Wednesday, January 5, 2011

Kawah Ijen [first resolution]

menikmati senja...dikanan jalan jurang...gerimis turun dari langit..kabut turun menyelimuti...tengs Allah.. #edisikawahijen


31 Desember 2010…

Jumat pagi tanggal 31 desember saya ijin untuk tak masuk kerja. Ngadep si boss sehari sebelumnya dengan alasan ada keperluan ke banyuwangi, si boss bilang : lapo awakmu nang banyuwangi? Omahmu kan medhuro? Saya bilang : saya ada keperluan pak..sambil tersenyum simpul, ga mungkin dong saya bilang mau naik ke kawah ijen, bisa ga dapat ijin sayanya. :D finally mengantongi ijin juga, dengan catatan dipikir sayanya ada acara lamaran. Saya cuman senyum dalam hati sambil mengamini. Terserah si boss lah kalau mau mikir saya ada acara lamaran, yang penting ijin sudah di tangan dan saya tak sabar buat segera memulai pendakian ini.

Trip kali ini meeting pointnya di surabaya, rombongan pertama yang datang yaitu teman-teman dari jakarta dan semarang yang sebelumnya sudah mengekplor malang dan madura sejak tanggal 29-30 desember. Di susul teman-teman dari bandung dan jogja serta riau. Akhirnya sekitar jam 10.30 pagi waktu indonesia bagian saya, kita lengkap full team 15 orang. *iki ape munggah gunung apa bedol desa nang ijen?? :D



Seperti biasa, di setiap trip selalu mendapat teman baru atau istilahnya kopdar sambil naik gunung. Sebelumnya kenal mereka di duni maya macam di blog sama plurk, dan di trip edisi kawah ijen ini saya berkesempatan bertemu muka dengan mereka. Yaitu 4 orang dari jogja, satu orang dari jakarta, 2 orang dari bandung dan seorang dari duri, riau. Pertama kali ketemu tak membuat kita menjadi kaku, malah langsung membaur dengan akrab karena memang sering selapak di plurk..:D. Begitu juga ketika makan siang di rawon Nguling probolinggo, berasa sudah lama ketemu, padahal baru beberapa jam lalu..:D

Untuk mencapai kawah Ijen tidaklah terlalu sulit. Berdasar hasil tanya-tanya ke mbah gugel ternyata terdapat dua rute jalur pendakian, pertama melalui kota Banyuwangi sejauh 38 km ke barat melalui Licin, Jambu dan terus ke Paltuding (1,600 mdpl). Cara kedua adalah melalui kota Bondowoso 70 km kearah timur melalui Wonosari, Sempol (800 mdpl) terus ke Paltuding (1,600 mdpl). Kita memilih cara kedua karena jalannya mulus beraspal, sedangkan cara pertama melalui jalan makadam penuh tanjakan curam dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak.



Ini terbukti ketika kita turun, mobil carteran kita menggelinding dijalan padahal posisi lagi direm dan harusnya berhenti ditambah lagi masalah mobil yang mengalami kerusakan cuman bisa kopling satu sepanjang perjalanan. Ditambah ketiadaan sinyal yang buat kita tak bisa minta ganti mobil ke rental. Bener-bener perjalanan yang penuh adrenalin serta adventuring.

Ketika nyampe paltuding, hari sudah gelap, bukan gelap lagi tapi memang sudah malam yaitu sekitar jam 7-8an di sertai hujan gerimis yang tak berhenti-henti sedari siang. Paltuding ini merupakan pemberhentian terakhir sebelum memulai pendakian, di sini ada beberapa fasilitas seperti warung makan, penginapan, toilet umum juga musholla dan di sini juga areal camp yang diijinkan.

Dan dodolnya saya lupa bawa jas hujan dan karena itu cuman bermodal sebuah jaket yang juga sudah basah karena hujan-hujanan membangun tenda. Sehabis membangun tenda kita masak-masak, yah..hanya masak mie seadanya di featuring kopi hangat yang lumayan bisa menghangatkan. Tambah malam kok tak ada tanda-tanda hujan bakal reda ya?? Dan akhirnya karena sudah tak ada yang bisa saya pakai buat menghangatkan, saya dan beberapa teman memutuskan tidur di mobil dengan berslimut sleeping bag.

1 Januari 2010

Waktu itu jam menunjukkan jam 12.00. pergantian tahun 2010-2011 kita habiskan dengan menggelar lapak menuju alam mimpi, karena jam 3 pagi kita harus bangun guna memulai pendakian. Bisa di bayangin temparature rata-rata di sekitar kawah Ijen adalah 13 oC di siang hari dan 2 oC di malam hari. Akhirnya daripada masuk angin karena jaket basah saya memilih untuk tak jaketan..:(



Jam 3 pagi bangun, dan baru sekitar jam 4-an pendakian dimulai. kita harus jalan kaki selama kurang lebih 3 jam dengan jarak skitar 3 Km untuk sampai ke kawah ijen, dengan jalan tanah yang terus menanjak ke ketinggian 2,400m dpl dengan waktu tempuh 2 jam jalan santai dan sisanya jalan yang tak terlalu menanjak dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Saya sampai lupa, berapa kali saya minta break karena berasa kehabisan napas di jalan yang menanjak itu..hehehe..dasar pendaki cemen saya ini..apalagi waktu turun, yang terasa bukan kehabisan napas, tapi kaki yang capek tiada tara karena harus sering nge-rem di jalan yang menurum tajam. Alhamdulillah..saya masih dikaruniai kaki yang kuat di tanjakan dan tahan di turunan..*iklan bajaj kalee..:D



