Showing posts with label Singapore. Show all posts
Showing posts with label Singapore. Show all posts

Friday, August 12, 2016

Seseruan di Singapore Universal Studio 2.0


Preview dari Seseruan di Singapore Universal Studio 1.0 : Dan turun dari sini, lapar akut melanda. Tapi sebelum ke foodcourt kita cari musholla dulu. Saya yang waktu itu ndak sholat duduk-duduk ndak jauh dari wahana Battlestar Galactica ini dan ih.. kok bisanya saya tadi naik ituu... ngeriiiiiiii.....


Udah kelar mari wakunya makan, kita mampir ke hotmeals semacam mcD terus pesan kentang ayam, entah piye saya ndak cocok nasi sini yang mirip beras Biryani dan ndak punel. Kalau di Madura macam nasi berkat yang kering kerontang. Ga bayangin aja makan keringan, yang ada malah ntar keseretan. Harganya ndak tahu berapa, wes manut sama mas-mas bendahara yang bagian pegang uang makan. O iya, biasanya kalau makan sering dibebasin mau makan apa, dijatah 10 dollar singapore sekali makan aka IDR 100K. Cuman karena disini pilihan ndak begitu banyak, dan juga efisiensi waktu jadi makannya disamain semua. 


Perut kenyang kita mlipir ke wahana bajak laut, lupa nama wahananya apa. Tapi sayang pas sampai sana lagi tutup karena maintainance. Sebenarna teman-teman saya yang terdiri dari mbak-mbak semi ibuk-ibuk dan mas-mas ples bapak-bapak sudah pada kapok. Mereka pada bilang pingin nunggu di luar aja sampai sore. Akhirnya kesepakatan pilih wahana yang ndak patio ekstrim dan melipirlah ke wahana Shrek 4D. Isi wahanya ya cuman duduk-duduk di kursi, berasa naik kuda, berasa banyak kunang-kunang, dan Shrek berhasil menyelamatkan putri Fiona. End.



Abis itu mlipir-mlipir lagi cari wahana lain. Terus ketemulah wahananya Jurassic Parks Rapids Anventure. Sebelum masuk banyak orang jualan jas hujan. Pas baca-baca pengumumannya ada peringatan kalau nanti bakal basah semua. Mendadak galau ga bawa baju ganti. tapi kalau pake jas hujan ngapain dong datang ke wahana ini. Kalau ndak pingin basah ya metuo loh tun. Tapi akhirnya ya wes njajal basah-basahan perkara nanti basah kuyup ya wes urusan belakangan. dan ternyataaaa.... seruuu. 


Awalnya mikir, apaan sik hanya naik boat rame-rame terus banyak dinosaurusnya... ternyata dan ternyataaa... kena jebakan batman. Mendadak masuk lorong gelap ga tentu arah. Sirine meraung-raung. Semacam bocoran air dan semprotan sana sini. Mendadak boat berenti dipojokan. Plat lantai atas kebuka. Boat seakan diangkat kayak pake lift. Dan mendadak.....

Setelah nyobaan empat wahana itu tak terasa waktu sudah jam tiga saja. Sedang kita dibatasi waktu maenan memang sampe jam tiga karena masih ada agenda keliling pulau Sentosa dengan bus pulau. Entah waktu itu kita berapa kali muterin. Sudah PW di bus. dan Setelah kelar muterin pulau Sentosa kita kembali lagi ke Harbourfront dengan naik MRT pulau. Dia lebih kecil dari MRT biasanya, semacam MRT mini. Serunya bisa lihat Sentosa dari atas. 

Di dalam perjalanan menuju Harbour Front saya nanya-nanya ke pak Boss, dari sini jauh ndak ke Garden By The Bay atau ke Marina Bay. Karena mungkin pak Boss ndak mau ngebiarin saya sendirian ke sana diputus ayo semua ke Garden By The Bay.

A photo posted by shofiyatun syamwil (@potrehkoneng) on

A video posted by shofiyatun syamwil (@potrehkoneng) on

to be continued...

Thursday, August 11, 2016

Seseruan di Singapore Universal Studio 1.0

"Ayo mba, sudah jam delapan ini". 

