Showing posts with label trip to korea. Show all posts
Showing posts with label trip to korea. Show all posts

Tuesday, May 8, 2018

Gimana sholatnya di Korea?





Seperti kita tahu kan ya, korea bukan negara muslim. Karena memang mayoritas penduduknya ndak beragama islam. Sepertinya di korea ini agak riskan untuk tahu agama kalau bukan orang terdekat kita. Agak-agak pamali gitu. Karena memang agama adalah urusan yang sangat private. Dan hasil gugel saya malah menunjukkan sekitar sepertiga penduduk Korsel malah atheis. Penyebab terbesar sik menurut yang tak baca karena ketatnya sistem pendidikan sehingga mereka ndak ada waktu untuk ritual keagamaan. Kerjanya ya belajar dan belajar. 

Akan tetapi, walau korea bukan negara muslim, dia adalah negara yang ramah akan muslim. Apalagi beberapa tahun terakhir gencar buat menarik wisata dari asia. Istilahnya halaltraveling gitu ya. Dan tak sedikit iklan-iklan yang menunjukkan ini. Seperti foto saya di atas diterbitkan oleh KTO (Korea Tourism Organization) yaitu berupa Muslim Friendly Korea - Tourist Map. Isi petanya adalah berupa lokasi Masjid/ Musholla/ Prayer Room serta lokasi tempat makan yang halal. Selain berupa peta, disitu juga ada contact centrenya. 

Bahkan ada drama-drama tertentu yang menampilkan islam juga. 

Misal iklan halal food yang berupa drama miniseri yang dibintangin jiso berjudul Lunch Box. Bercerita tentang mas-mas korea yang suka sama mahasiswi asal indonesia. Demi menarik hati si mbak, si jiso ini selalu naruh lunch box di lockernya. Tapi si mbak ndak makan karena takut ndak halal. Akhirnya si Jiso ini cari-carilah apa itu makanan halal, kemudia belanjanya juga di toko/ convenient store yang memang spesialis jual bahan-bahan halal. endingnya saya lupa apakah mereka akhirnya jadian apa ndak. =)) 

Atau juga di drama yang heits kapan itu, Descendant of the Sun. Si Jungki sempat bilang InsyaAllah, serta juga ada scene ada mbak-mbak jilbaber gede yang menjadi salah satu korban runtuhnya tambang. 

Jadi buat kita yang beragama islam ndak perlu takut ntar di korea gimana. Akses untuk menjalankan sholat dan makan makanan halal tersedia kok. tinggal kita mau akses informasi yang ada apa ndak. lagian kan wes ada google ya.. tinggal google semua akses informasi yang kita pinginkan akan muncul ga sampe satu menit.

Untuk kemaren, saya sudah nyiapin peta di atas. Tapi untungnya mbak tlw pas itu langsung nanyain yang islam siapa aja? buat ngepasin spot tujuan sama waktu sholat. Otomatis di sini kita menjamak dhuhur-ashar. Flexible mana yang lebih memudahkan.

O iya, di Korea itu toiletnya toilet kering. Kita ndak akan menemukan jet washer di manapun. Adanya hanya tissu kering yang selalu tersedia di semua toilet. Sedang kita yang biasa gebyar gebyur pasti wagu kan ya? jadi jangan lupa untuk bawa air sebotol atau paling selalu siap sedia tisue basah. Dan satu lagu kalau misal ndak biasa wudhu di pagi hari, di Korea bisa dirutinkan wudhu tiap pagi kalau mau keluar. Jadi misal nanti mau dhuhuran terus wudhu (seperti tak sampaikan di atas toilet di korea ini kering) di wastafel, kita ndak perlu angkat-angkat kaki ke wastafel. cukup usapkan air diluar kaos kaki pas wudhu. Ini berlaku apabila kita sudah punya wudhu sebelum pakai kaos kaki, terus kemudian batal diperjalanan. (bisa digugel sendiri hukumnya gimana). Tapi ada kok tempat tertentu kita bisa wudhu dengan puas dan lepas kaos kaki. 

Mari kita bahas, di mana saja kita bisa menemukan prayer room selama saya kemaren di Korea. 

1. Nami Island

Nah di Nami Island ini kita bisa wudhu dengan puas. Airnya banyak dan tempat wudhunya bukan di toilet. Terus mushollanya juga gede. Bisa nampung lebih dari 20 orang sepertinya. Terus juga dipisah cowok ceweknya. Namun saya ndak paham apakah ada mukena di sini, karena saya memang make mukena punya sendiri. 

Lokasinya beradi di lantai 2, Nami Library. 

