Saturday, August 3, 2013

Mbak chop ilang

Setelah sekian lama ndak apdet blog, malam ini pingin apdet ah. Maklum selama ini sedang (sok) sibuk. Jadi boro-boro apdet blog, social media saya terbengkalai kak. :( ga eksis lagi di dunia social media *plaaak... rak usah lebay deh chop -___-

Ya udah apdetan ini bukan tentang curcolan galau, bukan tentang kerjaan baru, juga bukan tentang ramadhan saya yang (saya merasa ramadhan kali ini) tidak (minimal ) sama dengan ramadhan tahun sebelumnya. :( alasannya sama. Kesibukan yang selalu dengan sadar saya jadikan kambing hitam. *nangis kejer tetiba takut ini ramadhan terakhir saya* :((

Oke.. cukup kemana-mananya chop. Jadi gini, saya mau cerita pas sahur kemaren dapat sms seperti pada gambar. Yang ada saya sepagian ngakak-ngakak ga karuan. :)) gimana g ngakak? Iya kali saya hilang nyarinya malah pake pengumuman di mesjid. Yang ada saya ga hilang. Tapi menghilangkan diri. *eh ;))

Sunday, June 16, 2013

semanggi berdaun empat

Iseng-iseng mengecek ulang isi binder jaman kuliah sebelum binder dilungsurkan ke ponakan yang masih sd yang sejak sebulan lalu sudah riwil nge-whatsapp kalau ada binder ndak kepake mbok dibawa ulang ae.

Dan jebul banyak kisah yang tak temukan di binder kui. Terutama coretan-coretan pas stress ga dapat ide buat nyelesaiin tugas perancangan. Dan ini salah satu coretan temen saya di binder saya. Berupa komik edisi serial cantik. :*

Sofi, aku punya satu permintaan, tolong yaa...

Dulu, aku ingin sekali pergi ke hokkaido, katanya di sana ada bunga semanggi berdaun empat. Aku ingin sekali memikilikinya.

Karena itu, maukah kau membawakannya untukku? Soalnya aku ingin operasiku nanti berhasil.

Kak.. kakak... maafkan aku, aku belum sempat mengabulkan permohonanmu. Tetapi kakak.... T_T

Friday, June 14, 2013

job desk

jadi pas saya ngantor hari pertama, hal yang dilakukan adalah saya diajak masuk ruangan. ternyata ruangannya di lantai dua. saya seruangan berlima. dua perempuan yaitu saya dan si mbak planner satunya, ditambah 3 lelaki sebagai accounting. awalnya saya mikir cuman berempat karena jebul satu sedang tidak masuk. setelah dikasih tahu yang mana meja saya, mana pc saya, saya sama mbak planner satunya diajak muter-muter buat kenalan. di ruang sebelah ruangan pak direksi *dan sampai sekarang saya masih suka keliru nyebut nama bapaknya *tepok jidat. =)) dan depan ruangan saya itu semacam teras atas terus depannya lagi ruangan si boss yang saya baru ketemu belio setelah seminggu bekerja. ndak boisnya ketemu di parkiran pula. lah piye? si bossnya di luar kota terus. kalau datang cuman sediluk sediluk. eh tapi sekarang  lumayan belio betah seharian di ruanganya. itupun setelah sehari sebelumnya ruangan belio di renov ulang.

oke, turun ke bawah kenalan sama orang-orang procurement dan sebagian orang proyek yang munculnya entah kapan. mereka udah kayak jelangkung aja. datang ndak dijemput pulang juga ndak diantar. *eh =)) kantornya juga sepi, ndak seheboh kantor lama yang ramenya subhanallah. o iya, di bawah juga ada pantry yang otomatis mulai saya jajah di hari kedua buat bikin kopi, anehnya.. ini orang-orang kantor kok ndak seberapa doyan ngopi ya? saya jadi ndak punya partner *eh =))

oke, balik lagi ke atas, ngadep komputer terus dijelasin nanti selama di sini tugas saya apa aja. jadi tugas saya di sini itu adalah :