Begitulah kira-kira pesan yang muncul di hape saya. Yang saya baru bacanya beberapa menit kemudian ketika mendadak teman sekamar membuka pintu kamar lebar-lebar dan mencungullah seonggok kepala. Ya kepala pak HRD. Saya langsung nutupin selimut ke kepala. Yang bener aja temen sekamar ini. Begitu pintu ditutup lagi saya langsung loncat ke kamar mandi, cuci muka dan ganti baju. iya.. saya telat bangun, karena saya ngira jam di hape sudah otomatis ganti jamnya ketika masuk area roaming, jebul ndak.

Begitu kelar saya langsung turun ke lobby, yang ternyata teman-teman sudah ninggalin saya buat sarapan di kopitiam stasiun Lavender. Untung pagi itu lift hotel ndak bermasalah kayak semalam, dan dari hotel ke stasiun pun tinggal salto langsung sampai. Nyampe sana saya yang tak terbiasa sarapan hanya beli jajan-jajan unyuk saja. Begitu kelar kita semua lengkap langsung menuju ke stasiun Klender, eh Lavender *segabegitumoveonnyadariklendertun



Jadwal hari ini adalah maen seseruan seharian di Singapore Universal Studio. Dengan menaiki MRT line hijau (East West Line) arah Joo Koon kita turun di Ourran Park dan ganti MRT line Ungu (North East Line) ke arah Harbourfront. Nah dari Harbourfront menuju ke Vivo City kemudian berjalan kaki melewati Sentosa Broad Walk. O iya Sentosa Broad Walk ini semacam kawasan pedestrian strenkali/ riverside sepanjang kurang lebih lima ratus meter. Tenang aja ndak bakalan kerasa capek kok karena sitik-sitik mandek foto, atau foto sitik-sitik. Selain itu juga ada travellatornya, jadi kalau capek tinggal naik itu saja.

Untuk Sentosa Broad Walk sepertinya nanti tak buatkan postingan sendiri saja, stok foto juga masih banyak.

Nah, setelah berjalan kaki sepanjang kurang lebih lima ratus meter, kita seakan disambut di kawasan berbau Asia, kenapa gitu? model bangunannya agak bergaya etnik Asia dengan bangunan berwarna merah terus ada sungai kecil yang segar yang bikin saya yang saat itu ndak mandi pingin nyebur dan ndak mentas-mentas. Setelah itu ada kawasan madam Tussaud, ada museum 3D Eyetrick, ada pojok koreaan bahkan ada jadwal manggung para idol baru setelah itu icon Universal Studia yang paling happening sejagad raya.

A photo posted by shofiyatun syamwil (@potrehkoneng) on


Pas nyampe sana semua rasanya pingin segera mengabadikan momen kekinian apalagi kalau tidak dengan berfoto didepan bumi bulat yang berputar itu. Dan dengan kondisi peak season gini, ga ada satupun hasil yang bagus. Karena penuh orang euy. Begitu juga dengan antriannya yang mengular Naudhubillah. Dan untunglah kita sudah beli tiket online yang dengan nunjukin print out langsung lolos masuk tanpa harus antri dulu.



Wahana pertama yang kita samperin adalah wahana sci-fi yang terkenal dengan wahana transformer 4D nya itu. Dan antrian ini sepertinya lebih mengular dibanding antrian masuk pertama tadi. Sepertinya hampir semua pengunjung berpikiran sama, mumpung masih pagi dan masih semangat-semangatnya. Tapi jangan khawatir tempat buat antrian seru buat dipake fefotoan dan seakan dibagi jadi beberapa area. Area terbuka ini daerahnya masih terang berasa diluar bangunan, abis itu masuk ke agak dalam semi gelap-terang disini ada pameran alat-alat tempur sang transformer terus begitu sampai dalam berasa berada di kawasan gedung militer dengan level keamanan sangat tinggi. Suara sirene meraung-raung, seakan berada dikondisi darurat.