Penanda musholla 
Nami Library

Masjid Namira, Eh Masjid Naminara =)) 
2. Coex Mall, Starfield Libary

Saya lupa lantai berapa ini. Yang pasti dekat convention halnnya. Jadi kemaren itu kita naik lift. Lupa lantai berapa. =)) Ini pas wudhu di wastafel juga sungkan mau basah-basahin lantai. Jadine pake sistem usap kaos kaki saja pas wudhu. Mushollane lumayan cukup buat lima orang kayae. dan lumayan nyaman. antara cowok-cewek juga ada hijabnya berupa kain. 

Ada penunjuk arah kiblat. 

Ada hijab pemisah cowok cewek

Lokasi musholla dekat sini
3. Seoul Mosque/ Masjid Itaewon
  
Kalau ini pasti sudah tahu kan? Lokasinya di Itaewon. Dekat sama Line Sote tinggal jalan kaki saja. Nah saya ndak ngerti di sini apakah wudhunya bisa gebyar-gebyur. Karena waktu kesana itu pagi. Jadi pas masuk sini, hanya sholat tahiyatul masjid dan dhuha saja. Serta masih punya wudhu juga. Jadi semacam wisata syariah tur religi gitu. O iya, untuk jamaah perempuan ada di lantai dua. ga jauh beda sama masjid-masjid di Indonesia. Terus ada mukena dan mushaf juga. 

Penampakan Masjid Itaewon

Lantai 1
Quran Korea, terjemahannya pakai huruf Hangeul

4. Everland

Ini lokasinya agak nyempil. Deket roaller coaster kayu. Lumayan cukup untuk lima orang sepertinya. Pas itu di dalam musholla ini kerasa penuh. Karena barengan sama satu keluarga dari Malaysia yang juga mau sholat. Terus bisa wudhu dengan puas. Airnya banyak. Tapi toiletnya jauh. =)) 

Pas itu, pas lagi nunggu di luar, saya disamperin mbak-mbak cadaran celingak celinguk ke dalam musholla nanyain toilet. Dia bingung baca peta. terus tak tunjukin lokasi toilet di mana sama tak tanyain bawa tissue basah ndak? karena toilet sini kering semua. Terus simbak nanya saya dari mana. Kayae dia ngira saya sendirian. terus bilang saya keren. =))) 


Penampakan musholla. Kalau ndak merhatikan dengan teliti dan baca tulisan agak susah buat nemuin ini musholla. selain nyempil juga tak ada penanda kalau ini musholla selain tulisan Surau/ Prayer room

5. Busan Jib, Myeongdong

Kalau ini bukan musholla sik, tapi tempat makan. Tapi pemiliknya baik jadi kita bisa numpang shalat. Dan waktu itu, pas kita nanya di mana musholla terdekat si pemilik malah nawarin buat sholat di sini aja. terus si mas pelayan yang orang india, nyepak-nyepakke tempat buat kita sholat. 



Thursday, May 3, 2018

Makanan yang perlu dicoba selama di Korea

Sebagai penggemar ke-koreaan yang ndak hanya penyuka drama, dan halyu starnya. Ketika kamu ke Korea rasanya kurang kaffah kalau ndak nyoba makanannya. Kalau selama ini hanya bisa lihat di layar laptop maupun handphone, serta terkadang tak bisa menahan diri untuk datang ke kedai-kedai yang menyediakan makanan Korea. Nah begitu punya kesempatan ke Korea otomatis ini juga kesempatan untuk mencoba makanannya langsung di negeri asalnya. 

Lupakan sedikit tentang mahalnya makanannya, pengalaman menyantap makanan di negeri asalnya sama dengan pengalaman ketika naik cable car di Namsan, foto-foto dengan berlatar Cherry Blossom. Intinya ini juga pengalaman yang menakjubkan. 

Nah untuk yang berbudget ketat, bisa diakali dengan sharing makanan atau cukup makan siangnya aja foya-foya, malamnya cukup ngemil-ngemil lucu atau bikin roti bakar di penginapan. Karena kalau saya pribadi, malamnya terkadang masik kenyang. La piye... di Korea 1 porsi itu gede-gede, ayampun porsinya 1 ekor perorang. Jadi buat makan berat lagi kadang itu, antara pingin sama agak kenyang tapi ya pingin. =)) 

Untuk minumannya jangan khawatir, air di semua tempat makan itu free dan bisa refill sampai bolak balik. Di jalanpun kita juga ndak terlalu butuh air banyak buat minum. Mungkin karena kemaren itu spring ya, cuacanya masih dingin jadi ndak terlalu pingin minum. Seringnya malah satu botol air mineral 300 ml itu saya masih sisa selama sehari. Terus airnya juga ndak beli, tinggal refill aja di penginapan. Seinget saya, saya cuman sekali beli air yaitu ketika baru mendarat di Incheon. 