  1. membuat harga penawaran ke owner
  2. membuat harga realisasi pekerjaan
  3. membuat progress pekerjaan
  4. membuat project request
  5. menghitung volume RAB versus volume Gambar
  6. menghitung pekerjaan tambah kurang
jadi itu jobdesknyaaaa... *run run small*

dan dari sekian banyak itu... di hari pertama saya sudah ngitung pembesian, kebutuhan besi dan semua pritilan-pritilannya. mabok besiiiiii =))

june here i am

awal juni merupakan sebuah babak baru dalam hidup saya. ketika sebuah keputusan telah diambil. otomatis saya perlu berkomitmen akan keputusan itu. dan mungkin keputusan itu juga tidak bisa menyenangkan semua pihak. yah... saya dulu memulainya dengan baik. otomatis juga mengakhiri dengan baik. maunya saya begitu. tapi ketika semua tidak berjalan semulus seperti yang saya bayangkan kepala mendadak cenat-cenut, makan ga tenang, tidur tak nyenyak dan kantung mata di mana-mana. =)) but finally its finish and done. saya lebih memilih memulai babak baru. babak baru yang intinya mencoba tantangan baru. ada yang bilang ndak dipikir lagi ta? timbang nanti menyesal. dan entah di kepala hanya berkutat mungkin saya akan lebih menyesal jiga tidak pernah mencoba tantangan baru ini. dan beruntunglah.. terkadang sesuatu itu butuh waktu untuk mendinginkan kepala dan tak mengedepankan ego serta emosi. sehingga akhirnya saya juga mengakhiri semuanya dengan baik. bahkan saya cukup surprise ketika kantor lama meminta saya datang ke acara farewell yang memang di design dalam rangka resign saya dan seorang temen lagi.

dan sekarang, ndak kerasa sudah berjalan dua minggu saya berkutat dengan tantangan baru itu. iyap.. tantangan baru itu adalah saya resign dari kantor lama, dan pindahan ke kantor baru. kalau di kantor lama berkutat dengan dokumen tender tapi lebih ke user-nya, sekarang saya pindah ke bidang baru yaitu sebagai seorang planner di sebuah perusahaan kontraktor yang berlokasi di surabaya bilangan timur. dan kerjaan baru ini seru punya. semoga saya istiqomah di sini ya.

dan june, here i am. terhitung 3 juni saya sudah ngantor di kantor baru. walau di minggu-minggu pertama saya masih harus wira-wiri kantor lama-kantor baru sebagai resiko kepindahan yang terlalu mendadak. segala pilihan ada konsekuensi kan? dan sekarang.... saya sudah bisa full total di kantor baru. hwaiting !! (chop)

Wednesday, May 29, 2013

They will find their destiny

Aku menarik napas yang dari tadi tertahan. Entah, kenapa saat ini aku butuh sekali untuk menarik nafas panjang-panjang. Ku seduh lagi kopi di depanku yang sudah dingin dari tadi.

Menahan diri untuk tetap biasa-biasa saja, seakan tiba-tiba susah sekali aku lakukan saat ini. Tapi.. bukankah aku sudah terlatih melakukannya?

Gimana? Pertanyaanku kok ndak mbok jawab to? Itu pertanyaan yang keluar dari bibirnya. Setelah berteman cukup lama, dia tiba-tiba merasa ingin tahu. Ingin tahu lebih jauh tentang ini.

Kita berteman cukup lama, tapi bahkan siapa pacarmu saja aku tidak tahu. Entah kau memiliki pacar ataupun tidak aku tidak tahu. Oh... c mon!! Tidakkah sekali ini saja kamu itu mau membuka diri?

Kutarik nafas lagi dengan sangan dalam.

Kamu tahu jung? Menyukai seseorang secara diam-diam itu layaknya candu. Memabukkan. Hingga pada titik tertentu kamu akan merasa yang namanya ketergantungan. Ketergantungan akan rasa suka itu sendiri.

