Showing posts with label sumbing. Show all posts
Showing posts with label sumbing. Show all posts

Friday, May 8, 2015

Sumbing; for the second


Gunung Sindoro, View dari Pestan Gunung Sumbing

Sebenarnya gunung Sumbing ini adalah salah satu gunung yang cukup sekali saya nanjaknya. salah duanya adalah gunung Sindoro. Kenapa? Kapok sama tracknya. Tapi ketika suatu hari dapat BBM ajakan dari mbak Dian, saya tetap saja tak kuasa menolak. Iya. Cukup diajak naik gunung saja saya sudah bahagia. Padahal yang ngajak mbak-mbak. Apalagi kalau yang ngajak mas-mas. Sepertinya bakal tujuh hari tujuh malam saya bahagia dan ga berhenti tersenyum. #halah. 

Kaki yang telah berjalan lebih banyak dari biasanya

Jadi setelah selama bulan terjadi penggodokan bongkar pasang personel dan menu makanan selama di gunung. Kemaren tepat tanggal 30 April malam saya meluncur ke Semarang bersama Hasan. Di kondisi Surabaya hujannya tak berhenti dari sore, begitupun perjalanan ke Semarang, hujan tetap setia menemani. Ditambah lagi, pengemudi bus yang sepertinya Paul Walker wannabe alias ngebut medeni bikin ndak bisa tidur sepanjang perjalanan Surabaya-Semarang cukup membuat badan agak sedikit kelelahan. Gimana mau bisa tidur, beberapa kali badan seakan melayang terpental keatas selama di bus. Bahkan penumpang yang di belakang semuanya pada berdiri ikut mengawasi jalannya balapan pak supir ini. Saya sendiripun sempet keder. Sempet mikir salah naik bus Sumber Kencono atau Sumber Slamet, yang mana dua bus ini memang terkenal ugal-ugalan di jalan. Untunglah begitu ngecek karcis ini bukan bus dua itu, paling tidak lumayan bikin hati (sedikit) adem ayem dan tetap ndak menyurutkan semangat buat tetap lanjut naik gunung Sumbing. 

Cumi Bumbu Hitam

Kita baru tiba di terminal Terboyo sekitar jam tujuh pagi. Niatnya mau beristirahat sebentar di masjid terminal. ternyata masjidnya tutup dikarenakan baru saja dipel persiapan buat sholat Jumat. Akhirnya kita hanya menumpang di toilet saja dan setelah itu dilanjutkan dengan langsung mencari bis jurusan Purwokerto guna menuju Wonosobo. Dan tak lupa kita berdua sarapan dulu di warung terminal. omooo... warung menjual lauk cumi bumbu hitam. dan ternyata pas saya nyoba bumbunya cucok banged sama lidah saya. Sedang si Hasan sarapan mie telor. dan anak ini saking capeknya, sampai ndak merasakan kalau mie nya tanpa bumbu karena bu warung kelupaan naruh bumbu di mie. (haha)


Lagi ngelamunin apa mbak?
Sesampai di Wonosobo hari sudah sangat siang. Sambil menunggu Adi dan cak Doni merapat, saya Hasan dan mba Nina glesotan di terminal sembari nyemil-nyemil dan dilanjut menuju masjid guna mandi-mandi dan sholat dhuhur-ashar. Sekitar jam 4 Sore baru personel kita lengkap. Saya dan Hasan dari Surabaya, mbak Dian dan mbak Indri dari Jakarta, mbak Nina dari Semarang, cak Doni dari Bandung serta Umam dan Adhi dari Wonosobo. Selalu dan selalu, entah kutukan apa, tiap saya naik personele selalu dari berbagai kota. 