O iya dan satu lagi, ada beberapa tempat makan itu yang self bar tur self servis. Jadi Sehabis pesan kita nunggu makanannya di bar, atau juga dapat buletan yang kalau waktunya kita ambil makanan nanti buletannya itu nyala-nyala. Setelah makanpun kita juga ndak bisa maen pergi begitu aja. Jadi kita naruh piring kotor sendiri ke tempat yang telah disediakan, dan kalau misal ada makanan sisa kita juga yang harus buat sendiri ke tempatnya. Jangan khawatir bakal bingung karena penanda untuk ini itunya tertulis gede-gede dan ada tulisan bahasa inggrisnya juga. 

A place to return empty dishes

Wastes in the trashcan, return the plates to where they belong please!

Self Bar
Oke mari kita mulai :


Ini kita tinggal jalan kaki dari penginapan yang waktu itu Seoul Tower Family Guesthouse, 21-9 Hangang-Daero 84-Gil, Youngsan-GU, Seoul, SO, South Korea. Atau kalau naik MRT kita bisa turun di Sookmyung Woman Univ Station. Di sini kita bisa sharing rame-rame makanannya.

Disini kita pesan tiga menu : Garlic Spicy Chicken 15.000 KRW , Garlic Soy Sauce Chicken 17.000 KRW serta Rabboki (Gurita Goreng) 10.000 KRW. 
Rabboki

Side Dishnya ada berbagai acar-acaran (sepertinya di marinated gitu) serta kerupuk singkong

Garlic Spicy Chicken, Ini menu favorit katanya. Pedesnya naujubillah...

Garlic Soy Sauce Chicken, ini juga salah satu menu favorit di sini. Saya ini lumayan habis banyak sampai ke saus-sausnya. enyak.. enyak...!!

2. Nami Islands Kkokko Chuncheon Chicken Ribs. 

Di sini kita mesan ayam barbeque. Awalnya mau pesan tiga porsi aja. Tapi ternyata kata ajusinya porsinya dikit kalau untuk berenam. Yang akhirnya kita jadi pesan eman porsi. masing-masing orang seporsi. dan kenyaaaaaang banged walau tanpa nasi. Satu porsi ayam seharga 12.000 KRW. O iya, begitu masuk sini, mungkin karena ngelihat saya sama mba Ratna yang berjilbab si om ajusi nyapa dengan salam : Assalamualaikum! dan saya eksaited jawab : Waalaikum salam! Terus si ajusi nanya kita asalnya mana. Begitu jawab we're from Indonesia, si ajusi lanjut cerita kalau besok dia sudah dapat reservasi dari turis asal Indonesia juga.
Ayamnya masih fresh

si ajusi bantuin bolak-balik ayam biar ndak gosong

Selain ayam, itu juga ada tobbokinya..

side dishnya di sini macam-macam. Ada lobak, ada kimchi, ada selada, ada bawang putih yang masih wungkul juga. Terus di sini saya jadi sok-sok makan kayak di drama-drama. Yaitu ayam bakarnya dibungkus selada terus dilek bulet-bulet. Seger Euy!


Sup ayam ginseng (samgetyang) ini juga patut dicoba. Biasanya kalau di drama-drama korea itu yang dimasakin sup ginseng seabis tepar karena mabu-mabuan soju, atau ketika sakit. Nah buat kita yang ndak sakit dan ndak abis mabu-mabuan, sup ini juga patut dicoba kok. kenapa? Biar kita setrong jalan kaki dan berdiri lama di MRT. Seriusan loh, saya dua hari di Korea rasane aduh byung yang namanya punggung itu : Encok!! =)) secara kalau di Surabaya ke depan gang aja motoran. Disini... kemana kuharus kemana? (mbak plis jangan jadi dangdutan) Jalan Kaki euy!! 

Pas di sini awalnya kita juga cuman mau pesan tiga porsi buat disharing karena yakin pasti porsinya juga besar. Dan ternyata, resto ini ndak boleh sharing. Jadilah kita berenam pesan masing-masing satu porsi. Yang begitu datang ayamnya satu ekor per orang boook =)) mau dibawa pulang kok ya ndak ada yang bawa taperwer *Eh =)))

Terus semangkuknya itu ndak terima cuman seekor ayam, tapi masih ada beras ketannya. Yang porsinya menurut saya juga banyak. =)) terus di dalamnya itu juga ada cacahan ginsengnya, ada kurma utuh satu wungkul gitu. Dan ini semua semacam jadi jeroannya ayam. 