Akhirnya sampailah giliran saya, kita sekolompok dua belas orang dan di sini dipecah jadi dua kelompok dengan jumlah masing-masing enam. Kondisi didalam gelap saya ndak patio keliahatan kendarannya kayak apa yang keliatan hanya sebuah kendaraan terus duduk dengan pengaman besi. Dan saya duduk di depan dong, dan begitu antraksi dimulai seru abis. Seakan-akan kita berada di salah satu mobil yang kemudian mobilnya berubah jadi robot, bekerja sama dengan optimus prime, dibantuin bumble bee, mobil melaju cepat, kepelanting sana-sini, seakan terjun dari gedung teramat tinggi. Seru pol dan tak terlupakan. Dan ga kerasa sudah kelar saja, dan saya kuraaaaaang.... tapi melihat antrian mendadak jiper. Ya sudah pan kapan semoga ada rejeki bonus ke Singapore lagi dari kantor dan kesini lagi. Karena apa? kalau kesini tiketnya mahal abis, kalau dikurs kemaren katanya tiket satu orang IDR 600K.



Selanjutnya masih di wahana Sci-fi kita menuju ke Battlestar Galactica. Kita naik yang warna merah. Aduuh byuuung... sepanjang wahana saya berani ngintip-ngintip bentar aja. jantung rasanya mau copot. Untung saja saya ndak sampai muntah dan masih bisa menghadapi keadaan walau lutut rasanya sudah ndak bisa berdiri tegak. Terakhir naik roller coaster di malang dan ndak seekstrim ini saya muntah. Dan untungnya ada mas-mas temen yang sampai pucat pasai. Ada yang bisa diledekin hingga kengerian ilang dengan sendirinya. 



Dan turun dari sini, lapar akut melanda. Tapi sebelum ke foodcourt kita cari musholla dulu. Saya yang waktu itu ndak sholat duduk-duduk ndak jauh dari wahana Battlestar Galactica ini dan ih.. kok bisanya saya tadi naik ituu... ngeriiiiiiii.....

to be continued...

Wednesday, June 22, 2016

Kaki lima ala orang Singapore

Awalnya antara percaya dan ga percaya bahwa biaya hidup di Singapore itu mahal, sampai akhirnya mengalami sendiri. Yah walaupun semuanya kesini serba gratisan tapi tetep aja yang namanya otak (tiap mau bayar makanan) secara otomatis mengkonversi dollar singapore ke IDR aka Indonesian Rupiah. 

Untuk transportnya ndak berasa kerasa karena sudah dapat kartu yang sudah terisi penuh untuk tiga hari, bahkan malah sewaktu pulang terakhir masih ada sisa sekitar 12 dollar. Yang beneran kerasa sik minum sama makan. Karena kerasa bayar sendiri berapa dollarnya. Untuk minum aja, satu botol air mineral 500 ml seharga 1 sampai 2 dollar yang kalau dirupiahkan sekitar Rp18.000 sampai Rp 20.000. Padahal di sini bok ya, air mineral murah-murah. Yang ukuran 1.5liter aja cuman IDR 2.500 perak. Pas di bandara pula, yang namanya mulut butuh kopi. Mipirlah ke vending manchine bandara, eh giling... Nescafe kalengan 3 dollar aka Rp 30.000, padahal di sini sekitar Rp6.000 saja. Ya wes, ga jadi belik ya... iya saya medit, eman duitnya walau sebenernya ini juga duit sangu mau diabisin gapapa. Tapi tetep saja eman. Haha 

Dan untuk makanan, mari kita bahas satu-satu, inipun hanya beberapa yang sempat saya foto. Sisanya mungkin saya sudah kelaparan atau malah ga doyan. Dan jujur, makanan Singapore ndak cucok di lidah saya yang masih lidah khittah Madura.
  • Mc Meals di Universal Studio. Menunya ala-ala McD, tapi di sini saya baru merasa cocok dengan makanannya. 


  •  McD, dibahas ga nih? harganya sebelas dua belas sik sama di Indonesia. Kopi Oreo saya ini sekitar 4 dollar. Lebih mahal sedikit ketimbang di tanah air


  •  Nasi goreng di daerah Bugis. ndak enak. haha. rasane puyeh mana nasinya nangkar aka bergelimpangan ga ada punel-punelnya. Kalau kata temen, ealah mba jauh-jauh ke Singapore makannya nasi goreng. 


  •  Kue ketan, saya nyebutnya dia kue ketan. dan tetap ndak cocok sama lidah saya. Ini belinya di warung padang. Saya malas makan nasi karena merasa warung padangnya KW ndak semenggoda di sini. Dan pas tanya temen enak ga? ga enak mbak. o iya, kue ini cuman tiga biji tapi harganya Rp20.000 =))


  • Sop ikan, rasanya flat entah apa. Tapi ikannya tetep saya habisin. Karena eman masak makan Rp50.000 ikannya ga tak makan. =)) ini kalau ndak salah makannya di kopitiam sekitaran Orchard.

