Showing posts with label wonosobo. Show all posts
Showing posts with label wonosobo. Show all posts

Monday, May 11, 2015

rivertubing di sungai magung wonosobo

Rivertubing di sungai Magung Wonosobo ini, adalah rangkaian perjalanan hari keduam setelah hari pertama melipir ke curug Lawe, sama vihara Avalokatisvera. Jika hari pertama masih berada di rangkaian kota Semarang, hari kedua ini kita bergeser ke Wonosobo.

The team. Kika : Rika, MbaNina, Nyanyah, Pasangan KameLia, MbaEndah, Umam, MbaDian dan Adhi (yang jepretin)
Jadi pagi itu, baghda subuh, saya, mbak Nina, mbak Dian, serta pasangan Kamelia meluncur menuju Wonosobo, tak lupa mampir dulu ke sebuah warung makan di alun-alun Temanggung. Warungnya bersih dengan berbagai pilihan menu. dan tak lupa ada tempe kemul yang masih hangat menggoda untuk segera dinikmati. Kita makan tempe kemul sudah semacam rebutan saja, karena selain makan di sini kita juga mbungkus buat dimakan nanti di area rivertubing.

Sungai Magung sendiri adalah sungai kecil yang nantinya bermuara di sungai Serayu. Sungai Magung adalah tipikal sungai arus yang kencang namun ndak terlalu dalam. Mirip dengan Kali Kromong ketika rafting di Obech atau Toss Adventure. Dan rivertubing di sungai Magung ini belum terlalu happening karena masih baru. Dan kebetulan salah satu temen naik gunung jadi ranger di sini. Jadilah kita rame-rame kesini pingin nyobain di rangeri sama dia. Dan itupun juga tahunya tempatnya ini karena ajakan dia juga.

Sungai Magung
Dikarenakan arus yang deras, ini beneran bikin ketar-ketir. Apalagi saya dapatnya ban yang kecil. Bolak balik kepental dan lepas dari ban berkali-kali. Tereak-tereak kayak orang kesetanan karena ketakutan. Sampai Umam sepertinya ikutan desperate ngerenjerin kita. Paling Umam iki mbatin, wes mbak sekali aja tubing bareng mending kita naik gunung bareng aja. Jangan tanya pantat yang sakit karena bolak-balik ketatap batu. Bahu punggung paha yang lebam. Atau tangan dan kaki yang luka akibat kegores batu ataupun ranting pohon. Belum muka yang merah kena matahari terik. (haha)

Tapi serunya memang ndak ketulungan. Kalau arum jerang degdegannya hanya ketika pas jeram dan perahu dibalik. Kalau rivertubing begitu pantat duduk di ban. Yang namanya jantung sudah degdegan ga karuan. Perut mules parah. Dan ini cukup bikin kapok saya untuk rivertubingan lagi. Mungkin kalau arusnya ndak kuat bisa saya pertimbangan. Tapi...tapi.. memang adrinalin rivertubing itukan diarus yang deras. (haha) Gimana caranya tetep bisa meluncur hore nan seimbang serta butuh kepiawaian ngindarin batu besar kalau ndak ingin sakit semua. 

Saya masih bisa senyum bahagia depan kamera, padahal setelah jerit-jerit tanpa ampun (haha)


Tubing berkelompok
Ketika rivertubing dimulai kita bisa memilih untuk meluncur sendiri apa berkelompok. Awalnya saya berkelompok karena merasa kurang seru. eh setelah sepanjang arus saya minta berkelompok lagi. #galauketakutan(haha)

Begitu sampai diujung garis finish saya ditawari lagi untuk mengulang dari awal. dan saya langsung emoh. begitu juga pas diajak turun lagi di rivertubing part dua. saya emoh lagi. Padahal mba Dian bisa nyobain berkali-kali tanpa ketakutan. Sepertinya memang nyali saya yang masih cetek. (haha)

Friday, April 10, 2015

Posong; Dataran tinggi rasa Penanjakan Bromo dan Gunung Prau

Tujuan saya ke wonosobo kali ini adalah bukan untuk naik gunung, tetapi tujuannya adalah river tubing di tempat kerja teman saya. Dan ide ke Posong tercetus begitu saja, karena kita berbanyakan dan ndak mungkin numpang nginep di rumah teman ini. Dan waktu itu opsinya adalah cari penginapan atau cari camp area. Dasar anak gunung ya.. yang dicari pasti camp area. Karena walaupun kita bawa mobil tapi di bagasi sudah ada tiga stock tenda. Dan opsi camp area akhirnya jatuh ke Posong ini. 

Awalnya saya mengira Posong ini adalah semacam lapangan luas. Pas sampai sini baru sadar. Saya berasa sedang gelayutan di tanah dengan kemiringan sekian. dengan lampu-lampu bertebaran di bawahnya. seakan mengulan memori waktu saya nanjak ke gunung Merapi. Akan tetapi di sini saya tidak terlalu menikmati malamnya amerga dari sore perut mual karena masuk angin. heu
Dan besok paginya setelah saya sholat subuh. Wow.. ternyata Posong ini semacam perpaduan penanjakan Bromo dan juga gunung Prau. Kenapa? dari atas sini kita bisa melihat jejeran gunung berderet. mulai Sindoro, Sumbing, Slamer, Merbabu, Merapi, Andong dan entah apalagi. Kalau kata teman saya ada sembilan gunung yang bisa kelihatan dari sini kalau cuaca sedang cerah. 


Dengan infrastruktur yang lebih bagus dari Bromo, dataran tinggi Posong ini menjadi tempat wisata yang family friendly. Kalau ndak mau ngecamp ada penginapan. Toilet yang memadai. Musholla yang nyaman. Gardu pandang dengan beberapa view serta warung buat ngopi-ngopi dikala dingin menyerang pas nunggu sunrise datang.


Untuk biaya di sini kita kena biaya sebesar 380 ribu. Itu bukan termasuk tenda dan sleeping bag. tapi sudah termasuk dengan biaya penjagaan dan parkir mobil. iya. kita dijaga dua orang mas-mas renjer unyu. :P

(nchop)


 

Me n My Ego Template by Ipietoon Cute Blog Design