Kita makannya megeh-megeh mau ngabisin. Ga diabisin eman ya, sudah beli mahal-mahal seharga 15.000 KRW. Mau habis juga stock perut terbatas. Akhirnya untuk saya pribadi untuk ayam seekornya tetap habis. Makannya pelan-pelan dihayati pake tangan. Sumpitnya sudah saya taruh dari awal. =)) terus untuk sendok sesekali buat nyendok nasi dan nyeruput supnya. Seger!

Tampak depan resto

Pantes mahal , dia masuk The Michelin Guide 2017-2018

Plang resto dari pinggir jalan
Side dishnya ndak jauh-jauh dari berbagai varian kimchi-kimchian.
Ayam utuh tur wungkul dengan jeroan nasi ketan, ginseng tur kurma

Penampakan setelah diacak-acak (atine) =)) 
4. Busan Jib Restaurant 

Lokasinya di Myungdong. Jadi pas kelaparan di myungdong ndak bingung buat cari makanan halal. Tinggal mlipir aja ke Busan Jib. Dia ada di gang agak nyempil. Ancer-ancernya itu setelah Uniqlo kalau dari arah MRT. Terus di sini memang tidak ada musholla, tapi kita bisa numpang sholat. Nanti si pemilik akan ngespare tempat buat kita. Tapi yang jelas jangan lupa bawa mukena dan sajadah sendiri. Atau kalau tak ada sajadah, bisalah coat dilepas sejenak buat dijadiin sajadah.

Saya ke Busan Jib ini sampai balik dua kali, yang pertama waktu ke Myungdong sehabis dari Namsan. Terus kedua waktu ke Myungdong sehabis dari mom n cafe. Kok ndak makan di mom n cafe aja sik? Awalnya sik niatnya begitu. Mom n Cafe itu milik dari salah satu personel suju. Begitu sampe sana, ndak jadi beli makan karena ada menu porknya. Akhirnya nyebranglah kita ke Myungdong ke Busan Jib sekalian belanja lagi untuk terkahir kali sebelum balik ke Indonesia.

Dan disini saya mesan Bibimbab. Yes!! misi makan Bibimbab di Koera langsung kelaksana. O iya, Harga bibimbabnya sebesar 8.000 KRW. (ini menu paling murah di sini)
 
Dia ngasih pernyataan Halal di tokonya. Dan ternyata pas kesini memang kebanyakan yang datang dari asia atau timur tengah. 

bibimbap pesanan saya dan sidedishnya

Sidedishnya saya banged, selain ada kimchi juga ada teri kering, telor gulung serta rumput laut. 
Dapat bonus pancake seafood dari sang ahjumma pemilik toko. yeay!


5. Subway! 

Kalau ini jangan ditanya yaaaaa.... =)) dari dulu penasaran, dan baru kelaksana. Gegara suka dipamerin sama ajusi ini mah. Kemaren saya beli yang Turkish Delight. Untunglah pas baca-baca menu ndak nemu tulisan pork, hanya tulisan beef. Jadilah milih yang Turkish delight saja biar hati damai. terus dagingnya pake ham. Harganya cukup 5.100 KRW. Saya belinya di Subway dekat exit 2 Dongdaemun.


6. Premium Burger di Everland

Nah pas di Everland agak susah nyari makanan berat yang halal, atau paling ndak yang dia ndak nyediain menu pork. Sempat masuk restoran seafood. Begitu di kasir ada menu porknya. Akhirnya di sini cukup beli coklat panas demi mengusir geliyeng sehabis digoyang Columbus Challenge. 

Muter-muter lagi sampe depan tornado kayu, jadilah kita nemu ini. dan saya pesan yang Shrimp minumannya ya cukup cola, sudah sepaket persis kayak di Indonesia. Harganya kalau tak salah ingat ini 7000 KRW

Shrimp burger kita bertiga. dan disini ndak nemu saos cabe. semuanya tomat! =)) 
Tampilan setelah digigit. dan ternyata enak!


7. KFC. 

Kalau menu seribu ummat ya? Saya kesini ndak sengaja. Gegara malam-malam kehujanan setelah misah dari grup karena masik mampir belanja ke Lotte World dulu. Ini sudah hampir tengah malam. Dingin, hujan, bawa barang sekerdus ples di tas juga berat. Jadilah kelaparan. Mampirlah kesini dulu beli dua potong ayam dan kopi sembari nunggu hujan reda. untuk ayam rasanya so so lah. Tapi untuk kopinya enak enak euy! ndak kalah sama kopi-kopi kedai. Ayam plus kopi ini seharga 7000 KRW. O iya, ayamnya lupa mau ngefoto keburu masuk mulut duluan. 

Dan lokasi KFC ini sendiri dekat dengan penginapan.

dingin-dingin minumnya tetap es kopi, yeay! 