Untuk mbak Dian, mba Nina, Adhi dan Umam ini sudah entah kali keberapa saya lan jalan tur naik sama mereka. Dan mungkin gegara keseringan saya gaul sama mereka bisa dibilang saya sering maen ke Semarang dan Wonosobo. Bahkan setahun terakhiran bisa dibilang saya sudah ke Semarang-Wonosobo sekitar empat sampai lima kali. Dan ini sukses membuat orang-orang dilingkungan saya curiga. terutama lingkungan kantor. ada apa sik di sana? sering banged kesana? pacarnya orang sana? mertua orang sana? (haha)

Sedang mba Indri ini baru pertama kali ketemu dan jalan bareng, walaupun sebelumnya sering melihat mbaknya beredar di facebook di group-group gunung semacam Indonesian Mountain dan Narkopian. Sedang untuk cak Doni dan Hasan ini kali kedua saya jalan bareng mereka sebelumnya jalan bareng ke Banyuwangi waktu rihlah grup MyQJatim. dan otomatis mereka berdua bawaan saya di pendakian ini. Secara sebelumnya saya sama mbak Dian memang berburu mas-mas, karena personel awal banyakan ceweknya dan kekurangan mas-mas. (haha)

Track dari pos dua Genus hingga Pestan, Kalau ndak tanah basah licin ya bercampur batu tanah ndak kalah licin tur nanjak

Sekitar jam tujuh malam kita memulai pendakian, Perjalanan malam dengan menggunakan jalur lama. Kalau kata Adhi lebih enak jalur lama ketimbang jalur baru. Sedangkan pendakian sebelumnya saya yang juga naiknya sama Adhi, Umam dan mbak Nina menggunakan jalur baru. Saya manut saja, berarti ndak semelelahkan dulu dong ya. tapi ternyata kenyataan berkata lain. Rute boleh lebih pendek, tapi jalur dan track lebih nanjak. dan nanjaknya beneran naudhubillah. Hingga dari buat sampai ke pos satupun it takes 2 hours. omooo. Sebenarnya bisa berhemat waktu dengan naik ojek. tapi ojeknya serem euy. Piye ndak serem, pencahayaan hanya dengan head lamp dan penumpang duduk di depan bukan di belakang.

Pos II Genus KM 4. Kita Sampai sini sekitar jam 12 siang
Selfie terbalik dulu #sayamahorangnyagagitu
Tujuan awal kita langsung menuju Pestan, tapi dikarenakan kabut yang tebal akhirnya kita memutuskan untuk ngecamp di pos satu saja. dan ternyata benaran, belum lama mendirikan tenda, hujan turun membasahi semalaman. dan sepertinya ini salah satu penyebab saya masuk angin hingga muntah pagi itu. Saya yang tak bisa minum sirup akhirnya mencampur sirup antangin dengan setengah gelas air. ndak lucu kalau selama pos 1 hingga pestan saya collaps.

Sunset di Pestan 
Perjalanan dari pos 1 hingga pestan memakan waktu sekitar 5 jaman. dari pos 1 kita naik jam sembilan pagi. Dan sampai Pestan sekitar jam dua siang. Nah di pestan ini kita membangun satu tenda untuk barang dan masak spageti buat yang mau lanjut sumpit. Mbak Dian yang awalnya ndak ngejar summit akhirnya ikut summit sama mbak Indri, Adhi, Umam, cak Doni serta Hasan. Sedang saya sama mba Nina tetap pakai rencana awal, hanya naik hore-hore ndak summit. Jadilan sepanjang waktu menunggu teman-teman summit kita gunakan untuk masak-masak sambil menggalau. dan ternyata angin tur kabut tebal serta sesekali hujan membuat badan saya drop lagi. Masuk angin lagi dan muntah lagi. Makanan di perut seperti Spagethi, Bubur sumsum, Dadar Jagung hingga Pisang Goreng keluar semua. (haha)

Tumis Sayuran Pahit (Lupa nama sayurannya) (haha) 
Bubur Sumsum
Sampai sore menjelang malam saya sama mbak Nina resah gelisah. Mba Dian, Mba Indri, Umam, Adhi, cak Doni dan Hasan ndak muncul-muncul. Yang menjadi tolak ukur adalah pendakian kita sebelumnya. Dulu Summit, Pestan-Puncak-Pestan sekitar 4 jam. Jam satu siang di Pestan, dan sampe Pestan lagi sekitar jam lima sore. Ini sampe jam enam mereka ndak turun-turun. Padahal sudah sekitar enam jaman. Akhirnya karena ndak betah nahan resah gelisah, saya memutuskan untuk nanya para pendaki yang juga habis summit. 