O iya, menu-menu di atas selain McD belinya di kopitiam. Jadi kalau di Singapore kopitiam ini semacam pujasera yang berisi aneka makanan dan minuman. 

Tuesday, May 17, 2016

Sight Seeing Sekitaran Hotel Boss, Singapore




Namanya Hotel Boss.
Alamatnya 500, Jln Sultan, Singapore 199020

Beberapa bulan lalu ketika kantor mengadakan bussines trip, kita berdua belas orang diinapkan di sini. Saya ndak ngerti piye bookingnya. Yang pasti pas sampai sana saya tinggal check in dengan menunjukkan print-printan bukti reservasi plus nunjukin pasport. Tanda tangan di sebuah lapak digital. Dapat kunci yang dengan nomor kamar 1256. Lantai 12 kamar no 56. Bisa dibayangin view malam hari dari lantai dua belas kan? iyap.. lampu di mana-mana. Tapi sayang karena keterbatasan hape saya yang ndak patio apik kalau malam hari. Mau pake flash pun malah mantul. haha


Kamarnya dilengkapi dengan satu colokan listrik, dua colokan USB jadi ndak perlu bawa colokan adaptor. Dan waktu itu nemu channel yang lagi muter Allegiant.

Akses ke hotel ini sangat gampang, dari bandari Changi naik MRT ke Stasiun Lavender. Ingat ya, Lavender bukan Klender apalagi Klender Baru. *eh

View dari kamar di pagi hari

Nah dari stasiun Lavender ini tinggal jalan kaki sekitar 10 meter melewati jalanan Kallang Rd yang bersih. Yang sisi kanan kirinya penuh dengan (yang sepertinya) apartemen/ rumah susun. Oh iya, di depan hotel juga ada bus stop 01211.

Kallang Rd

Selain paket lengkap dari sisi akses, sekitaran hotel Boss ini juga ada semacam Seven Eleven/ Circle K, jadi kalau butuh beli air mineral 1 dollar tinggal melipir aja ke sini. Dekat dengan McDonald, berguna banged buat saya yang lidah tak terbiasa dengan makanan berbumbu terlalu banyak rempah tinggal mlipir kemari.

Mau Sholat juga tinggal nyeberang Jln Sultan menuju Malabar Muslim Jama'h Mosque yang pas ada di seberang jalan sisi keluar hotel.


Sepulang sholat bisalah jalan-jalan muterin jalanan sekeliling hotel. Menjelajah Kallang Riverside, semacam kawasan stren kali sekitaran jalan Kallang. Njir.. bersih sekali. Kapan ya, Surabaya kawasan stren kalinya sebersih ini. Bisa buat lari pagi, sepedaan atau hanya duduk-duduk malas-malasan sama teman.

Itu lagi ada yang olahraga pemanasan sepertinya =)



Ini yang punya sepeda mana ya? sepedanya boleh dipinjam ndak?

Ngelihat kursi ini jadi ikutan galau =))

O iya, ada kisah seru nan kocak selama nginap di hotel ini. Entah karena kartunya yang error atau memang karena crowded jadi sistemnya juga ikutan crowded. Malamnya setelah seharian capek muter-muter, mau naik ke lantai dua belas ini susah sekali. Kartu ndak kedetect. Ndak cuman saya begitu juga yang lain. Dan setelah berhasil mencapai lantai dua belaspun begitu, ndak bisa masuk kamar karena kartu ndak kedetect. Mau turun lagi kaki sudah gempor. Akhirnya ya pasrah lesehan depan kamar. Dan untunglah ada mas-mas room service lewat saya akhirnya bisa masuk kamar. Dan besoknya ganti kartu lagi. =))

Setelah saya googling. Rate semalam hotel Boss ini sekitar 1.200.000-an. Lumayan juga ya. Lumayan mahal, untung dibayarin kantor, jadi bisa nginep di hotel bintang empatnya Singapore.