8. Dosirak 

Nah untuk dosirak ini ndak ada fotonya. Lupa Euy! saya belinya di sevel. Dia semacam nasi kotakan ayam dimasak karage gitu. Saya sempet salah ambil terus nanya ke kasirnya. Jebul chicken - pork, terus ambil lagi jebul chicken - chicken. Ya wes ambil ini aja bismillah ya.. harganya 4000KRW. 

Dosirak. gambar dari google


Inilah sekelumit kisah urusan perut. Urusan minumannya terutama kopi, sama nyari masjid di korea di mana? Tunggu postingan selanjutnya.

Yeay!

Kamsahamnida...

Thursday, April 26, 2018

(Pilgrimage) Jalan-jalan ke Korea, abis berapa?


Jadi kemaren abis dapat banyak japrian, yang isinya kira-kira begini :

  1. Ih mbak chop udah ke korea aja
  2. Abis berapa mba ke koreanya?
  3. Apdet-apdet dong mba, piye ngurus visanya.
  4. Eh mbak chop itu jalan sendiri apa ikut travel mba?
  5. Mba chop kemana aja itu? Kayake seru banged. Ku jadi pingin juga. Padahal biasanya liat orang ke korea ku boasa aja, gara-gara postingan mbak chop ku jadi pingin juga.
  6. Naik apa mba ke koreanya? Enak ta pake AA?

And mostly pertanyaan terbanyak itu abis berapa? Gimana ngurus visanya?

Terus saya jawabnya gimana? ada yang saya jawab seingetnya karena emang belum totalan secara utuh, ada yang tak jawab ga sampe jual kosan. =))

Oke mari kita mulai dengan mukaddimah dulu ya...

Keinginan ke Korea itu sudah lama banged, tapi baru beneran diniatin deal jadinya adalah sekitaran bulan oktober/nopember.

Waktu itu yang saya lakukan pertama kali adalah cari partner jalan (ga berani sendirian euy ke koreanya). Nah, syarat partner jalan saya yang utama adalah punya misi sama. Sama-sama suka kekoreaan, kedua bukan menomorsatukan kenyamanan, ketiga sekufuk dalam finansial. Ga lucu kan? Kalau saya budgetnya ketat, tapi temen ndak. Nanti yang ada bisa gegeran terus. Misal saya mau naik maskapai low budget, terus teman maunya maskapai ndak low budget. Yang ada jadinya ga berangkat-berangkat. :joy::joy:

Setelah fit and proper test (halah bahasanya) akhirnya dapat temen juga. Yaitu mba Retna (kakak kelas di kampus). Misi di atas kita sama, cuman simbak nambah satu lagi persyaratan, mau asal pas cherry blossom. Cari-carilah kita info tentang cherry blossom itu bulan apa. Dan ketemu sekitaran awal hingga pertengahan april. Yang mana sakura lagi mekar-mekarnya.

Karena blank mau gimana-gimana, akhire kita berdua sepakat mau ikutan open trip aja. Ubek-ubek IG, banding-bandingin beberapa jasa open trip. Dan pilihan trip jatuh pada tlwprojects (TLW. red). Kebetulan jasa trip ini info awal saya dapat dari seorang teman, baru kemudian cek IGnya. Tapi ndak langsung mutusin. Sebelum pilihan jatuh ke tlw kita, saya sama mb retna sempet banding-bandingin sama jasa trip lain. Bandinginnya ndak cuman terkait harga, tapi juga terkait destinasi, visa, DP (untuk tlw ini DP bisa nyicil via tokopedia)  serta misal kalau visa ndak diaprove terkait pengembalian dananya.

Terus di TLW kena berapa? Kita waktu itu ambil paket all in. Senilai 8.850.000. Terus dapat apa aja?
  1. Pengurusan Visa sebesar Rp800.000. Untuk kelengkapan berkas nanti menjelang pengurusan akan diwhatsapp persyaratannya apa aja. 
  2. Tiket pesawat air asia senilai 4 juta (Kalau misal extend dan harga tiket naik, otomatis kita nambah ke mbak TLW) O iya. untuk AA ini yang AA umum ya. Jadi bagasi hanya 7 kg untuk kabin dan ndak dapat makan. Kalau misal mau nambah bagasi plus makan bisa sekalian nambah ke mbak TLW atau bisa juga nambah sendiri via web atau aplikasi AA
  3. Tiket ke Namsan dan Nami
  4. Emoney senilai 20.000 krw
  5. Penginapan kelas homestay + sarapan sederhana semisal kopi, mie gelas atau super bubur.
  6. Tidak termasuk makan (jadi kita bebas mau eksplor makanan aja. Mumpung lagi ke Korea kan? hajar aja makanan apa yang dipinginin) dan biaya pribadi lain.  