"Mas, Ngelihat rombongan empat cowok dua cewek ndak mas?". 
"Adanya bersembilan mbak, dua cewek" 
"oh, yang berenam ndak ketemu ya mas?" 
"itu anggotanya ada yang gemuk ndak?" 
"oh iya ada" 
"mungkin yang bersembilan itu mba. sapa tahu gabungan sama team lain" 
"oh iya bener juga" 

dan setelah sejam kemudian, ada rombongan datang dari atas. saya tereak. "adhiii??"
mendadak ada yang jawab : "Hasaaan" 
Syukurlah akhirnya mereka turun dengan selamat juga. dan si Hasan langsung masuk tenda tidur gegera drop lagi. 

Dan kita langsung membuat energen tur teh panas buat yang kelelahan habis summit sembari membangun tenda satu lagi. Makan malam terus lanjut merajut mimpi sebelum besok pagi langsung turun. 

(instagram.com/potrehkoneg)

Sebelum berpisah menuju kota domisili masing-masing

di Pos 1 ada warungnya!!1

Thursday, January 10, 2013

2012, travel's note

judul boleh travel's note, tapi isinya kebanyakan naik gunung 

1. bulan maret naik gunung sumbing edisi hore sama teman-teman dari komunitas gerakan peduli lingkungan. it's been a year sejak saya naik bareng mereka. o iya, buat yang nanya apa itu gerakan peduli lingkungan atau biasa kita nyebutnya GPL bisa baca-baca di sini, di sini dan atau apabila mau gabung di group facebooknya bisa di sini. atau gambaran umumnya gpl adalah sebuah gerakan sederhana mencintai bumi. jadi tiap ada agenda jalan-jalan entah naik gunung atau ke pantai akan selalu ada yang namanya bersih-bersih. terus kalau di gunung kita selalu membawa sampah turun tanpa membakarnya di atas. jadi edisi naik gunung sumbing juga karena ada agenda bersih-bersih gunung di dalamnya. 

ini naik gunung saya pertama kali di tahun 2012 yang juga bisa dibilang ini sebuah pemanasan, buat pendakian-pendakian selanjutnya. o iya, naik gunung bersama teman-teman gpl kita ndak selalu mengejar puncak. karena agenda utama adalah bebersih gunung. tapi ketika mendapat puncak, itu hadiah kita, bonus kita. dan alhamdulillah saya dapat hadiah ini walau dengan ngesot-ngesot sampai betis kaku. beckam aja kalah sama betis saya. ini cerita horenya. 


its a present!

treknya bikin nangis =))

cantik banged! o iya, deket sini ada sumber air yang segar banged!

sepertiga bukit teletabis

trek berbatu dan langsung nanjak

2. april 2012, nyelam-nyelam cantik di segara anakan pulau sempu. and i called it : Another journey to another (un)hidden paradise, kenapa nyebutnya (un)hidden paradise? yeach.. karena sempu sendiri cantiknya minta ampun. sebuah segara yang berada di balik bukit. belum lagi ke sininya dengan medan track yang juga ampun-ampunan. namun berasa ketemu surga di baliknya. di sempu selain nyelam-nyelam cantik biasanya para pengunjung naik ke atas tebing di sebelah kiri atas, yang seberangnya itu sudah laut selatan. dengan hembusan ombak terjal menghantam tebing. so scary! namun yang cantik ternyata ndak cuman sisi sini, tapi ada sisi lain di sebelahnya. naik dikit ke atas bukit. naiknya juga scarry. saya mungkin ndak berani naik kalo ndak di bantu mas nanang yang merelakan tangannya untuk saya injak karena saya ndak berani naik. 