Ketergantungan yang lama-lama berubah menjadi rasa perih.

Orang yang kamu sukai tidak tahu bahwa kamu menyukainya.

Di setiap pertemuan-pertemuan kau bersikap biasa saja.

Ketika kamu merindukannya, kau tidak bisa mengatakan bahwa kamu rindu.

Kau tersedak mendengar kalimat-kalimat yang meluncur begitu saja dari mulutku.

Hei.. ini sudah tidak jamannya lagi kamu menyimpan rasa. Kenapa tidak kamu ungkapkan? Paling tidak itu akan membuatmu lega.

Tidak seperti itu jung. Aku menikmati rasa ini paket lengkap. Lengkap dengan semua suka sekaligus duka. Yang rasa sakitnya tak cukup untuk digambarkan. Aku hanya punya keyakinan. Bahwa setiap rasa akan bermuara. Dia akan menemukan takdirnya sendiri. Begitu juga dengan rasa ini. They will find their destiny.

Kau menggeleng-geleng.

Aku tak bisa memahami jalan pikiranmu. Bagaimana rasa itu akan menemukan takdirnya jika kau menyimpannya terlalu rapat?

Tidak seperti itu. Tidak.

*apakah kau tidak menyadari jung? Semua rasa ini.. semua rasa yang aku harap nantinya bermuara ini. Aku harap itu kamu. Tapi kamu tak menyadarinya.

Menepi untuk berteduh

'wes lama yo? kene ga metu mangan bareng?'

jleeeeb....

berusaha untuk tetap menunjukkan respon yang normal, walau hati rasanya sudah semacam mau melompat. 'iya, sampean wes lali ambe aku' tapi yang terloncat dari mulut cuman senyuman dan kalimat 'o iya ya?' seakan rasa itu tak pernah ada. seakan semuanya baik-baik saja.

memang semua baik-baik saja. di kamu. tapi tidak di aku.

trying to keep it normal. but i can't.

yap.. aku hanya perempuan biasa yang terkadang terlalu larut dalam rasa.
walau serigkali logika berlawanan arus dengan laju hati.
bukan dia orang yang aku ingini untuk berbagi. tapi entah.. terkadang rasa itu terlalu melambung. walau terkadang dia jatuh lebih dalam daripada dasar bumi.

-----------------------------------------------------------menepi hanya untuk berteduh--------------------

Wednesday, May 8, 2013

gn merapi (2.968 mdpl); edisi hiking hore setahun lalu


ceracauan ini jadi bagian dari ceracauan setahun lalu yang juga ndak kelar-kelar nulisnya, karena saya yang moodian kalau mau nulis. =))

beskem merbabu selo – beskem merapi selo – summit merapi

pagi di beskem merbabu selo, tyas dan dani dua memutuskan jalan-jalan sekitaran beskem. sedang saya memilih bergumul dengan sb. selain cuaca yang dingin semriwing. rasaya badan masih remek. apalagi nanti malam berencana langsung summit gunung merapi. masih butuh istirahat. dan ternyata ndak cuman saya, banyak pendaki lain yang juga masih bergumul dengan sb-nya enggan memulai hari yang terlalu pagi.

dan pagi itu juga diputuskan bahwa rombongan ini akan tetap lanjut nanjak merapi, dan saya bilang sama teman-teman, saya cuman pingin tahu yang namanya pasar bubrah, kalau ndak kuat saya ntar nunggu anak-anak yang berencana buat summit di sana. ndak terlalu muluk mengingat kondisi badan yang lelah. apalagi sudah ga punya sandal gunung, tinggal sandal jepit yang tersisa setelah sendal gunung saya jebol pas dipaksa untuk tetap berjalan dan berjalan menyusuri setiap jengkal tubuh merbabu.