Terus selain dapat apa aja? mbak chop kemana aja? Jadi kemaren itu kita ke (cerita lelebaiannya satu paragraf aja ya. Cerita lebaian panjang nantik bikin satu serial tulisan aja. untuk ini mari kita konsen ke budget dulu jangan blakrak kemana-mana) : 

Susu Pisang yang heits bianged gara-gara Lee Min Ho. Harga 1300 KRW

Hari pertama sesampainya kita di Incheon, kita dijemput sama mbak dari TLW (mbak TLW : red). Sehabis jajan-jajan lucu di gerai macam alfamart kita langsung menuju ke penginapan menggunakan MRT. Kita istirahat dulu barang sejam dua jam. Dilanjut menuju ke Seokchon Lake demi ngejar festival cherry blossom. Agak berubah dari tujuan awal yang harusnya ke Itaewon. Di sini kita puwas banged menikmati sakura bermekaran di mana-mana. Ngelilingin danau yang sepanjang jalan kenangan penuh dengan sakura. Kayak di drama-drama gitu de. ada yang jualan cotton candy juga. Sehabis dari Seokchon Lake kita bergeser ke arah Dongdaemun Design Plaza and Park sampai malam. Nah di Dongdaemun Design Plaza and Park ini kalau mau belanja-belanja banyak tempat belanjaan dan juga jajan-jajanan sreet food. Mau mlipir ke Migliore bisa, mau hanya pepotoan lucuk sambil ngopi-ngopi sembari nunggu LED Roses nyala juga bisa. Selain itu di Dongdaemun kita bisa juga wisata arsitektur. Bangunannya bagus-bagus euy!!

Cherry Blossom dimana-mana
Dongdaemun Art Hall

Pedestriannya luas banged yaaaa....

udah kayak di drama-drama pas ngesaranghae oppa belum? 

Hari kedua kita bergeser ke Gapyeong terus nyeberang ke Nami Island. Ndak kaffah rasanya kalau ndak foto di patungnya Winter Sonata atau foto ala-ala drama korea. Sepulang dari Nami kita bergeser ke Petite France. Dan.... Cherry blossom masih di mana-mana. di bus saya eman-eman ndak tidur demi ngerekam cherry blossom sepanjang jalan. Terus ahjusi drivernya juga ramah kan. Ahjusinya bajunya rapi kayak orang kantoran, terus pakai sarung tangan kalau nyetir. Terus di perhentian yang agak lamaan, si ajussi lepas sarung tangan sambil membungkuk dan bilang kamsahamnidaaa... 


Gangguin winter sonata couple di spot seribu ummat

Rame euy
 
sepeda yang dipakai shooting winter sonata.

cherry blossom masik dimana-mana


pink cherry blossom di petite franch

Parkiran pun penuh cherry blossom

Jalananpun masik penuh cherry blossom
Hari ketiga kita bergerak ke Gyeongbok Palace, Bukchon Hanok Village, Insadong. Terus setelah siang menuju sore till drop kita bergeser ke COEX Mall, Starfield Library, SMTOWN @ COEX Artium. Demi menyalurkan jiwa fangirling kan. O iya, untuk masuk Gyeongbok Palace itu ternyata bayar. Tapi karena kita pakai hanbok jadi free deh. Untuk Hanbok kita sewa sebesar 10.000 krw selama dua jam. dan ini diluar jasa TLW untuk sewa hanboknya jadi bayar sendiri. Dan untuk kalian fansnya artis-artis SM, siapin kocek yang banyak yaaaa... karena ternyata barang-barang pernak perniknya SM itu walai cilik-cilik jebul ternyata mahal. (Untuk ukuran sayah) dan untungnya saya ya biasa aja sama artis-artis SM. Jadi di sini cuman muter-muter liat-liat pernik-pernik terus foto-foto di luar. 
  
Di depan gerbang Gyeokbong sisi sini, mas polisinya modern seragamnya. Yang sisi sana seragam tentara jaman baheula. Btw bunganya itu asli loh. bukan bunga plastik. dan btw kenapa sebelah sana juga banyak polisi? yak Betul!! jagain kedutaan US!! =)) 

patung King Sejong, Raja penemu huruf Hangeul dari dinasti Joeseon. Kalau mau tau rajanya ganteng di Splash Splash Love. Yaiyalah.. si Dojoen personel The Beast =)) 

Di sini sering terjadi demo, karena sisi depan sini adalah kantor pemerintahan 

lagi mikir ide, mau nari ala boombastic nya park bo gum. apa ya pose poto biasa aja. =)) ini tempat shooting teaser bombastic Love in the moonlight

Gyoekbong Palace

Cherry blossom masik memenuhi istana
 
ada eonnie nyari oraboni =))) 
 
Penjaga gerbang. pada jam-jam tertentu ada ceremony penggantian pengawal kayak jaman Joesoen. dan Alhamdulillah pas kesini pas ketepatan sama jam ceremony penggantian pengawal
 
Detil atap rumah Hanok

Kalau di sini ini pasti wes ada tulisan PU Binamarganya. Mungkin itu juga gitu ya? tapi dalam huruf Hangeul

Bawahnya rame. moto atas saja

akhirnya dapat spot sepi =))
 
dari Buckhon jalan kaki menuju Insadong

Insadong : Time to Belanja!!
 