sisi bukit sebelahnya lagi yang sangat cantik. sempu rasa raja ampat.
sisi bukit karang terjal yang seberangnya sudah langsung laut selatan

3. mei, lost in tegal panjang, lost in papandayan. kali kedua ke bandung setelah pertama dulu ke sininya dalam rangka studi ekskursi. sedang kali kedua dalam rangka mampir sebentar sebelum naik ke papandayan (sempat sarapan gorengan sama dapit dipinggir jalan. sembari nunggu disamperin kang mugni yang berencana kopdar, yang malah berujung dianterin hingga ke tegalega dan ditemani sarapan. haturnuhun kang). dan menghabiskan waktu semalam di bandung seturun papandayan (kopdaran sama te nana dan dinni di warung ngebul vabyo, waktu itu juga tetep sama dapit selaku guardian setia selama trip ini. yang juga sempet membuli lia buat ikut nemeni kita. yang besoknya kopdaran lagi sama mirna. menikmati soto sembari car free day di dago. nonton parade musik bambu. berburu oleh-oleh ke kartikasari yang pulang-pulang sukses bawa jajanan banyak kayak orang city tour bukan naik gunung. but.. hey.. ada rencana ke bandung lagi, pingin ngopi di KKMA =D). 



lost in tegal panjang, lost in papandayan ini saya juga ikutan pendakian sebuah komunitas online. namanya myQpala, semacam anaknya forumnya myQuran.org. berawal dari ajakan dapit, sebenarnya bukan ajakan, lebih ke rayuan biar saya ikut, la piye? andalannya dia, dia ikut kalau saya ikut, anak orang jal. piye nasibe kalau saya ndak ikot *mendadak lebai* . padahal aslinya saya yang mudah tergoda akan ajakan trip apalagi kalau berbau gunung. naik papandayan via tegal panjang yang cantik macam oro-oro ombo kalau semeru. melewati hutan hujan tropis dan saya menemukan kayak gini lagi di tambora. kalau tambora itu hutan hujan tropisnya perpaduan papandayan via tegal panjang sama trek ke sempu. yah.. punya keseruan masing-masing.


kebun teh yang keliatan seperti bukit teletubbies





lewat sini sambil pakai masker, bau belerangnya ampun-ampunan ^^
4. september, traveling hangat padusan pacet. saya ndak bisa renang. jadi yaaaa... cuman nyebur-nyebur hore selaku penggembira. yang dilanjut dengan muter-muter sekitar pacet. awalnya jumat sore, disamperin mas-mas kantor dikasih tahu buat me-free-kan diri hari sabtu, karena anak-anak sekantor mau jalan-jalan ke pacet buat nemeni temen kantor yang lain refreshing setelah sidang tesisnya.

5. oktober, ngadem unyu dari kerjaan yang bejibun dalam rangka farewel hore temen kantor. isinya cuman bubuk-bubuk unyu di vila terus besoknya di lanjut ke telaga sarangan. its a long time since i was there long long time ago. di trip ini dapat komentar temen kantor : kamu kalau urusan tidur kuat ya ternyata. meleknya juga kuat banget tapi begitu tidur alarm ga mempan. (okok)

6. oktober, ke pantai goa china, serunya renjer jatim yang di lanjut ke festival kopi di malang. 

7. nopember, hiking hore edisi marathon gn. merbabu- gn. merapi. ngasih kado ultah ke diri sendiri dengan nyeret-nyeret adhi dan dani. yang kemudian malah bersepuluh lebih, yang kemudian udah kayak orang sinting sukses maratahon dua gunung dalam 4 hari dan dua-duanya dapat puncak semua. yep. gunung merbabu dan gunung merapi in 4 days. itu yang di link baru cerita di merbabu. yang merapi masih ngumpulin semangat buat nulis. (okok) 


alon-alon asal sampai atas

puncak malu-malu 
pagi merbabu!! apa kabar kamu pagi ini? 

summit!!