Lobi, dan itu ada metromini lewat =))

Thursday, April 14, 2016

Indonesian PreFlight; cara full refund tiket Air Asia cepat dan tanpa ribet








Beberapa waktu lalu keinginan buat go internasional semakin menggebu (halah) sehingga ketika ada promo Air Asia 200 ribu tanpa babibu langsung beli. Padahal keberangkatan dari Semarang dengan tujuan Singapore. Dan harinya juga hari kerja yaitu hari Jumat tanggal 13 Mei 2016. Wah harus bolos dua hari ini. Tapi demi go internasional ya. Rencana bolos dua hari pun dijalani. Yang memang sejak terjadi kecelakaan naas itu, rute Air Asia dari SUB tujuan SIN resmi ditutup.

Yang ternyata takdir mengatakan lain, go internasional saya dimajukan jadi tanggal 25 Maret 2016. Oleh siapa? Apakah AA? Oh tidak.. tapi mendadak pada akhir februari kemaren mendapat pemberitahuan dari kantor kalau kepilih jadi karyawan dengan dedikasi baik (baca : ala-ala) dan mendapat reward ke jalan-jalan ke Singapore katanya. Seneng dong ya.. pastinya.

Dan tak ada ombak tapi ada angin (yah walau anginnya juga ndak kenceng sehingga tetap ndak bisa mengobati panasnya hati adek, eh panasnya Surabaya deng) pada tanggal 5 Maret 2016 saya mendapat email dengan judul Indonesian Preflight yang isinya pemberitahuan bahwa penerbangan dengan Kode Booking L975XY, your flight is now reschedule. Dari hari Jumat 13 Mei 2016 penerbangan jam 10.40 AM menjadi 04.00 PM. Dari yang awalnya siang jam sebelas kurang menjadi jam empat sore.

Dan demi ketaknyamanan ini kemudian Air Asia menawarkan tiga opsi.
Pertama : Reschedule. Tujuan tetap Singapore. Paling lama 14 Hari dari tanggal awal keberangkatan.
Kedua : Credit Shell. Bisa ganti tujuan tapi denga syarat tidak boleh lebih dari 90 hari dari tanggal keberangkatan dan harga tiket masih equivalent.
Ketiga : Full Refund.

Diminta untuk segera menghubungi AA untuk pemprosesannya. Pertama saya nyoba pakai live chat, tapi ternyata antriannya sak ndayak akhirat. Diminta nunggu 15 menit yang ketika direfresh lagi urutan antrian antri lagi. Karena disambi ngerjain kerjaan kantor beberapa kali saya kelewatan sampe harus bolak balik antri lagi. Saya desperate tiga hari begitu terus, akhirnya saya memutuskan untuk ngisi online form saja. 

Cara pengisiannya bisa googling sendiri karena saya memang ndak nyekrinsut.

Dan ketika saya ngisi online form saya milih full refund. Karena itu tadi saya sudah mau ke Singapore tanggal 25 Maret. Sebenarnya sempat kepikiran mau pilih opsi satu, tapi kok ya ndak enak sama kantor, sudah diberangkatkan gratis ke Singapore eh masih mau bolos lagi buat maen ke Singapore lagi.

Sempet gambling juga ini perasaan ketika pengisian buat full refund. Karena setahu saya untuk tiket promo ada ketentuan tidak bisa refund. Tapi yaa.. namanya juga nyoba, jadi bismillah... klik OK.

Pada tanggal 5 Maret 2016. Dapat email balasan dari AA. Yang isinya pihak AA masih dalam tahap mereview pengajuan full refund.



29 Maret 2016. 2 hari dari kepulangan saya dari Singapore jalan-jalan kantor saya dapat email lagi dari pihak AA yang isinya proses validasi dan review sudah selesai. Poses full refund katanya membutuhkan waktu 30 Hari.



4 April 2016. Pemberitahuan dari pihak AA bahwa klaim full refund diapproved dan sudah diteruskan ke pihak bank.



Dan kemaren pada 13 April 2016 ketika iseng cek mutasi rekening, ternyata ada transferan dari pihak AA pada tanggal 11 April 2016. Dan ternyata beneran full refund.

Terima Kasih Air Asia. Terima kasih untuk kecepatan dan ketakribetannya. Gumawayo!!
 

Me n My Ego Template by Ipietoon Cute Blog Design