Starfield Library dari lantai 2. Berharap mendadak ada Son Oh Gong mau ngaktifin Gem Gang Go atau oppa Yo ah In di Chicago typewriter =))) 

Time to ngefangirl!! =)) 

Exo L

Action Figure-nya EXO

Action Figure-nya SUJU
Hari keempat kita pindah ke Itaewon (Masjid Agung Seoul) terus ke Line Store. Namsan tower di sini kita naik cable car, terus mendadak bayangin Son Oh Gong muncul, terus saya nanya? Am I Yippo? terus mas Oh Gong nanya, Yo're yippo, Saranghanika. hahaha... terus salju turun, kekuatan Gemganggo membeku. mbak.. plis mba hentikan halunya. =)) selesai berhalu-halu ria tentang Oh Gong, lanjut berhalu-halu ria ke rumahnya Ho Jon Jee. Benernya ndak tahu juga ini beneran rumah Ho Jon Je apa bukan, tapi pas di cable car kita heboh kek orang edan yang udah macak kayak detektif menelisik dari semua pojok sisi dan yakin itu rumah Ho Jon Je aka Lee Min Ho di Legend of the Blue Sea. Foto-fotolah kita sembari nunggu si mamas pulang wamil yekaaaan?? =)) 


Masjid Seoul; ini pernah muncul di drama yang kapan hari mengundang kontroversi.
 
Suasana jalanan Itaewon
 
Mumpung belum buka, narsis dulu =))

Brownie Saranghae apa jaluk duit mba? =)) 

Tangga line Storenya lucuk

Jajanan di Line Cafe

Kuhanya beli copi eh kopi! =)) 

Seoul dari Namsan Tower 

Jangan galau eonnie!

Namsan Seoul Tower, tanpa difilterpun sudah cantik!
 
Uri Eonnie!!

Masik ketemu Cherry Blossom! Daebak!! 

Pasti ini salah satu member ARMY!!

Gerbang Rumah Ho jon Je!

Rumahnya Ho Jon Je!
Selesai sudah berhalu-halu ria, waktunya shopping till drop di Myeong Dong. Yeay! dan buat kalian-kalian yang sudah kehabisan duit karena ga bisa ngontrol jajan-jajan dan belanja. Di toko-toko skincare di sana bisa gesek pake ATM kok. Khususnya kalau saya kemaren ATM Mandiri. Terus ratenya juga lumayan hanya 13 rupiah untuk 1 KRW. Atau kalau misal terpaksa narik atm karena wes beneran ga ada duit kecil buat jajan-jajan lucuk bisa juga tarik tunai ATM. ratenya 13.5 rupiah untuk 1KRW dan kena biaya 20 ribu rupiah. Masik lumayan juga dibanding waktu berangkat, saya nuker di money charger nitip teman sini di surabaya ratenya kena 13.9 rupiah per 1 KRW. 

Hari kelima, kita acaranya free tanpa tour guide. Karena siangnya sudah menuju ke Incheon dan sore sudah flight balik ke Indonesia. 

Terus untuk makan gimana mbak chop? Karena makan diluar jasa mbak TLW, berarti makan dari duit sangu kita sendiri dong ya. Dan selama di Korea nih bisa dibilang makanan di sana cukup mahal, dengan porsi yang besar-besar. Terus ga semua tempat makan bisa sharing. Kita baru nemu tempat makan yang bisa sharing di dekat penginapan aja. waktu itu kita habisnya 42.000 KRW berenam. yang kalau ambil rate tengah-tengah sebesar 13.5 rupiah per 1 KRW jadi sekitar 567.000 rupiah dibagi enam. 

Ini kita sharing berenam. Dua porsi ayam berbeda, sama tengah itu Rabboki alias gurita goreng

Ayam Barbeque sepulang dari Nami Island

Side dish yang selalu ada

Samgatyang; ayam utuh sebiji. dalamnya ada semacam nasi yang lebih kayak ketan. terus ada cacahan ginsengnya sama ada kurmanya juga.