8. desember, langsung melipir ke ujung timur indonesia. yaitu sumbawa. di sumbawa mengeksplor tiga tempat. yang pertama ke air terjun canga tolu. kedua ke pantai lakeys. dan terakhir naik ke gunung tambora. trip yang hampir gagal karena ga dapat ijin cuti, yang berujung trip ini tetep berjalan lancar tapi penuh drama sebelum dan sesudahnya. (okok)

sunset bersama shofie *copas semena-mena dari sunset bersama rosie. :D lokasi pelabuhan kayangan-pototano.


pantai lakey. tempat surfing terbaik di dunia setelah yang pertama di luar negeri  (hawai kalau ndak salah), yang kedua di g-land atau plengkung, alas purwo banyuwangi. dan yang ketiga di desa hu'u, dompu, sumbawa.


air terjun canga tolu, lokasi di dompu sumbawa. kata bang dewa yang nganterin kita waktu itu, air terjun ini baru diketemukan sekitar setahunan terakhir. canga tolu yang berarti air terjun tiga. maksutnya air terjun dengan tiga tingkatan. 


bukit teletabis rasa tambora, ini diambil dari atap mobil yang offroad. alhamdulillah walau motretnya pakai hape, hasilnya ndak blur.


hutan hujan tropis tambora, didalamnya banyak tumbuhan yang bisa kita ketemukan di piggir rumah atau pinggir sawah sampai tanaman yang saya sendiri ndak tahu itu tanaman apa. lebatnya hutan membuat pacet tumbuh subur dan sehat di sini, yang selalu mengintai darah pendaki yang tak berpakaian tertutup. ditambah tumbuhan jelatang yang jika kena durinya bikin perih teriris nahan tangis.


pelangi di langit tambora



Thursday, March 29, 2012

edisi sumbing; hiking hore

mukaddimah : setelah pas setahun kemaren hiking horenya di gunung sindoro, wiken kemaren sukses hiking hore ke gunung sumbing di jawa tengah. gunung sumbing ini adalah salah satu dari gunung yang dikenal dengan triple S (sindoro-slamet-sumbing). gunung sumbing ini juga gunung tertinggi kedua di jawa tengah.

oke, di postingan ini mau nulis tentang apa ya? tentang tracknya? tentang viewnya atau apanya? =)) o iya, pendakian kali ini penuh perjuangan. ndak cuman perjuangan on location, tapi perjuangan menuju lokasi. gimana ndak. kamis malam a.k.a malam jumat itu bungurasih ramenya ampun-ampunan udah macam ngalah-ngalahin ramenya hari raya.

dan buat ngedapetin bus arah semarang saja sudah pake acara sa'i terminal bungur dari ujung-ujung ke ujung dan tetep aja busnya penuh. mulai dari indonesia, nusantara hingga fajar utama. sempet kepikiran mau pake rute jogja naik eka. tapi tetep aja. busnya penuh tingkat dewa. hingga akhirnya saya dan pendo memumutuskan naik fajar utama dengan berdiri. entah berdiri sampai mana =))

saya berdiri dekat pintu depan, dan terkadang capek glesotan duduk di undakan bis. temen saya si pendo, duduk glesotan samping pak sopir sambil nahan pantat kepanasan mesin. dan kita berdua benar-benar duduk normal di kursi penumpang ketika bus sudah mencapai pati. bayangin, surabaya-pati berdiri. ndak cuman ini, dari terboyo ke garung juga bisnya penuh. walau alhamdulillah dapat tempat duduk. 

di semarang ketemuan sama pepi, terus ketika sudah sampe daerah sukun ada mbak nina, mbak lia dan ayik. jadi dari semarang menuju basecamp sumbing kita berenam. dan lucunya ketika sampe garung, ketika saya, pendo, pepi, mbk nina dan mbak lia turun. si ayik ketinggalan dalam bis. dan yang lebih lucu lagi, karena keadaan bus yang penuh sekali. memperlambat pergerakan kita pas di bus. dengan masing-masing orang membawa ransel penuh dan berat ini juga membuat kita lebih hati-hati agar tas segede gaban ini ndak kena senggol ke orang.