jujur, walau badan terasa lelah tapi semangat itu masih ada. keinginan untuk melihat dari dekat kawah gunung yang beberapa waktu lalu memuntahkan isinya, keinginan untuk tahu seperti apa puncak garuda yang katanya sekarang sudah musnah akibat ledakan itu masih begitu besar. akhirnya diputuskan saya, tyas, drajat, fajar, adhi, dhani satu serta mas nanang lanjut ke merapi. sedang rizki agung, dhani dua, arief, rizkon dan zee memutuskan pulang ke jogja. si zee sebenarnya sudah pernah sampai merapi, tapi dia akhirnya memutuskan istirahat di pos 1 karena kejebak badai dan hanya bermodal selembar flysheet. makanya masih trauma kalau balik ke merapi lagi.

dan dari beskem merbabu selo ke beskem merapi selo ini katanya lumayan dekat, padahal setelah kita jalan kaki... itu jauh sodaraaaa. kena bujuk mas nanang dengan akal-akalan pemanasan sebelum nantik nanjak, karena ndak pake acara nge-camp di atas, katanya langsung nanjak, langsung summit terus langsung turun. dan saya sudah desperate ketar ketir bin gemetaran duluan. =))

sesampai di beskem merapi, di sana ternyata sudah ditunggu sama rombongan jakarta dua orang; diaz dan dodi, temennya fajar yang nantinya nanti kita se-team. dan di beskem merapi ini juga ramai karena ternyata berbarengan sama kelompok pendakian massal entah dari pencinta alam mana. siang berganti sore, sore berganti senja. senja berganti malam, dan malam pun semakin larut. kita terseok-seok saling membangunkan diri. masak mie buat sangu nanjak. dan diputuskan cuman bawa dua keril. keril satu isi jas hujan, keril dua berisi logistik. dan tentu saja, saya bukan orang yang bertanggung jawab membawanya. hehe.

jam satu malam, dengan berbekal senter dan headlamp kita meraba jalan di kegelapan malam. serta dingin yang pelan-pelan merasuk melalui pori-pori kulit. jalanan yang menanjak pelan-pelan namun pasti. sejauh mata memandang, hanya bisa melihat magelang dan jogja dari atas. cantik. dan ketika capek kita hanya bisa glesotan di kemiringan -entah berapa- sekian drajat.

pelan-pelan menyusuri jalan air hingga kemudian menemukan bebatuan besar dimana-mana, pertanda pasar bubrah sebentar lagi. pasar bubrah ini kayak semacam pemberhentian terakhir, setelah itu trek akan berubah nanjak masyaallah dan berubah jadi pasir. naik satu langkah. merosot lagi 3-5 langkah. penuh perjuangan.

Image

Image

di pasar bubrah ini mulai gambling dan labil. awalnya saya pinginnya cuman sampai sini, tapi dinginnya ampun-ampunan kalau cuman berdiam diri nunggu yang mau puncak. dinginnya beneran subhanallah adem. setelah sholat subuh di sini, akhirnya memantapkan hati buat ikutan summit. si adhi dan drajat sudah sampai di puncak sana. saya, tyas, dhani, fajar, diaz dan dodi baru akan beranjak summit setelah sebelumnya masak-masak mie dan minuman hangat buat asupan energi. sedangkan mas nanang memutuskan nunggu di pasar bubrah saja. jaga barang.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

finally, bismillah.. dengan meminjam trekking pole punya mas nanang, pelan-pelan (teramat sangat pelan malah) menapaki lautan pasir merapi. bolak-balik antara berenti karena memang capek sama sengaja foto narsis. mengabadikan momen salompas yang masih nempel di hidung. dan here we come.. sukses duduk-duduk hore nahan capek di puncak merapi. ndak nyangka naek gila akan sukses. *urut-urut kaki*

Image

Image

Image

Image

di puncak cuman bentar, mengingat siang itu juga harus segera balik ke surabaya karena besoknya kudu berangkat kerja. dan saya sukses menjadi orang yang paling terakhir sampai beskem. =))
 

Me n My Ego Template by Ipietoon Cute Blog Design