Bibimbab dan side dishnya saya banged ini! =)) 

Untuk makanan ndak sharing kemaren termurah saya makan bibimbap seharga 8.000 KRW (sekitar 108.000 rupiah) terus termahal pas makan samgatyang seharga 15.000 KRW (sekitar 202.500 rupiah) terus di nami sempat makan ayam barbequean seharga 12.000 KRW (sekitar 162.000 rupiah). Anggap aja rata-rata sehari abis 10.000 KRW (sekitar 135.000 rupiah) aja ya untuk makan. Ini makan siang aja loh. belum sarapan dan malam. Kalau saya untuk ngehemat paginya sarapan mie gelas dan kopi wes cukup di penginapan. untuk malam tergantung, lebih seringnya ndak makan. Karena wes kenyang siangnya makan porsi besar. terus selama jalan juga kadang masik jajan street food seharga 3.000 KRW dan buat ngemat lagi, buat street food bisa sharing juga sama temen. Terus saya juga suka nyoba jajan kopi di kedai-kedai yang tak lewati. Harga kopi rata-rata antara 4.100 KRW sampai 6.100 KRW. Ambil aja tengah-tengah ya, seharga 5.000 KRW ( sekitar 67.500 rupiah). 

jadi anggaplah untuk makanan abisnya sekitar 10.000 KRW + 5.000 KRW + 3.000 KRW total 18.000 KRW ( sekitar 243. 000 rupiah) dikali lima hari sebesar 90.000 KRW (sekitar 1.215.000 rupiah) ini bisa dihemat lagi tanpa beli kopi bisa sekitar 13.000 KRW x 5 hari x 13.5 rupiah = 877.000 rupiah. 

Jadi pengeluaran (1) = Jasa Mbak TLW + Makan + Sewa Hanbok = 8.850.000+1.215.000+135.000 =10.200.000 (+/- 10 Juta Rupiah) 

O iya, biaya ini biya dari Soetta ke Korea ya. Jadi otomatis bakal ngeluarin biaya lain lagi dari masing-masing daerah menuju Soettanya. Kalau kemaren biaya tambahan saya adalah :
  1. Tiket Sub-CGK PP Rp 881.000 (Citilink dan Lion booking di tiketdotcom)
  2. Bagasi Air Asia PP CGK-ICN = Rp 774.000 (Berangkat sharing sama temen 20 kg dibagi tiga, terus pulangnya 20 kg buat sendiri) 
Jadi Pengeluaran (2) = Pengeluaran (1) + Biaya non teknis diluar TLW = Rp 10.200.000,00 + Rp 1.665.000 = Rp 11.855.000,00 (+/- 12 Juta Rupiah)

Ke Everland demi bermandikan tulip :P

NgeFangirl part 2 di Kstar road!

CN Blue Doll!

Terus karena saya sama teman memutuskan extend 2 hari, biayanya juga jadi nambah dong ya. Tambahannya apa aja dan berapa aja? 
  1. Karena di tanggal kepulangan yang kita pilih tiket jadi Rp 5.300.000 ndak Rp 4.000.000 lagi. Tapi mbak TLW hanya mau ditambahin Rp 1.000.000,00 untuk tiket Air Asianya. 
  2. Top up emoney sebesar 20.000 KRW (sekitar Rp 270.000) untuk dua hari sekalian juga bisa dipakai buat bayar ongkos bus dari penginapa ke incheon sebesar 10.000 KRW
  3. Penginapan selama 3D2N sebesar 780.000. Kita pindah ke daerah Buckhon demi tinggal di rumah Hanok. Bookingnya via airbnb.
  4. Tiket Everland Rp 484.000 + Shutle Bus. Kita bookingnya via klook
  5. Makan 2 hari  = 18.000 KRW ( sekitar 243. 000 rupiah) x hari = Rp 486.000
  6. Penginapan di Jakarta. Karena pesawat baru sampai di soetta sekitar jam setengah delapan malam. Sudah ga kekejar pesawat paling malam. Ada sik, tapi garuda . Ini kita dapat penginapan di apartemen sekitar Rp122.000 ini sudah dibagi tiga. Kita bookingnya dari traveloka.
  7. Total No 1 s/d 6 = Rp 3.142.000
Jadi total pengeluaran sebesar = Pengeluaran (2) + Biaya Extend = Rp 11.855.000 + Rp 3.142.000 = 14.997.000 (+/- 15 Juta Rupiah) 

Ps : O iya, enaknya TLW itu, pas kita mutusin buat makai jasanya, maka simbak TLW akan ngirim surat perjanjian. Jadi bukan abal-abal gitu de. Dan kebetulan pas sudah fix mau pakai jasa TLW, ada temen satu lagi gabungan. O iya, kalau gabungan gini, surat perjanjiannya hanya satu, tapi teman yang lain bakal dapat lampirannya. 
 

Me n My Ego Template by Ipietoon Cute Blog Design