Jadi keinget kata temen ngetrip saya, kalau saya paling semangat dan berapi2 persiapannya ketika mau ngetrip. Namun sayangnya, semua mentah dalam pelaksanaannya hahaha..:D break...break..break...udah jadi kalimat kebangsaan saya katanya, atau kata teman saya satunya, kata-kata terkenal saya : *Break..break..break...chopibreak!**..:))

Saya memakai jaket -yang kemudian entah kenapa karena merasa kepanasan akhirnya saya lepas itu jaket padahal orang-orang pada kedinginan-, air o2, cemilan, masker dan juga slayer garuda di dadaku. Bau belerang benar-benar sangat menyengat yang kemudian slayer garuda di dadaku akhirnya beralih fungsi menjadi masker yang sebelumnya sudah saya basahi dengan air dulu, konon katanya dengan masker dalam keadaan basah bisa mengurangi kadar belerang yang masuk ke hidung. Waktu itu agak scary juga, karena di tengah-tengah pendakian ada pendaki lain yang mengalami keracunan belerang.



Sepanjang perjalanan banyak berpapasan dengan bapak-bapak penambang belerang yang ramah. Saya salut dengan bapak-bapak ini, hanya dengan bermodal masker seadanya bapak-bapak ini naek turun kawah sejauh 3 km menembus pekatnya kabut dan tajamnya bau belerang dengan membawa belerang-belerang yang beratnya sekitar 60 kg s/d 100 kg..(worship) Sedangkan saya sendiri, ketika pendakian ini dada terasa penuh karena banyaknya belerang yang saya hirup. Untung saya tak sampai pusing karenanya.



Benar-benar pendakian yang syarat makna, fabiayyi a’la hirabbikuma tukaddiban?? Kita yang kerjanya tiap hari ngadep komputer, bisa onlen setiap saat, dikantor ada OB yang bantuin kita. Sedang bapak-bapak ini, untuk mendapat berpuluh-puluh rupiah harus naik turun kawah, bermain-main dengan nyawa, karena kalau jalan sedikit saja tak fokus bisa jatuh ke jurang kawah...:(



Sepanjang perjalanan juga mendapat pemandangan-pemandangan bagus yang teramat sangat eman sekali buat di lewatkan. Tap sayang kemaren tak dapat sunset..matahari masih tertutup awan dan kabut tebal. Tapi walaupun begitu, tetep worthed euy....
Jejak keeksisan saya ketika hiking ke kawah ijen kemaren :

#twitter
• menikmati senja...dikanan jalan jurang...gerimis turun dari langit..kabut turun menyelimuti...tengs Allah.. #edisikawahijen
• otewe kawah ijen...ditemani kabut kanan kiri jalan..adem..semoga besok bisa dapet sun rise...ameen...
• kembali ke surabaya, kembali ke hatimu...eaaa...

#fesbuk
• keluar sejenak dari rutinitas, enyah kau penat, pergilah kau pekat…when you walking in with your eiger…huge carrier on your shoulder…just believe that you will get something bigger.
• The first resolution of 2011 have done…the first day at kawah ijen 2368mdpl…bermandi kabut dan belerang…lanjut the next trip
• The end of the trip..: G-Land, pantai pancur, pantai trianggulasi, padang sadengan, alas purwo…absolutely the nice trip..

Tentang Kawah Ijen yang saya ambil semena-mena infonya dari mbah Gugel :

• Kawah Ijen terletak di puncak Gunung Ijen yang merupakan salah satu dari rangkaian gunung berapi di Jawa Timur seperti Bromo, Semeru, dan Merapi. Kawasan Wisata Kawah Ijen atau Cagar Alam Taman Wisata Ijen terletak di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.
• Kawah Ijen terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Yang menarik adalah kawah ini terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa. Ukuran kaldera sekitar 20 kilometer. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Kawah ini terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera.
• Kawah ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi yaitu mendekati nol sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat.
• Kawah ijen ini bisa dilihat dari ketinggian 30,000ft dari jendela sebelah kiri pesawat Surabaya-Denpasar
• Spot ini pernah dipublikasikan dan terkenal di Perancis melalui tayangan Ushuwaia Adventure yang memperlihatkan Nicolai Hulot sang-penjelajah,
• Keunikan yang utama dari wisata Kawah Ijen selain dari pada panoramanya yang sangat indah adalah melihat penambangan belerang tradisional yang diangkut dengan cara dipikul tenaga manusia. Penambangan tradisional ini konon hanya terdapat di Indonesia saja (Welirang dan Ijen

4 comments:

  1. fabiayyi a’la hirabbikuma tukaddiban
    Nikmat mana lagi yang kau tanyakan

    keren deh catatan perjalanannya, kapan2 ikutan dung kalo ada acara ginian. Eh tapi ku mau mudik dulu menaklukkan segara anakan di Pulau Sempu hihi

    ReplyDelete
  2. hehhehe...sempu sudah saya taklukkan...sudah mandi lumpur dan jatuh bangun dengan carrier segede gaban di sana...:))

    ReplyDelete
  3. perjalanan trip ijen kali ini paling banyak minta break ak chop... dibantu suara dhanang cos aku kehabisan nafas ma suara wkwkwkwk...

    ReplyDelete
  4. mbak nin...sekarang ayah portermu ganti ya??? hihihih

    ReplyDelete

Komen pakai Hati ya...:)

 

Me n My Ego Template by Ipietoon Cute Blog Design