eh, karena kita lambat. si pak supir nyindir-nyindir : udah lama ga mudik ya mbak? sampe lupa mau turun di mana. kita : bapak, nyopir daerah sini masih baru ya? kok ndak tahu kalau kita sering mudik dan turun daerah sini. *plaaak* tentu saja jawaban itu hanya ada dalam hati. =)) 

*setelah berjuang dikerasnya hidup per-bus-an, masih sempet aja narsis begitu sampe basecamp ^^

cerita pendakian : memulai pendakian jumat sore sekitar jam 4. dengan peserta dari surabaya ada saya, mbak endah dan pendo. semarang ada mbak nina, ayik, mbk lia dan pepi. jogja ada dhani, mara, antosi dan dwi. demak ada mas jenggot dan mas munyuk. wonosobo ada mas nanang, adhi dan umam. total 19 orang. berangkat awal hanya 17 orang, karena mas jenggot dan mas munyuk baru nyusul tengah malam ketika kita sudah keleleran kelelahan di pos 2.

di pos 2 ini, akhirnya diputuskan kita mendirikan tenda dan bermalam disini, mengingat kondisi yang sudah ndak memungkinkan untuk lanjut naik. sedang saya sudah ngantuk akut serta kedinginan. padahal jaket sudah dobel. heuu. gimana ndak. dari surabaya sampe pati berdiri. tidur bentar dan ndak berkualitas. sampe pos sumbing duhur. sore langsung naik. 

berasa negeri di awan ^^ 


dan di pos dua ini juga, ketika besoknya diputuskan buat muncak, semua barang dan tenda termasuk keril ditinggal di sini. muncak hanya berbekal air botolan dan makanan secukupnya dalam beberapa daypack yang dibawa sama cowok-cowok. dan cewek-ceweknya hanya butuh melenggang kakung. enaknya naik sama temen-temen saya ini ya ini. mereka pengertian. secapek apapun kita ndak akan ditinggal. =D. apalagi dengan motto puncak bukan segalanya. yang penting kita semua seneng dengan kebersamaan ini. 

track batu pasir

track batu semak-semak

take care ^^


hffftttt.....

yang pasti untuk track, bener-bener bikin ampun-ampunan. baru keluar dari basecamp jalan langsung menanjak. awalnya jalan beraspal, terus berganti dengan perkerasan bebatuan yang kemudian berubah menjadi jalan setapak. saya sendiri yang ndak tahu olahraga jalannya udah ngesot-ngesot bin ngepot-ngepot. terutama pendo, dia barisan sapu bersih paling belakang. maaf ya ndo ^^ tapi kamu keren kok, pertama naik langsung sumbing dengan track yang sedemikian rupa, sampe pestan pula! mantap!

salah satu track menuju pestan ^^

pestan ^^

banci foto di pestan ^^

glesotan pas di bawah pestan gunung sumbing. gegoleran entah ditanjakan atau turunan, yang bikin kaki udah berasa mau ucul. tiba-tiba ada mas-mas pendaki dari kelompok lain yang mau lewat. sembari ternyata bukan lewat malah nemani saya glesotan dan ngajak ngobrol serta ngasih semangat karena mungkin melihat muka saya penuh keringat ngucur-ngucur, kemudian  tanya : itu adeke sampean udah pernah naik sebelumnya ta mbak?. eh belum mas, kenapa gitu?. sampean iki tego mbak. mbok ojok langsung sumbing, ranukumbolo ta merbabu ta gitu dulu. yang jalannya banyak landainya. bukan sumbing mbak. kasian dia. nafasnya sudah mau habis gitu. iya mas, saya juga baru ngeh ini kalau medan sumbing kayak gini. 

