati rasane cespleng. Ya Allah.. saya datang ya Allah.

Begitu masih di koridor ketemu mas Arie, belio bilang temen-temen rombongan berada di sebelah kiri baggage claim sekalian kalau butuh ke toilet bisa ke toilet dulu. Begitu sampai sana mba Nina sudah menurunkan sebagian koper kita terus saya gantiin mba Nina nunggu koper satu lagi yang belum muncul, sedang mba Nina ke toilet. Urusan bagasi kelar kita keluar menuju bus yang sudah terparkir. Di sana sudah menunggu pak Mutowif yang akan menjadi pendamping kita selama di Madinah dan Mekah. 

Hal yang bikin perasaan agak hanyut gimana gitu adalah ketika kita menuju ke bus, kita disambut gerimis yang lumayan deras. rasanya berharap hujan terus hujan-hujanan di kota suci ini. maturnuwun Gusti, impian buat merasakan air yang turun langsung dari langit di kota panjenengan terkabul. 

Semua urusan bagasi kelar, kita naik ke bus. dan di bus pak Mutowif ngeluarin kain wadah, yang kemudian meminta agar semua pasport dikumpulkan. katanya buat jaga-jaga kalau semisal ada jamaah kabur. Jadi selama di Madinah-Mekah tanda pengenal kita adalah keplek kecil berisi nama, no pasport dan nama travel umroh kita. 

                 

Mungkin karena capek, selama perjalanan menuju Madinah kita semua terlelap. baru bangun ketika subuh menjelang, sehabis sholat otomatis ketiduran lagi. dan tak kerasa sekitar jam 8 pagi kita sampai hotel. Begitu sampai hotel ternyata kita juga tak bisa langsung check in. Masih harus nunggu sampe sekitar jam 10-11an. sembari menunggu ini, mas Arie melakukan pembagian kamar, terus kemudian saya dan mba Nina pamit ke mas Arie buat shalat Dhua dulu ke Nabawi (maunya sik menyegerakan keutaamaan shalat di masjid Nabawi) sekalian juga parimeter buat ngenalin lingkungan sekitar selama empat hari ke depan (orientasi lingkungan sekitar, jalan menuju  masjid Nabawi,   toko-toko   sekitar,  tempa penukara uang,  rumah   makan  Indonesi dan lainnya)

Madinah Concorde, hotel tempat kita nginep
Suasana sekitar hotel yang sepi nan syahdu          
Dan jelaas.. mas Arie ndak langsung ngijinin. Baru setelah belio memastikan bawa dua nomor saya aktif semua, baru ijin ke masjid Nabawi keluar juga. 

Hal yang dilakukan utama adalah merapatkan scarf makin dalam, Madinah lumayan dinginnya. dilanjut buka google map di hape. Nyari posisi sebelah mana Masjid Nabawi dan get direction dari hotel. Oh iya, kita nginep di Madinah Concorde. Tinggal jalan kaki sekitar 350 meter guna menuju masjid. Kalau lurus bisa langsung ketemu Bin Dawood dan Restoran Indonesia. Atau kalau ke kiri bisa ketemu barisan Burung Merpati.


Gate 17. Ini lurus aja dari hotel, sebelumnya melewati Bin Dawood dan Resto Indonesia dulu

Biasanya banyak burung di sini, serta air mancurnya nyala. Lurus itu ketemu gate 23
Begitu sampai di masjid Nabawi, rasanya perasaan itu tak bisa terucapkan. antara takjub sama haru sama ndak percaya. ndak nyangka beneran sampai sini. karena jujur, rasanya buat sampai sini berasa tak terjangkau. terutama dari segi biaya. maturnuwun Gusti. 

Ini Nabawi dari sisi Gate nomor awal-awal
Air Zam yang tak pernah kosong
Kesan pertama, takjub sama payung-payung yang kondisi kebuka, terus kondisi yang pagipun masih ramai. Ada yang sekedar duduk, ngobrol atau menikmati pagi yang syahdu dibawah payung sambil menikmati matahari yang terus berjalan meninggi. Saya kemudian cari tempat untuk berwudhu' atau place for ablution. Yang jadi satu sama toilet. Setelah itu masuk masjid menunaikan sholat sunnah tahiyyatul masjid dilanjut sholat sunnah dhuha. Setelah itu kembali ke hotel. 

Saya, pepotoan dulu
Begitu sampai hotel niat awalnya mau istirahat dulu barang rebahan tiduran, tapi kenyataan berkata lain. Sebentar lagi Dhuhur, jadi niat rebahan nanti dululah, sampai kamar bongkar-bongkar koper, dan sarapan. dan mandi. (secara mandi terakhir tiga hari lalu ketika masih di Malaysia. Pindah tiga negara ndak sempatpun mandi). Dan akhirnya beneran merasakan bahwa semua agenda kegiatan adalah pengisi kekosongan di jeda menunggu waktu shalat. Beneran merasakan bahwa waktu terasa cepat berlalu, baru saja Dhuhur sudah Ashar aja, eh sudah Maghrib aja, eh sudah Isyak aja. baru pulang dari Rawdah eh sudah mau Subuh saja. eh sudah Dhuha aja. eh sudah mau Dhuhur lagi aja. serius. 

oh iya, Jadwal kita di Madinah secara umum kegiatan adalah bebas terkendali dan berjuang perbanyak ibadah serta city tour.

*to be continued 

 

Me n My Ego Template by Ipietoon Cute Blog Design