kemudian masnya malah bilang gini. eh mbak, keknya saya salah jalan ini, harusnya bukan rute yang ini. ini kan emang jalur baru mas, mungkin tadi masnya dan teman-teman pake jalur lama kali. ndak kok mbak. bukan itu. lah? emang nya mesti lewat jalur mana?
mestinya itu lewat jalur hati mbak…saya langsung ngakak-ngakak…untung ga sampe jatuh gegulingan =))

ketika di pestan saya ndak tahu malu, pas itu posisi sedang sendirian. karena sendirian dan pingin banged photo, akhirnya minta tolong mas-mas pendaki lain yang sedang beristirahat. jebul mereka temennya temen saya. hekeke.

melabil di batu kotak ^^

puncak gunung sindoro dari kejauahan, pingin gegulingan di putihnya awan ^^

sok bersemedi ^^

dari pestan menuju batu kotak-sumber air dan puncak, tracknya sudah masuk kategori naudhubillah. padat merayap merangkak di bebatuan. yang kalau ndak hati-hati sedikit. entahlah. apalagi kondisi kaki yang capek soro. hehe. tapi tetep seruuuuu. dan akhirnya setelah bolak balik berenti. saya sampai puncak juga. di atas sudah ada mas jenggot, mbak lia dan ayik. menyusul saya, mbk nina, adhi dan umam selaku kloter kedua. dilanjut temen-temen lain di kloter selanjutnya.

dari batu kotak arah puncak

sekitaran sumber air
saya di puncak ^^
begitu sampe puncak. haru terasa. haaaai...saya berada di puncak gunung dengan gunung tertinggi kedua di jateng loh. 3360 mdpl. poto dulu buat mengabadikan momen. dilanjut makan cemilan karena lapar terasa. dan di puncak ini. dingin sekali euy. karena dingin itu. kita ndak berlama-lama, mengingat juga waktu yang mepet sangat. saat itu sudah jam 4 sore dan kita harus segera kembali ke pos 2 sebelum tengah malam menjelang.

another view 1



another view 2

another view 3

turun dari puncak ke batu kotak, pestan alhamdulillah tanpa masalah. di pestan ini juga berenti sebentar buat menjamak takhir sholat duhur dan ashar. turun dari pestan ini juga sudah menjelang maghrib. dan tentu saja kita kekurangan penerangan. secara perkiraan kita sudah balik pos dua sore hari dan ternyata molornya amit-amit bin amat-amat banyaknya.

pas turun dari pestan ini, saya juga sempat guling-guling terjatuh bergelantungan gara-gara salah mijak. tongkat saya malah nancep di semak-semak yang jurang. sedang badan bertumpu pada tongkat. gegulinganlah saya =D. pas turun juga penuh dengan prosotan. kaki saya sudah oglek-oglek =))

jadi apakah saya kapok naik gunung? insyaallah ndak. apa yang saya cari? entahlah...yang pasti perjalanan naik gunung penuh dengan sesuatu. entah itu toleransi. kesabaran. ego akan diri sendiri dan orang lain. dan yang pasti. ini menurut teman saya. bukan kita menaklukkan gunung. tapi kita menaklukkan diri kita sendiri. =D

sayonara, sampai berjumpa lagi ^^

thanks to :

pendo : tengs banged ya ndo. wes gelem tak culik sampe wonosobo. =)) 

mbak nina : matur nuwun aku wes dipinjemi esbe, walo ujung2e seng make esbene mas nanang, dan esbene mas nanang tak gawe =))

mas nanang : matur nuwun atas esbene serta ngancani terus nang buri, wes dimasakin mie pula aku. dibikinin kopi juga =))

adhi : atas duren sak kerdusnya. atas nemeni sampe puncaknya, sama mbk nina dan umam.

mas jenggot : wes ngancani sampe entuk bus ke surabaya di terboyo. mas munyuk juga.

dhani dan pepi : duet pak erte dan bu erte

mbak endah dan mbak lia : matur suwun juga nggih

serta yang lain. akeh lek disebutke siji-siji ^^

Foto-foto : dari kamera mbak Endah dan Pendo 

 

Me n My Ego Template by Ipietoon Cute Blog Design